Showing posts with label sharing. Show all posts
Showing posts with label sharing. Show all posts

Monday, November 17, 2014

Single Living Costs, Lower or Higher

I often hear my single friends stated,

"I don't have headache if I don't have a boyfriend, but I do have big big headache if I don't have money"
or in bahasa,
"gue ga pusing kalo ga punya pacar, tapi gue pusing kalo ga punya duit"

at some points I agree with it, yeah its easy to enjoy life no matter what your status is if you have money, moreover if you live in a big city like Jakarta, where daytime is never end.
Even some people are too afraid for getting married coz they are afraid of double costs effect.
ehmm sapa tuh yaaa ;p

Is marriage life will really causing you a double costs?
Is single life means lower costs?
If anybody ask my opinion, this is mine,
I am not going to use any complicated Economic theory, although I got an A score for Economy in the University, well it was the past, I might have better brain at that time, not now :D
I am not going to use the religion perspective too, again, although I got an A for Catholic when I was in Academy and an A score for Islam in University, sorry masbro, maybe I was born half angel ;p  ...
In any Religion we do believe that God will give more wealth to those who get married, right..

Well, my opinion here is more likely based on my simple calculation, which everyone can do.. hahaha

Let say I have Rp1000 in my pocket, how will I spend it,
- 200 for saving
- 200 for meals
- 200 for daily purpose (i.e. transportation + charity)
- 200 for entertainment = hobby
- 200 for home & etc

With that 200, I could get 100 plates of good food, each gonna give me 600 calorie, something over than what a body needs, it might cause an obesity for me, then I must convert a part of the entertainment budget into gym, diet or slimming program. Sometime the instant slimming program are so expensive, and you need to reduce your saving part too.

If we have life partner, do you think we will double that 200 on meals? instead we have option to do the other way around,
Share that 100 plates you can buy in a month with your partner, means you decrease your calorie consumption, means you don't need diet or slimming program, while gym or sport budget may still exist to maintain your health.. which means preventing high cost of seeing doctor..
The transportation cost might be shared as well, and if you want to reduce your entertainment cost, you just need to let your partner do stupid thing, and laugh on it, don't worry next time is your turn :D...  and the massage sessions for sure, eliminate your Spa budget..

My point is, do not make money as a sizing to determine your happiness, single or married, we shouldn't have headache coz money is something you can manage. Live your own life, be proud with yourself not with what you wear, let people respect you as who you are, you are not a brand ambassador (remember, the brand ambassador get paid, while you must pay). Single or married, if you could manage your costs, then you will be happy, if you expect to spend more then be ready to work harder :)

And I love this old words, its true..

Monday, September 29, 2014

Hukum Tabur Tuai

Seorang Petani yang tak menanami ladangnya, bisa jadi tetap memetik hasil, jikalau ada kebetulan dari bibit yg terbawa burung atau angin tumbuh subur dari cukupnya cahaya mentari dan air hujan yg tercurah dari langit.

Tapi tentu akan lebih banyak hasil ladangnya jika ia menaburi sebanyak mungkin benih di ladangnya. Meskipun bisa jadi gagal panen karena hama dan sebab lainnya.

Sama halnya dengan DOA, jika kita banyak berdoa pasti ada saatnya Tuhan mengabulkan, meskipun kadang kala tanpa kita minta pun Tuhan memberikan apa yg kita butuhkan, dan kadang kala doa kita bertahun2 belum juga dikabulkan oleh Tuhan. Percayalah Tuhan Maha Mendengar dan Melihat, dan Mengetahui apa yg tidak kita ketahui.

Hikmah Sepiring Nasi Goreng Kambing

Kalian tahu kan seberapa inginnya aku kembali langsing seperti waktu muda dulu?
Kalian juga tahu kan betapa parnonya aku dengan yg penyakit yg disebut pembunuh manusia modern itu, jantung, kanker, dll dsb itu?
Sehingga aku kekeuhhh cobain segala diet, olahraga, ina inu biar bisa sehat dan langsing..

Lalu apa yg terjadi ketika sepiring Nasi Goreng Kambing disodorkan padaku?
Suara-suara itu pun muncul di benakku..

Saat belum mulai menyendok..
#1 kalorinya berapa inii
#2 kolesterol! asam urat
#3 gorengan! ga sehat!
#4 kudu ikut kelas sepeda nih, kudu treadmill 1 jam nih

Ketika sudah mulai menyendok
#1 keasinan, kemanisan, ga ada rasanya
#2 kemahalan aahh, dagingnya dikit
#3 kayaknya dagingnya ga fresh nih
#4 enakan bikinan guaa

Tanpa sadar aku melakukan sesuatu yg kontradiktif dengan doaku sendiri.. supaya Allah menjadikan aku hamba yg senantiasa bersyukur atas pemberianNya..

Lupa,
bahwa tak semua hamba Allah bisa makan hari itu.. ada yg terlalu papa hingga tak mampu membeli makan, ada yg saraf lidahnya rusak hingga tak mampu mencecap rasa, ada yg terlalu lemah hingga tak mampu mengunyah, entah apa enaknya nasi goreng kambing kelas wahid jika disajikan via selang?

Lupa,
bahwa untuk mengolah sepiring nasi goreng kambing yg rasanya tidak sesuai lidah kita, sama effortnya dengan sepiring nasi goreng yg rasanya cocok dengan kita. mas/mbak koki pasti tidak bermaksud membuatnya tidak enak, atau keasinan/kemanisan tadi. mas/mbak koki juga tidak bermaksud membunuh kita dengan meramunya super enak atau tidak enak, super lengkap dengan banyak daging dan jeroan, atau dengan daging yg irit. kan aku juga suka masak, apa pernah aku bermaksud membunuh customerku saat membuat cake yg magteg, enggaaaaaaaaa.. no waaayyyyyy..

Lupa,
bahwa dibalik sepiring nasi goreng kambing itu, ada proses dan jerih payah banyak orang di balik layar yg harus kita hargai. yahh, persis seperti thread di media sosial beberapa hari lalu tentang kebiasaan orang Jerman menghabiskan makanan sebagai penghargaan kita untuk setiap tetes keringat dibalik penyajian sepiring makanan. nasi dari padi yg harus ditanam pak tani, di beri pupuk, disiram, dijaga dari hama, digiling, disosoh, diangkut ke kota, ditanak, lalu digoreng. emping dari pohon melinjo yg juga ditanam, dipanen, harus dibuka dari cangkangnya, digepuk, dijemur, dikemas, diangkut ke kota, digoreng. acar dari timun tomat cabe yang harus ditanam, dipanen, diangkut ke kota (kadang busuk di jalan jika jalanan pantura lagi ngadat), dipotong-2, diasamkan dengan cuka. piring tempat menyajikannya pun tidak sekonyong2 diterima dari langit, kecuali nanti banyak kiriman piring terbang dari alien yah, saat ini piring itu harus dibuat dan dicuci dengan resiko pecah.

Astagfirullahaladzim, mohon ampunanMu Ya Allah, betapa alpanya hambaMu ini dari kesyukuran atas nikmat yang Kau beri, betapa penuhnya kepala hamba dengan pikiran buruk, hingga alpa melihat keluasan KuasaMu..
bukan salah makanan itu aku tidak lagi langsing tetapi langsung, seharusnya pun aku bersyukur soal "langsung" karena kini ramai sekali teman-temanku menulis tentang pilkada "tak langsung", uppsss beda yah itu wkwkkwkw.. bukan salah makanan itu jika aku jadi ga sehat, bukan salah kokinya juga kalau terasa ga enak..

