Sunday, January 11, 2009

Sale di Toko ‘Lelaki’


Sebagian besar problem wanita dengan keuangannya adalah mereka sulit menahan diri sama yg namanya SALE. Butuh nggak butuh, kalau udah dikasih judul SALE dan tagline LUCU, ga pake mikir, pasti deh diangkut tuh barang. Akhir bulan baru garuk-garuk kepala ngeliat tagihan kartu kredit. Butuh terjerembab berkali-kali oleh indahnya OBRALAN, sebelum mereka bisa bijak mengelola keuangannya.

Siang ini sambil menunggu waktu janjian dengan teman-teman LCC di Plaza Semanggi, saya iseng merubung box pakaian dengan tanda SALE 50% dari salah satu brand ternama di Centro. Tiba-tiba seseorang menegur saya, seorang teman yang sudah lama sekali tidak bertemu, ternyata sejak tadi kita berhadapan tapi hampir tak terperhatikan  akibat serunya mengaduk-aduk barang obralan.  Sebut saja namanya Huhu.  Kami pun menghentikan acara belanja kami dan pindah ke salah satu coffee shop disitu. Di arah pintu keluar, kami sempat terhenti di bagian sepatu, bukan karena tanda SALE, tapi karena mata kami tertumbuk pada seraut wajah yang kami kenal, sebut saja si Fafa, yang sedang mencoba sepatu yang diobral. Jadilah hari itu reuni dadakan kami bertiga, berkat SALEnya Centro.

Duduk nyaman di sofa coffee shop, kami pun mulai bertukar cerita tentang pengalaman hidup, berawal dari keluarga, karier, sampai urusan cinta. Ternyata Huhu dan Fafa masih juga single, dan mereka punya liku-liku kisah cinta yang cukup membuat saya geleng-geleng kepala. Atas ijin mereka berdua, saya boleh menceritakan di blog saya untuk menjadi pelajaran berharga bagi para wanita.

Pertama. Huhu. Secara ia sempat sekolah di luar negeri yang mana pola pikirnya above the average of us, ketika kembali ke Indonesia ia mengalami gap untuk menjalin hubungan dengan lelaki seusianya. Kemudian ia bertemu Hoho, senior di kantornya, berbeda usia  10 tahun lebih tua dan masih lajang. Berawal dari a cup of coffee akhirnya mereka menjalin hubungan serius selama hampir lima tahun dan merencanakan pernikahan.  Acara sudah diagendakan, WO sudah diberi uang muka. Dua bulan sebelum hari H. Hoho bertemu Hihi, mantan pacarnya di bangku SMA, yang kini statusnya janda dengan dua anak. Hoho yang begitu di dewakan Huhu karena kematangannya (buah kalee) ternyata tidak terlalu pintar juga, Hoho sibuk berfantasi dengan masa cinta monyetnya di SMA.  CLBK gitu. Huhu pun ditinggalkan. Hoho menikah dengan Hihi. Persis lagu tenda biru, Huhu sempat melihat dari jauh pesta pernikahan mereka. Lima bulan kemudian Hoho kembali menghubungi Huhu, meminta maaf sudah meninggalkannya dan mengatakan ia sangat menyesali keputusannya yang emosional dan meminta Huhu kembali padanya, tolong beri waktu dua tahun untuk menyelesaikan dengan Hihi, janjinya. Huhu terbujuk, mereka menjalin hubungan kembali seperti sedia kala tanpa diketahui oleh Hihi. Bulan demi bulan berlalu, Huhu tidak mendengar ada progress dari Hoho, setiap ditanyai Hoho hanya memperbaharui janjinya saja. Hingga dua tahun berlalu tak ada juga Huhu mendengar Hoho menceraikan Hihi. Huhu tersadar, ia termakan janji surga. 