Ketika kita sudah meminta, maka lakukan bagian kita, Allah sudah memberi rejeki, maka bersyukur dan berprasangka baiklah atas nikmat yg diterima..

#selfreminder




Wednesday, April 30, 2014

Keep Fighting Till The End

Very inspiring video..

He didn't win the race..
He didn't conquer anyone..
He just keep fighting and giving his best..
While mostly people giving up even before taking the race..

Sometime we just need a brave heart and an aim to reach our dream..

Derek Redmond-You raise me up version:
http://youtu.be/X5dgJwEvhrA

Sunday, March 4, 2012

What to bring for Umrah trip

Apa yang perlu dibawa saat Umrah? Wokay berhubung ada yg minta dibuatin list pake rayu-rayu pula, jadi inilah list tentengan eke plus beberapa tips seputarnya ..  Sorry ya ini tentengan versi gue aka versi perempuan  
       1.Tas
a.  Koper Japrem : biasanya kita dapat dari tour/travel kita, jangan lupa beri tanda yg mayan mencolok n signifikan ukurannya, untuk memudahkan kita mencari waktu di Bandara sana (karena biasanya barang-2 sudah geletakan selama menunggu kita proses Imigrasi)
b.  Koper Gede : aku prefer bawa 1 aja yg agak besar supaya semua oleh-oleh bisa nyemplung dan ga perlu banyak perintilan kecil-kecil, biar gampang nyarinya pas di Bandara. Kasih tanda juga yaa.
c.  Ransel Kecil / Tas Pinggang  : untuk kita bawa selama di pesawat, ke masjid (termasuk pas thawaf dan sai) dan city tour, selipin juga plastic kresek utk tempat sandal, kantung parasut/kain yg bisa dilipat.
Pas di pesawat isiannya :
dompet passport, barang berharga, tissue, biscuit/cemilan/permen, wadah minum plastic (dalam keadaan kosong) utk antisipasi pramugari airline lain yg rada males keliling bolak balik bagiin minum padahal penerbangan lama kita butuh minum banyak jadi kita bisa minta air mineral lalu taruh di wadah ini, obat-obatan, penutup mata, bantal leher, kaus tangan, kaus kaki, bolpen, notes kecil, buku doa
Pas ke Masjid isiannya :
wadah minum plastic utk diisi zamzam, plastic kresek tmpt sandal, buku doa/Quran, dompet kecil (utk sedekah / jajan), ID Tag (kecuali udah dipake di leher), kaos kaki cadangan, tasbih, tissue (buat tatakan kalo nangis hihihi), payung kalo mw thawaf siang
Pas city tour isiannya :
dompet passport, dompet coin, camera, hape camera, tissue, cemilan/permen, wadah minum berisi air, sunglass, payung
d.  Gembok Koper (bawa cadangan 1 just in case tuh 2 koper masih beranak lagi *tutup muka*)

2.       Baju Luar
a.  Baju Ihram
Sebenarnya utk cewe baju ihram bisa anykind, tapi org Indonesia banyak prefer warna putih karena berkesan bersih, suci, dan nyaman juga (ga panas). Biasanya kalau 3 hari di Makkah kita berkesempatan umrah 2-3x, so persiapkan baju ihram minimal 2, karena biasanya kalo udah dipake kegiatan Thawaf dan Sai itu baju bakal keringetan ajah, though udah pakai daleman.
b.  Baju Gamis
Paling praktis bawa 2-3 baju gamis warna gelap (utk 6 hari ibadah disana), kemarin daku sih bawa daster batik yg serba panjang sampai ke mata kaki warna gelap yg motifnya ga terlalu ramai (beli di tamcit 50rebuan aja ciin) 4 hari sesuai jumlah hari diluar umrah, dari tahajud sampe isya pakai itu, abis itu buat tidur dah hahaha. Oiya disana beli deh 1 abaya arab yg item itu, praktis kalo mau ga usah bawa banyak baju (cukup modal 2 baju ihram, 2 gamis plus 1 abaya ini, udah deh tentrem)
c.  Baju Tidur
Ga usah rempong bawa kebanyakan baju tidur, cukup 2-3 stel aja or kayak daku pake daster batik itu hihi, toh ga kotor juga.

3.       Baju Dalam
a. Underwear : cd preferably cd kertas + panty liners, bra yg nyaman buat selama penerbangan, kalo mau nyuci disana cukup bawa 3 bra, kalo engga ya disesuaikan jumlah hari.
b.  Kaos Lengan Panjang : ini yg butuh rada banyak, sesuai jumlah hari, bisa juga direplace kaos biasa lalu pakai manset (apalagi kalo gamis/daster yg kita pakai model lengannya lebar). Minimal bawa 2 lengan panjang utk dalaman baju ihram putih, lainnya bisa pakai kaus biasa.
c.  Legging / Celana Training bahan kaus : kalau gamisnya panjangnya masih diatas mata kaki semua, bawa ini rada banyakan. Tapi kalo engga cukup sbg dalaman baju ihram putih saja, plus 1 lg utk dipake pas city tour. Minimal 3 pcs deh.

4.       Kerudung dkk
a. Bergo/kerudung : minimal bawa 4 pcs, unless disana mau beli-beli. Kalau dapat bergo seragam pastikan nyaman dipakai, biasanya talinya kekencengan, dedel aja tali plus bolongan mukanya, tali bisa diganti pita, atau beli renda yg ada elastisnya, jahit alakadarnya aja kanan kiri, supaya nyaman terutama buat selama penerbangan.
b. Mukena : bawa 1 deh ya (atasan aja) terutama berguna saat keluar utk magrib/isya/subuhan, anginnya dingin soalna
c.  Manset :  minimal bawa 1 deh, utk cadangan kalau gamisnya berlengan lebar, bawa 2-3 kalau dalamannya kaus biasa ya.
d. daleman jilbab, supaya rambutnya ga keluar-keluar, bisa juga direplace bandana

5.     Handuk :
   buat mandi seharusnya udah ada di hotel, tapi kalo khawatir ga ada ya bawa aja ukuran sedang (kali-2 nanti berguna juga utk ngelapis botol parfum or botol apalah oleh-2 yg ditaruh di koper). Bawa juga handuk kecil 2 deh ya, bisa berguna utk lap keringet pas thawaf/sai, bisa buat tatakan air mata pas ke makam Rasulullah, terus kalo udara panas, basahi dgn air zam-zam dikit, tempelin ke muka, uadeemm reekk

6.    Obat-obatan :
better bawa dari Indonesia deh yg udah biasa kita minum. yg paling standar adalah obat flu –  troches/degirol - vitamin – obat sakit perut (maag, diatabs or dulcolax) – obat penunda haid dari dokter – obat panas dalam (just in case ga tahan sama panasnya udara disana). Jangan lupa tiap minum zam-zam baca doanya plus baca doa minum obat, insya Allah zamzam juga bagus buat obat penyakit apapun.  Plus conterpain or beli disana aja voltaren cream or radiant massage cream. Lalu minyak kayu putih ukuran mini or minyak aroma terapi (utk di pesawat juga). Salonpas koyo juga lumayan buat ngurangin pegel-pegel en ga pake dingin udahannya (kadang kalau cream counterpain dkk dingin khan pas udahannya). Obat tetes mata. Antimo. Masker debu. Perlengkapan Mandi, deodorant, sunblock, aftersun cream, cotton buds, pembersih muka, lotion. bisa juga beli disana sih semua ini.

7.    Alas Kaki
a.  Kaos Kaki : minimal bawa 5 ya, 7 lebih baik, 2 diantaranya yg bawahnya ada bintik bintik karet anti selipnya (utk digunakan pas thawaf dan sai). Kalo kita ga bawa sarung mukena, yah kaos kaki ini buat modal shalat, jadi kalo mau nyaman ya pake yg bersih lah yaa.
b.  Sandal / Sepatu : bawa sepatu karet yg ringan lebih disarankan (krn bisa dipakai pas city tour en jika hotelna jaraknya jauh dari masjid), ribetnya kalau pas wudhu, jadi kudu tunggu agak kering. Kalau di masjidil haram kita masih bisa wudhu ulang di masjid pakai zam-zam secukupnya yaa (segelas-dua gelas), tapi kalau di masjid Nabawi ya harus keluar masjid, dan dari toilet ke dalam masjid itu jarakna cukup jauh dan lantainya duingin buanget. Jadi mending tunggu agak kering dulu, or pakai sandal japit pas di masjid Nabawi.

8.       Perlengkapan lain
a.  Kotak plastic besar – dari Jakarta bisa digunakan utk bawa biscuit or lauk kering (tericang/pencop, abon) – dari Arab nanti, ini berguna utk bawa kurma (terutama kalau mau beli fresh kurma, supaya ga benjut-benjut n lebih tahan lama).
b.  Pisau lipat (utk potong buah), gunting kecil (utk tahlul n utk buka-2 apa gitu) n sendok kecil (utk adukan kalau mau minum-2 di kamar), pemanas air (kalau sekiranya tidak disediakan oleh hotel), charger, colokan kaki tiga plus partnernya (beberapa hotel masih pakai standard eropa, colokannya kaki tiga euy)
c.  Energen or semacamnya, berguna buat penghangat sebelum keluar utk shalat tahajud di masjid
d. Tea hijau or cairan berserat (macam vegeta or jelly), makanan arab banyakan daging-daging dan berlemak, pastikan kebutuhan serat anda terpenuhi hihihi

9.       Al Quran dkk
Di Masjid Nabawi dan Masjidil Harram tersedia ribuan Al Quran yg bisa dipinjam utk dibaca disana, tapi just in case anda kayak saya yg suka males ribet cari-cari udah sampe mana bacanya mending bawa Al Quran kecil sendiri, or beli disana. Buku Panduan Shalat Sunnah berguna utk pengingat, karena pastinya kita disana perbanyak ibadah di masjid khan maunya. Buku Doa yg dari tour travelnya biasanya cukup lengkap dgn doa-doa yg penting.
Oh ya, biasanya pas di Raudhah or di depan Ka’bah, tempat yg mustajab utk doa, kadang kita justru get lost dan lupa semua doa yg  udah dipikir mau dipanjatkan disana, so biar gampang bawa catatan or diketik di kertas, termasuk titipan doa dari teman or kerabat di Indo (jangan disave di hape, krn kita ga bakal bawa tuh hape ke masjid)

10.   Dompet , Hape, Kamera
Bawalah 2 dompet, yg utama lebih baik tinggalin di safety box kamar hotel saat ibadah ke masjid, cukup bawa dompet coin aja (plus isi uang 100-200 real).  Kemarin ini aku tukar di jkt 1000 real aja, sisanya bawa USD. Di Jakarta yg tukernya ratenya mayan bagus dan ada real pecahan kecil di Sarinah Thamrin (deket ATM centre).  Kartu kredit berguna kalau mau beli emas (di Makkah dan Madinah) plus beli parfum n jam branded di Jeddah (corniche/balad) en di duty free shop bandara. Preferably credit card dari bank asing. Yg ratenya rendah (pas tagihan datang) biasanya Citibank en Mandiri. Debit card dgn logo Visa juga diterima di beberapa tempat. Begitu juga uang Rupiah, ada toko yg mau terima (terutama di balad, Jeddah).
Untuk hape kamera, udah pasti cewe ga bisa bawa masuk ke masjid Nabawi, kecuali nyolong-nyolong (selipin dimana deh gitu), di Masjidil Harram masih bisa, asal jangan terlalu mencolok ditampilin pas lagi mau masuk.
Untuk kamera, preferably bawa yg pocket aja ya, ribet deh bawa yg LSR. Lagian khan kesana mau ibadah bukan mau foto-foto.

Sekian dulu ya, nanti kalo inget yg lainnya ditambahin lagii.. semoga bergunaa.. Selamat ber-Umrah, selamat menikmati indahnya nikmat menjadi tamu Allah dan tamu Rasulullah..


Sunday, February 26, 2012

Umroh 2012 story, the days I fall in love

Sebenernya aku agak lupa gimana ceritanya jadi pingin umroh, secara cita-cita pinginnya ke Mekkah buat haji aja, entahlah, lupa (andi malarangeng mode on), maybe karena bête juga denger antrian haji udah 7 taun aja yee. Pokoke ujug-ujug sometime in November aku woro-woro cari temen, umroh di awal 2012 anyone? ndilalah jeng Dina Udin Siwer (niy satu org ye bukan 3) temen JeNuser bilang mau nemenin. Sempet plirak plirik beberapa rekomendasi travel dari temen-temen, tp akhirnya hati tertambat sama Duta Faras, yg direkomen sama Icut n Nunink.
Dapet info ada umroh awal February, langsung deh grabak grubuk perpanjang paspor dan lengkapin dokumen, suntik meningitis yg naujubile antriannya (kudu standby jam 4.30 pagi di bandara Halim utk dapet nomer antrian awal, secara sehari cuma terima 100 orang, jam 06.00 pagi nomor antrian udah ludes, kalo dapet nomor diatas 50 selamet aja yee nunggu suntiknyee). Asli kita berdua ga pake banyak cingcong pilih travelnya, selama budgetnya masuk ya udah hayo, meski banyak yg bilang mahal tapi ternyata harga ga boong dweh.
Sebelum keberangkatan, pas manasik  di hotel Maharaja, aku udah bisa mengendus (makanan kali yee), niy travel oke niyy, secara di buku programnya udah dibagi tuh kamar berapa, sama siapa aja, mahramnya sapa, bis berapa. Rapi. Liat calon pesertanya, hmm tampilannya ramah-ramah, anget deh rasanya. Aku yg tadinya sempet nervous lama-lama berasa homy juga. Terutama karena dah dapet temen baru yg cihuy, Bunbun Siti yg udah 7x ikut Duta Faras, rame abis orangnya. Alhamdulilah juga ada Sari, temen SMP-SMAkyu yg ikutan n keluarga alm Rina, temen baiknya Icut-Nunink.
H-1, sengaja BB udah off, karena aku tau bakal ribet hari itu sama kerjaan yg bakal ditinggalin, bener aja, jam 9 malem daku baru bisa pulang kantor, badan remuk redam, mau nangis rasanya. Berdoa terus, Ya Allah jangan sampe aku sakit diperjalanan dan disana, apalagi sampe ngerepotin orang. Alhamdulilah Allah permudah J. Hari keberangkatan, dianterin rombongan lenong, nyokap bokap, tante Mir n mas Toni, lewat serpong - kembangan, Alhamdulillah jalanan lancar. Sempet mampir di Alfamart cari pita or apalah buat tanda koper, lupa euy tuh koper khan seragam, bakal keriting aja kalo ga ditandain, pita ga ada, stiker buku mewarnai pun jadilah, hehehe sesuatu banget dah koperku penuh dgn tempelan mikimos, donal bebek dkk.
Sampe bandara, pamit-pamitan sama keluarga, nitipin gadget ke nyokap, n langsung gabung sama rombongan yg udah membirukan terminal 2 bandara soetta. Jam 13.20 kita mengudara pake Saudi Airlines, daku duduk b-3an sama Dina n Sari, mulailah ketawa ketiwinya, tapi kok laper yak, alamak dgn manisnya semua bekel cemilan ada di bagasi, cuma Sari aja yg bawa biscuit Jacobs, mayan deh ganjel sesaat, tapi pan seret juga ga ada air, huaaa. Asli tiap denger pramugari bawa dorongan, kita betiga langsung nengok penuh harap. Setelah beberapa kali tertipu, entah sama dorongan koran tulisan Arab botak or minuman aja, akhirnya datang juga makanan dua jam kemudian. Kalapp, sekejap habis semua hahaha. Sepanjang perjalanan 9 jam ya kita tidur aja, sambil kadang denger music, kadang ngaji, baca buku doa or buku tuntunan solat, tertib deh, takut banget kepancing ngerumpiin orang.
Ibadahnya
Hampir jam 10 malam waktu Arab kita mendarat di Madinah, maklum sempet transit sebentar di Riyadh. Langsung menuju hotel di Royal Dyar, ga jauh dari pintu masuk utama Masjid Nabawi. Makan malam kilat soale udah telat banget, org hotel udah mau pulang, trus dibagiin kunci en masuk kamar. Kami sekamar ber-4, plus bunda Dessy, kamarnya luas ya standar bintang 5 deh, nyaman aja jadinya. Cek cek sejenak, oh ada setrika uap plus meja, oh ada safety box gede, oh kamar mandinya pake bathtub n toiletries udah disiapin utk 4 org, ada kulkas, hair dryer n teko pemanas, juwara ah. Setel alarm n langsung tidur.
Jam 3.30 bel bunyi, langsung grabak grubuk mandi n berangkat bareng ke masjid Nabawi buat tahajud. Merinding daku masuk pelataran masjid, masih kaget ini mimpi bukan yah, apalagi pas didalamnya, mau nangis tapi malu, mau ga nangis tapi dada sakit nahannya. Oiya di Masjid Nabawi ini askarnya galak-galak, asli ga boleh bawa hape berkamera kalo cewe, kalo cowo sih bebas, entah kenapa, mungkin takut kite moto-2in wanita-wanita Arab nan cantik itu. Sari ketangkep basah bawa bebe, langsung disuruh titipin di penitipan, daku secara cuma bawa hape kecil bisa deh ngumpetin di plastic kresek tempat sandal. Tapi meskipun bisa ngakalin askar, ga berani deh songong, takut kena tulah.
 - acara pemeriksaan tas di masjid Nabawi -
 -- nungguin payung mengembang hihi --

Being so closed to our beloved prophet Muhammad SAW, is very nice experience, can’t describe the feeling.  Amazing. Awesome. Wonderful. Grateful. You name it laahh, semua jadi satu. Tiap baca shalawat disana, duh berasa Beliaunya ada di depan kita, merindinggg. Apalagi beberapa hari sebelumnya kita baru ngerayain Maulid Nabi, huaa terharu biru deh, mana Dina bilang terngiang-ngiang lagu Bimbo, rindu Rasul, makin terkoyak-koyak deh kalbu. Noraknya, kita tuh ga tau kalo adzan pertama disana buat ngajak shalat sunnah di sepertiga malam terakhir, jadi kita kaget-kaget, huee udah subuh niyy, baru juga shalat sunnah beberapa rakaat doank, masih bisa witir ga yaa, celingak celinguk bingung. Tapi kok jarak ke qomatnya lama bener yak. Lama-lama baru nyadar pas denger adzan kedua dan ketiga, ooww bullet. Bubaran shalat, kite makin norak lagi, seneng banget liat payung fantasi di halaman masjid yg tadinya kuncup kayak tiang-tiang, baru dimegarin, rupanya biar siang ga panas ya,  iihh kereenn, nganga - photo2, ndeso lah pokoke. Palagi ada bulan purnama bulat nan cantik. Subhanallah.
Abis subuh, kita langsung menuju resto hotel, breakfast cepet-cepet, soale nanti jam 7.30 udah kumpul lagi, program today padat merayap euy, cuma sempet mandi bebek deh. Hari pertama itu kami ziarah ke makam Rasulullah SAW, doa aja sih dari luarnya, trus doa utk Abu Bakar RA, doa utk Umar RA, doa utk para syuhada yg ada di makam Baqi dan merangsek ke Raudhah utk berdoa dan shalat sunnah disana. Bahagia, sedih, haru biru tak terperi rasanya. Hhh yah pokoke gitu deh. Pulang ke hotel, mandi, istirahat bentar, siap-siap brangkat lagi ke masjid utk shalat dzuhur. Nah senengnya sama Duta Faras niy, tiap abis ashar sampai menjelang magrib, kita ada tausyiah dan pembekalan utk program besoknya, satu sisi sih ngantuk pengen banget tidur tapi sayang juga kalo ga ikutan.
Hari kedua di Madinah, abis sarapan kami ziarah lagi naik bis (pake dua bis gode, secara rombongan 98 orang), pertama ke masjid Quba –masjid pertama yg dibangun oleh umat muslim, shalat sunnah di Quba, trus lanjut ke jabal Uhud - jabal Rohmat (tempat Rasulullah SAW menempatkan para pemanah di perang uhud), doa sebentar untuk para syuhada yg dimakamkan disana, foto keluarga, lanjut ke Pabrik Kurma (prosesi lempar reyal hahaha), trus ngeliatin masjid Qiblatain en masjid Tujuh. Ga mampir ke pasar kurma, soale waktunya mephet udah hampir shalat Jumat. Sepanjang jalan kita ditemani celotehan uztad Hadi yg polos, kocak, kadang error sedikit vulgar jadi ga ngantuk (ehm boong dink, tetep aja ada sesi gw molor sampe nganga hihihi). Menurut ceritaan uztad Hadi, di Arab itu hari liburnya Kamis dan Jumat, dan orang Arab itu tipenya ngalong, kalo pagi molor, baru mulai aktivitas jam 10-11an sampe malam.
Shalat Jumat di Madinah, cewe boleh ikutan, waa pengalaman pertama niy ikutan shalat jumat, pas lagi kotbah melongo aja kita dengerinnya, lah ga ngerti sih, tapi kotbah disana sebentar aja tapi kayaknya penuh makna, soale yg kotbah n yg dengerin pada terisak nangis gitu. Abis ashar seharusnya ngumpul tausyiahan lagi, tapi aku ama Dina pilih ngegeletak di kamar, rasanya cape banget. Niatnya malem itu mau nyoba ke Raudhah lagi, tapi karena ga ada temen lain yg mau, akhirnya kita bertiga nyangsang di bin dawood bawahnya Movenpick Madinah, penasaran nyari juz mangga Caesar.
Hari ketiga, hiks hari ini terakhir kami di Madinah, abis shalat dzuhur kudu siap-siap pake baju ihram n menuju Makkah. Sedih rasanya waktu salam perpisahan sama Rasulullah SAW, semoga bisa kesana lagi, semoga kelak bisa bertemu Rasulullah di hari akhir, aaamiin. Mampir ambil miqat di Bir Ali, baca talbiyah rame-rame sejenak, sebelum akhirnya pada tenggelam di alam mimpi. Perjalanan Madinah – Makkah kurleb 6 jam, sepanjang jalan yg kita lewati pemandangannya hamparan bukit batu nan tandus, ada beberapa sih daerah yg hijau, biasanya di dataran yg agak rendah. Ga keliatan ada manusia dan rumah, kecuali di beberapa kawasan proyek (entah proyek apaan), dan beberapa bangunan yg tak terpakai lagi, kayak kota mati gitu. Hmm beratnya perjuangan Rasulullah SAW dahulu.
Sampai di Makkah jam 8 malam lebih, kami langsung menuju hotel Dar Al Eiman Royal untuk makan malam, cek in kamar dan wudhu lagi. Jam 21.30an kami kumpul lagi di lobby utk siap-siap ibadah Umrah. Baru liat luarnya masjidil Harram aja udah lemes daku, tambah lemes pas masuk, tambah lemes pas liat Ka’bah, Subhanallah, beneran niy aye bukan mimpi pan yak. Untung uztad Agil cepet ngajakin kita mulai Thawaf, kalo engga bisa keburu pengsan eke. Pas pertengahan Sai baru deh berasa kaki mulai cekut cekut, uztad ngajakin berhenti sejenak minum zam-zam, waa Subhanallah rasanya seger lagii, lanjut lagi Sai-nya, Alhamdulillah semua bisa menyelesaikan dengan baik sampai tahlul. Balik ke hotel jam 1 dinihari, langsung pada njlep bobo, maklum waktu tidurnya cuma 2-3 jam niy.
Hari pertama di Makkah, acara bebas, sebagian puas-puasin molor sesudah sarapan pagi sampai menjelang dzuhur, sebagian thawaf di lantai bawah hotel (hotel kami Dar Al Eiman ada di bangunan Al Shafwa tower bersama 2 hotel lainnya, ga jauh dari pintu King Abdul Aziz, beberapa lantai di bawah hotel adl pertokoan yg lumayan komplit dan bisa ditawar, penting tuh). Abis ashar kami ngumpul tausyiah lagi sama Uztad Ali. Uztad Ali ngingetin, janganlah kita maksa dan gontok-gontokan untuk bisa cium Hajar Aswad dan shalat di Hijir Ismail, khan kita percaya kalau itu bagian dari pintu surga masa sih kita mau masuk surga harus sikut-sikutan kanan kiri, hmm bener juga uztad.
Hari kedua di Makkah, dini hari kami thawaf sunnah berenaman aja, masih agak lenggang jadi bebas deh kita, kalau kemarin daku banyakan bengong karena masih shock, thawaf kedua ini bener-bener ga terbendung deh air mata, apalagi pas shalat di Hijir Ismail dan doa di multazam, banjir, Subhanallah Alhamdulillah, Ya Allah terima kasih masih mencintaiku. Semua perasaan, senang sedih membaur jadi satu deh. Sempat terpisah satu sama lain, alhamdulilah bisa ketemu lagi, dan solat subuh bareng diii.. tangga!
Usai sarapan kami ziarah mengunjungi jabal Tsur, tempat Rasulullah SAW terima wahyu pertamanya, ga sampe naik ke atas sih soale tinggi bener. Kata uztad Hadi kalo naik makan waktu 1.5-2 jam, kalo turun 5 menit cukup, tapi loncat, wkkwkw, gelo kan. Lanjut lagi ke Padang Arafah, liat-liat tempat wukuf, Mina, Muzdalifah, dari bis doank sih ga pake turun hihi. Liat-liat pohon apa tuh yg ditanam Presiden Soekarno yg tumbuh mayan subur disana. Trus ke Jabal Rahmah, konon ini tempat ketemuannya Nabi Adam AS dan Siti Hawa, our great emak. Ada yg percaya tempat ini pas banget buat doa minta jodoh, ga heran disana banyak tulisan nama-nama, tapi uztad Lalu ngingetin kita, tempat paling mustajab untuk berdoa ya di Raudhah sama di sekitar Ka’bah lhow ya, jadi meskipun doa minta jodoh tetep utamakan di dua tempat itu. Siap uztad.
Seusai dari Jabal Rahmah, kita melongok sebentar ke masjid Namirah tapi ga mampir, lalu ke Ja’ronah untuk ambil miqot Umrah kedua. Balik ke hotel, naruh barang-barang, langsung ngumpul di lobby lagi, siap-siap ibadah Umrah lagi. Mayan juga tuh Thawaf siang-siang menjelang Dzuhur, awalnya aku coba bertahan ehm pakai payung dan sunglass, takut item hihi, tapi pas ngeliat ada umat kayaknya dari Afrika deh, dia buta dan dia semangat sekali thawaf sendiri panas-panas, lama-lama payungku pun menciut.
Abis Umrah kedua, aku dan Dina memutuskan istirahat di Masjid aja dari Ashar sampai Isya karena rasanya kaki teklek banget buat bolak balik ke hotel lagi.
Hari Selasa, hiks hari terakhir kami di Makkah, seperti biasa jam 10 koper sudah harus stand by di depan kamar hotel, jadi kalau mau belanja sesudah jam itu resikonya tenteng selama perjalanan. Kami masih sempat sih beli beberapa cemilan di Bindawood Hilton, beli beberapa post card n tuker duit lagi.  Wah ternyata di bangunan ini ada tersedia jasa kursi pijet, huhuuu kok ya ga tau dari kemarin tho, mayan tuh buat ngelemesin kaki.  Usai shalat Dzuhur, waktunya Thawaf Wada (perpisahan), huaa sedihnyaa, semoga masih diberi kesempatan mengunjungi Masjidil Harram lagi, dalam waktu yg ga lama, aaamiin..
Bergerak menuju Jeddah, rasanya beraatt banget, doohh kok besok pulang sih. Mampir di Masjid Terapung, makan malam di restoran betawi, hatiku udah mulai gamang lagi, belom ikhlas niy kudu pulang. Mana pula ternyata di Jeddah serem yaa kotanya, kalau jalan harus ada cowoknya, meskipun banyak kalo cewe semua tetep serem. Mana banyak mba-mba kulit hitam yg niatnya ngemis tapi karena badannya lebih gede dari kita jadi kesannya intimidasi banget, serem. Huaa I miss Makkah and Madinah already. Besoknya pas menuju Bandara King Abdul Aziz, ada satu perasaan legaa lepas dari Jeddah, tapi pilu ninggalin Makkah and Madinahnya. I’ll be back soon, aaamiin.
Cerita-cerita lucu-sedihnya
  • Yg pasti perjalanan ini kita banyak gembiranya, mungkin karena Alhamdulillah kita dikasih sehat ya, pegel dan masuk angin doank palingan sakitnya,dikelilingi teman yg baik – baik, lucu-lucu dan sama narcisnya, makanan berlimpah, uztad gokil di bis 1, jadi lepas ibadah, entah itu acara makan dan jalan-jalan kita banyak ketawanya.
  • Siwer itu ternyata menular, apalagi sekamar, ada aja kesiweran kami (aku, Dina, Sari, mba Dessy), jadi instead of ngomongin orang kita sibuk nyela-nyela antara kita, yah jujur ada sih yg kita omongin juga, tapi kayaknya dia diomongin seluruh peserta juga wkwkwkw husss. Mulai dari aku yg hebohhh nyari kacamata tidur, sampe seluruh koper ku aduk-aduk n berantakan parah n ternyata tuh kacamata udah bertengger manis di kepala (malu bertanya sesat di kamar). Sari yg nyari-nyari mukena padahal tuh mukena di bangku depannya. Mba Dessy yg nyari name tag padahal tuh name tag udah ada di leher n ketutupan bergonya. Dina yg lepas sandal di luar kamar (udah ga bisa bedain mana Masjid mana kamar ya Din). Kita berempat yg main keluar aja dari kamar n lupa tuh kunci masih nyantel dgn manis di kamar.  Huahaha parah deh.
  • Kita juga punya story sama-sama pernah diomelin dan dikerjain orang. Aku diomelin manager restoran di Makkah gara-gara main comot tissue dari meja sebelah, ya elah mas, tissue doank heboh bener yak. Sari yg dikerjain koki hotel di Madinah, udah ngantri omelet hampir setengah jam lebih, eh pas sampe 4 orang di depannya, tuh koki ngabur gitu aja. Dina yg diomelin mbak-mbak Arab gara-gara di belakang Dina duduk ada 2 Quran geletakan gitu aja, lahh padahal bukan salah dia sih. Sabar sabar.
  • Paling lucu kalo udah acara shalat ngumpet-ngumpet di sekitar Ka’bah pas subuhan, para askar cewe galak bener ngusirin cewe-cewe nekat kayak kita. Disuruh naik, kita pindah duduk di tangga aja, nanti dia meleng kita turun lagi, diusir lagi, naik sebentar turun lagi. Sampe tuh askar bilang, perempuan atas atas, orang gila. Hahaha tau aja istilah orang gila.
  • Lucu lagi acara umpet-umpetan bawa hape kamera kalo mau masuk masjid, ada yg diselipin di kaos kaki, ada yg di perut, ada yg di tas paling bawah, ada yg di kantong baju, ada yg diselipin dalam Al-Quran. Dasar yee tetep usaha. Kalau di masjid Nabawi, semua orang bawa tas diperiksa, kalau di masjidil Harram askarnya meriksa random basis, lucunya baik Dina-Sari-aku sama-sama kena giliran.
  • Bener memang yg dibilang hati-hati sama apa yg kita pikirkan dan kita omongin, terutama di masjidil Harram, karena memang tempatnya mustajab. Malam pertama di Makkah aku sempet mikirin pengen banget makan sambel ijo padang, kepikir pingin ngajak Dina ngesot ke resto padang yg ada sederetan (jauh tapi) dari hotel kita. Sampe subuh di masjid pun masih kepikiran tuh sambel. Pas makan siang, eng ing eng, ada donk semangkuk gede sambel ijo. Subhanallah. Kejadian kedua, pas lagi beriringan keluar dari masjid di jalur pintu 1, aku yg selalu terkagum kagum sama kegantengan dan kecantikan org Arab yg kutemui di Makkah dan Madinah ngebatin, Subhanallah, Ya Allah ini orang cakep cakep banget sihh, kayaknya lucu juga bawa pulang ke Jakarta satu, hitungan detik  yg jalan sebelah kananku (tadinya aku belum liat dia) nengok dan tersenyum manis kepadaku, huaaa cakep banget, astagfirullah langsung aku ngacir melipir ke jalur kiri. Ngeri juga booo.
  • Dengan pintarnya daku cuma bawa satu biji credit card, itupun entah kenapa yg kebawa BCA card which ga ada logo visa masternya, jadi ditolak. Ga bawa rupiah pula, padahal beberapa tempat terima rupiah, mau nukerin USD sayang-sayang. Cakep dah. Debit card diterima juga di beberapa tempat, asal ada logo visanya.
  • Beberapa hari di awal, aku sempat kesulitan ke belakang, padahal udah mengurangi banget makan daging, banyakan sayur dan buah, air zam-zam, air lemon, ngopi coffeemix, tetep ga sukses. Sampai tiba-tiba cling aku keinget buku “Cacing dan kotoran kesayangannya”, waduhh berasa kesindir, jangan-jangan aku termasuk suka bawa kotoran di hati ya, bilang maapin tapi belum, bilang ikhlas tapi belum, duhh astagfirullah, langsung deh mohon ampunan sama Allah, daann besoknya langsung bisa deh, begitupun hari-hari berikutnya. Alhamdulillah, sesuatu banget.
  • Buat acara belanja belinji : buat tasbih – sajadah – emas  lebih banyak dan lebih murah di Madinah terutama di bangunan dekat pintu women toilet. Buat kerudung - abaya – gamis, lebih banyak dan murah di Makkah khususnya di bawah Hilton dan di Al Safwa tower. Untuk cemilan biscuit sana, lotion dkk, di Bindawood aja. Kurma segar di sekitar Masjid Quba or di Balad (toko sampingnya Ali Mura). Pelepah kurma n kurma muda kering yg konon mujarab buat yg mau punya keturunan, kacang-2, kurma dan coklat-coklat Arab juga tersedia dgn harga bersahabat di toko sampingnya Ali Mura itu. Kosmetik Arab, magnet kulkas, souvenir-2, gantungan mobil ada di toko Ali Mura di Balad (Jeddah). Parfum Arab dan parfum branded discount, jam branded discount ada di Corniche mall (Balad Jeddah juga) lantai 5 kalau ga salah. Di duty free airport juga harga parfum brandednya mayan murah.
  • Sepertinya orang Arab lebih suka belajar bahasa Indonesia ya daripada bahasa Inggris, terutama para pedagang, jadi ga usah khawatir kalau tawar menawar disana. Mungkin karena banyak jamaah tajir dari Indonesia, or yg hobi beli oleh-oleh ya cuman orang Indonesia aja ya. Hahaha.
  • Akhirnya ngerasain juga duduk di seat atas. Pas perjalanan pulang ke Jakarta, kita duduk ga karu-karuan susunannya, tercerai berai, daku pindah 2x ngalah sama yg keluarga, sampai akhirnya duduk di atas, depanku uztad Ali yg ternyata kocak dan care sama jamaah, sebelahku pak dosen yg ancur gokil, jadilah kita cela-celaan terus. Kirain di atas sampe duluan, ternyata engga juga, mana toilet cuma satu, tapi mayan soalnya seatku paling belakang jadi makanan dapet duluan hahaha.
  • Berada di tanah suci, banyak banget ujian kesabaran yg kudu ditempuh. Ada yg kena sakit terus menerus selama disana, ada yg kena dan hampir kena copet, ada yg diculik temen yg misterius (note: diajak itikaf berhari-hari di masjid sampe petugas travelnya bingung nyariin), ada yg dapet temen sekamar yg ngeselin, wah pokoke intinye kudu banyak sabar.  Yg aku alamin, selain diomelin sama manager restoran itu, yg biasanya kalo di Jakarta bakal aku balesin tuh omelannya,  ngalamin juga pinggangku dicolek dua kali ama pedagang baju gamis (di Makkah), awal aku pikir kesenggol aja pas dia lg ngambilin baju, pas dua kali baru nyadar, ga mau cari rebut, pilih melipir aja pindah toko lain, rasain lu ga jadi gue belanjain.
  • Waktu city tour di Madinah, daku sempat terlongong pas uztad Lalu keliling bagiin snack n minuman kaleng di bis, dejavu, inget diriku kalo keliling bagiin something or absen peserta pas trip JeNus. Ga nyadar air mata udah ngembeng, Ya Allah, Duta Faras ini JeNus banget ya. Benar terbukti, betapa kebaikan yg pernah kita buat, sekecil apapun itu, pasti akan balik ke kita. Subhanallah. Berasa betul waktu di tanah suci, abis sedekah di masjid, eh langsung dapet hadiah entah makanan atau tasbih dari jamaah lain. Waktu di bandara Jeddah, aku sempat teriak teriak karena nemuin boarding pass seseorang yg jatuh, ehh alkisah di pesawat aku kebingungan cari  passport, panic kuadrat ngaduk-ngaduk tas, ternyata passportku jatuh waktu pindah-pindah tempat,  Alhamdulillah ditemukan dan disimpan dengan baik sama jamaah lain.
Ahh pokoke i want to get another call ya Rabb, please.. panggil aku lagi, mampukan aku lagi.. khan pas bobo siang di Makkah sempet dikasih mimpi aku thawaf digandeng tangan yg putih (ga liat orangnya cuman tangannya aja, malaikat kali yee).. hmm semoga its a sign kalo aku bakal balik.. aaamiinn :)
Labbaik Allahuma labbaik. Labbaik kala syarikalaka labbaik. Innal hamda wanni' mata laka wal mulk laa syarikalak. -- aku datang memenuhi panggilan Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan Mu. tidak ada sekutu bagi-Mu, ya Allah aku penuhi panggilan Mu. sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah milik Mu semata. segenap kekuasaan milik Mu. tidak ada sekutu bagi Mu.
Thanks to my One and Only, Allah SWT.. our beloved Rasulullah Muhammad SAW.. for make this journey happened.. my family yg always support :) .. DUTA FARAS, two thumbs up for you, keep the good work yaa.. my friends Dina - Sari - Bunbun Siti n Budi - Bunda Dessy - Desy - Nani - Dian - Bu Meidy - mba Anna - Anggi and fams - Anton gokil.. semoga kelak kita bisa ketemu or berangkat bareng lagi yaa, aamiin


travel date: 08 Feb-16 Feb 2012
price : USD1850 Quad Room
hotel : Royal Dyar - Madinah, Dar Al Eiman Royal - Makkah, Red Sea - Jeddah
airline: Saudi Airlines
travel co: Duta Faras (www.dutafaras.com) info@dutafaras.com
Jl. Terusan Kuningan no. 25, tel: 5266964-5


Monday, May 31, 2010

Kemenangan Sebuah Kesetiaan

Sepanjang minggu lalu ada sebuah pemandangan yg berbeda yg menghiasi media kita, sesuatu yg tiada perdebatan di dalamnya tetapi justru berisi keindahan, cinta dan kasih sayang. Sejuk sekali, seperti oase di tengah gurun berita yg kering menyesakkan tentang kasus Century, Susno Duadji, pengganti Sri Mulyani, kerusuhan pilkada disana sini, pertikaian selebriti, sinetron-sinetron local yang isinya perang di dalam keluarga, sadis. 


Adalah pemberitaan seputar meninggalnya  Ibu Hasri Ainun Habibie, mantan ibu Negara kita, seorang wanita yang luar biasa, dan kesetiaan seorang BJ Habibie, pria yang juga luar biasa, mendampingi hingga Ibu Ainun menghembuskan nafas terakhirnya. Sungguh menyayat tapi juga membawa damai, inilah saat Tuhan mengirim pesan kepada bangsa Indonesia, berkasih sayanglah, jangan rusuh dan anarkis terus.

Keanggunan seorang Ibu Ainun menyejukkan mata, kesetiaan seorang Pak Habibie yg dikenal serius itu lembut mengguyur jiwa. So beautiful. Terima kasih almarhumah dan Pak Habibie, sudah memberikan contoh yg baik untuk generasi penerusmu. Semoga cinta kalian tak terpisahkan oleh kematian dan tetap bersatu di akhirat nanti, amiinn..

Tak jauh dari kisah kesetiaan Pak Habibie, Pak Mario Teguh pernah mengulas di programnya, bahwa seorang suami yg berniat baik berjuang penuh cinta kasih untuk anak istrinya akan dimudahkan oleh Tuhan dalam rejekinya dan bahkan tak perlu berusaha keras seperti sebelumnya. Beliau mencontohkan apa yg terjadi pada dirinya. Rejeki disini tentu dalam artian luas, bukan sekedar materi ya.

Mungkin ini contoh lainnya. Bosku. Seorang yang pintar dan brilian, really down to earth, meskipun tajir melintir tapi cueknya setengah mati, kalem, ga pernah tinggal sholat tapi tukang celetuk ancur stadium tinggi. Ia berusia lebih muda dariku, dulu kami selevel, tapi karirnya meningkat pesat, diluar kantor pun kini ia menjadi pengusaha yang sukses. Yang membuatku kagum dan salut padanya adalah caranya menyanjung, membanggakan, menyayangi istri dan anak-anaknya. Sejak dulu ia sering memajang foto keluarga mereka di BBM, YM maupun FBnya. Statusnya pun tak jauh-jauh dari kebahagiaan di keluarga kecil mereka, tanpa malu jaim atau gengsi, kerap kali ia menuliskan kekagumannya pada istrinya. Cool. Semoga selalu setia ya Boss. (ini gw ga bermaksud kiss ass lhow bos, tapi kalo gaji gw mau bos tambahin lagi sih Alhamdulilahh.. qiqiqiq)

Di sisi lain, banyak contoh mereka yg berkhianat pada pasangan lambat laun menderita, kebahagiaan semu dari ketidaksetiaan itu hanya mereka dapatkan sesaat, sisanya malu dan sesal. Ga perlu tunjuk muka dan sebut nama, didoakan saja semoga kelak mereka kembali ke jalan yang benar. Pelajaran kesetiaan dari Ibu Ainun-Pak Habibie yang sedemikian indah, semoga bisa membukakan mata kita untuk senantiasa berniat baik dan menjaga kasih sayang pada keluarga dan orang-orang yg kita cintai.

Setia terdengar kuno di jaman ini, tetapi mereka yang setia pasti akan mendapatkan berbagai nikmat dariNya. Insyaallah, amiinn. Bukan hanya setia pada pasangan, tapi setia pada kebenaran, kebaikan dan bahkan pada profesinya..

A tribute to Almarhumah Ibu Hasri Ainun Habibie (may you rest in peace ibu) and her beloved husband, juga untuk para sahabat yang pernah mempertanyakan adakah kesetiaan, untuk siapapun di luar sana yang pernah terluka dan dikhianati.. there is a hope, when you believe..

I always dream of it, menghembuskan nafas terakhirku di pelukan seseorang yg mencintai dan kucintai.. sama seperti Ibu Ainun...

.. sambil nyanyiin lagunya Jikustik..
selang waktu berganti aku tak tahu engkau dimana... tapi aku mencoba untuk setia..

Wednesday, October 7, 2009

Electronic Files untuk Contigency Plan

Salah satu pemberitaan seputar gempa Sumbar yg membuatku sedikit menganga adalah keluhan warga yg diminta menunjukkan surat-surat seperti KTP atau kartu keluarga untuk sekedar mengambil bantuan bahan makanan ke pemerintah setempat. OMG, masih juga birokrasi berjalan kaku untuk mengatur perut-perut yg lapar, padahal mungkin mereka ga sempat menyelamatkan surat-surat itu saat terjadi bencana. 
Tapi dari berita itu aku jadi tersadar, iya yah susah amat kita kalau sampai kehilangan surat-surat penting. Ingatanku jadi melayang ke kebakaran yg menimpa kantorku beberapa tahun lalu, hanya sebagian yg kena tapi semua jadi basah, hmm fire sprinkler bekerja dengan baik hehe, hampir seminggu kantor kami ditutup oleh police line. Berawal dari kejadian itu, Securicor membuat Contigency Plan yg runut dan detail mencakup scenario operasional A-B-C jika terjadi kejadian seperti Gempa-Banjir-Kebakaran maupun Strike dan Riot. Untuk divisi sales selain menyimpan files di gudang data yg bertempat di luar Jakarta,  aku juga menyimpan beberapa file surat menyurat standar, klien list, price list, beberapa scanning surat penting di yahoo mail, yg mudah diakses dari manapun. Sangat-sangat berguna ketika terjadi Strike yg hampir dua minggu melumpuhkan kantor pusat kami. Permintaan klien tetap bisa tersedia meskipun kami harus bekerja mobile.
Kembali berkaca ke gempa Sumbar, bencana tidak pernah kita harapkan tetapi apa saja bisa terjadi, bahkan karena keteledoran kita sendiri (salah buang misalnya), jadi yukks siapin Contigency Plan juga.
1. Bikin fotokopi semua surat-surat yg penting (ktp, sim, paspor, stnk, bpkb, insurance policy, ijazah, sertifikat, jamsostek, buku tabungan, kontrak kerja, referensi kerja, dll dsb yg kira-kira bakal nyusahin kalau itu hilang), titipkan di kerabat yg terpercaya yg tidak tinggal serumah atau manfaatkan jasa perusahaan penyimpanan profesional.
2. Scan juga deh surat-surat tersebut, simpan di hard disk, lebih bagus lagi kirimkan juga ke kerabat yg dipercaya, sekaligus kirimkan juga ke email pribadi yg anda miliki yg bisa diakses dari warnet manapun hehehe. Biar aman pakein password yaa.
3. Foto-foto juga sayang kalau hilang atau rusak kena banjir misalnya, manfaatkan jasa web gratisan seperti picasa, flickr, untuk menyimpan foto-foto anda. Kalau tidak mau dishare ke publik, pilih saja save for personal. Sahabatku Mira punya cerita sedih seputar dicurinya external hardisk yg berisikan foto-foto perjalanannya ke beberapa tempat, sayang khan kalau ga ada copynya. Biasakan simpen foto di bentuk lempengan CD juga ya, kayaknya lebih anti maling.
Semoga berguna :-).. jangan lupa berdoa dan terus mendekatkan diri kepada Allah SWT supaya senantiasa kita diberi keselamatan dunia akhirat, amiinn.. sesekali sempatkan baca Yaasiin dan terjemahannya yah, merinding deh..
luv,
Puspita

Tuesday, June 16, 2009

Sendiri Lagi

..a note writen by my friend, Susan Sriyani.. good to read by heart, good for us to learn.. i've been seeing alot and it's true.. thx Susan udah dikasih ijin buat ngo-pas..
-----------------------------
Pagi yang basah...
seorang ibu tua membuka mata dengan sedikit resah. Ada galau melingkupi hatinya. “Ini, hari pertama tanpanya...”,bisiknya dalam hati.

Lengang..
rumah ini tak seperti hari lalu, menantunya tak ada lagi disini. Di rumah yang biasanya tempat mereka berkumpul. Pagi, biasanya disambut sang ibu tua dengan seanyuman ramah anak lelakinya beserta istrinya, sang menantu kesayangannya itu. Sarapan bersama menjadi rutinitas yang membahagiakan hari tuanya.
Tapi, kini?!

Ibu tua, menghela nafas berat. Terasa berat.
Keputusan bercerai anaknya dengan sang menantu kesayangan sungguh membuatnya matanya terus berair. Rasanya, baru kemarin ia menikahkan mereka.baru kemaren ia mengajarkan sang menantu memasakkan makanan kesukaan anak lelakinya, baru kemarin ia merasakan asyiknya mempunyai menantu perempuan yang bisa diajaknya belanja ke pasar, mengantarnya membeli pakaian dan aktivitas lainnya yang hanya bisa dilakukan hanya dengan perempuan...
dan sang menantu...adalah perempuan yang benar2 sangat memanjakan ibu mertua. Kedekatan mereka membuat sang ibu yang sering sakit2an kembali bersemangat menjalani hidup yang selama ini terasa kosong sepninggal suaminya. Untuk itu, ia tidak mengijinkan sang anak meninggalkan rumahnya. Ia ingin terus ditemani sang anak dan menantu kesayangannya itu.

Waktu berlalu...
sang ibu tua tak pernah tahu. Bahwa senyum yang selalu mengembang ketika mereka sedang berkumpul di ruang keluaga adalah tangis yang berbeda ketika suami istri itu telah berada di kamar mereka. Pertengkaran, ketidakcocokan dan perdebatan sengit senantiasa mengisi kamar yang belum dihuni buah hati itu.
Sang waktu pun tak terkendali. Sang menantu tak lagi bisa bertahan. Ada sesak didadanya, ia tak sanggup lagi terus bersandiwara bahagia di depan sang ibu mertua. Perselingkuhan suaminya tak mampu lagi menahannya untuk tetap tinggal di rumah tua sang mertua yang sangat menyayanginya itu.
Ia sadar, sang suami sudah tak menginginkannya lagi. Sms, chating dan kata mesra hanya sang suami beri buat perempuan lain, bukan dirinya lagi. Sakiiit, perih dan harga diri yang tercampak membuatnya memutuskan untuk meninggalkan semua kenangan manis di rumah tua ini.
Ia sangat menyayangi ibu mertuanya, tapi letih hatinya bersandiwara membuat kesakitan yg teramat panjang jika menghadapi suaminya tengah merindukan wanita lain yang bukan dirinya. Hatinya pun berontak dan ingin lepas dari perih itu.cobaan dan godaan buat sang suami tak sanggup dihelanya. Ia pun keluar dari hidup suami dan ibu mertuanya itu........

Dan...sang ibu mertuapun terpenjara.
Hatinya meronta dan tak mampu lagi berkata. Lesu...gundah...sakit...dan kehilangan.
Ia sedih tak berkesudahan..
sang perempuan itu bukan menantunya lagi...
sang perempuan itu tak bisa tinggal disini lagi...
sang perempuan itu tak ada harapan lagi memberinya cucu buat dirinya.

Ia kini sendiri lagi....
tak akan terdengar lagi senandung sang menantu di kamar mandi itu
tak akan tercium lagi harum opor ayam masakannya...dari dapur itu
tak akan ada lagi serabi hijau yg dia belikan saat sang menantu pulang dari pasar..

dan lantas...
siapa kini yang akan dengan sabar menunggunya di dokter saat sedang perikasa rutin sakit jantungnya?siapa lagi yang mau mendengar cerita masa lalunya dengan suaminya dulu?
Siapa lagi yang akan menyusun menu sehatnya? Siapa lagi yang akan membereskan semua keperluan Hari Lebaran?!
Semua...menantunya yang mengurus!! sudah lama ia mendelegasikan semua keperluan rumah itu padanya...

Sungguh ia sangat jatuh cinta sama perempuan mantan menantunya itu...ia sangat terkesan dengan kelembutannya saat pertama kali dikenalkan anak lelakinya dulu saat pertama dikenalkan dulu?

Tak ada dalam batas fikiran tuanya...kenapa anak muda sekarang gampang sekali jatuh cinta, menikah, dan akhirnya bercerai?!!
apa itu beda prinsip? Apa itu sudah tak ada kecocokan lagi? Apa itu selingkuh?apa itu orang