Kedua. Fafa. Wajahnya masih polos seperti dulu tanpa dipulas make up. Waktu sekolah dulu ia selalu rangking lima besar di kelas. Sama seperti Huhu, Fafa juga menyukai lelaki yang jauh lebih tua, karena lebih nyambung pikirannya dengannya. Kisahnya hampir mirip. Ia pun terpikat seorang senior di kantornya. Sama juga, berawal dari ngopi dan ngerokok bareng di kantin kantornya. Klop banget deh. Mereka menjalin hubungan lebih enam  tahun. Bahkan ketika Fafa pindah kerja tiga tahun yang lalu, hubungan mereka masih berjalan manis. Belum lama merayakan hari valentine di tahun keenam, Fafa menerima teror sms yang mengatakan si pria ini sudah punya istri, anak dan berbeda keyakinan dengannya. Fafa terkejut tiga kali. Instingnya mengatakan ia harus menyelidiki. Maka ia membayar seorang kurir kantornya untuk mengikuti si pria selama beberapa hari. Ternyata semua yang disebut di teror sms pun benar. Fafa murka luar biasa, ia nyaris mencakar wajah si pria. Pause. Aku terlongong, wajah sepolos ini mau nyakar orang, wow. Si  pria lantas bersimpuh dan mencium kaki Fafa, ia berjanji akan segera menceraikan istrinya, ia mengatakan selama ini tak pernah cocok dengan istrinya, mereka menikah karena dijodohkan, ia merasa klik banget dengan Fafa. Fafa luluh dan percaya. Ia menunggu si pria merealisasikan janjinya, tapi ternyata hingga setahun berlalu si pria tak juga menceraikan istrinya. Janji tinggal janji. 

Sayang aku tak bisa berlama-lama dengan mereka berdua, teman-teman LCC sudah berkumpul di Inul Vizta. Sebelum aku pamit, kami meramu bullet points dari diskusi hari ini, hebatnya Huhu dan Fafa kini sudah bisa mentertawakan pengalaman pahit mereka dengan lelaki, nampaknya mereka sudah bisa mengambil hikmahnya. 

Lessons from Huhu dan Fafa,
1. Kalau anda perhatikan baik-baik, beberapa merek ternama tidak pernah mengadakan SALE, merek lain mengadakan SALE untuk barang yang sudah agak rusak atau yang sudah ketinggalan jaman modelnya. Hati hati dengan SALE bila tak ingin kartu kredit anda bobol. Begitupun dengan hati anda, jangan biarkan berantakan karena anda tergoda SALE janji dari toko ‘Lelaki’. Toko yang menjual barang bagus jarang kasih SALE. Jika tergoda SALE, coba lihat lagi apakah ada persyaratan yang berlaku berkaitan dengan obralan tersebut. i.e. sale hanya untuk dua hari ini. Artinya khan setelah lewat dua hari SALEnya tidak berlaku lagi, janjinya bubar jalan.
2. Minum-minum lebih baik daripada Ngopi-Ngopi. Ketika dua orang berbeda jenis minum-minum, keduanya dalam keadaan mabuk, apapun yang dibicarakan tidak secara sadar.  Menurut Fafa dan Huhu, cerita dua orang mabuk dan diakhiri tidur seranjang hanya ada di sinetron saja kalaupun terjadi di dunia sebenarnya, ketika sadar mereka menyesal telah mabuk. Sementara kalau ngopi dengan lawan jenis, kondisinya mata melek dan pikiran terang karena hangat dan manisnya kopi. Semua pembicaraan mengalir saja. Dari secangkir berlanjut ke cangkir berikut, makin banyak cerita yang mengalir. Persamaan kopi yang disukai berlanjut menggali persamaan yang lain, dan akhirnya dalam keadaan sangat sadar sesadar-sadarnya terjalinlah hubungan serius.
Huahaha  agak nyeleneh sih kesimpulannya. Tapi take it for granted aja deh, ambil hikmah dari pelajaran mereka berdua untuk lebih berhati-hati dan mensyukuri hidup kita. 
Thanks for sharing, I wish you all the best gals. Sorry yee gue ngabur duluan. Till we meet again yah. Centro makasih ya ;-).

3 comments: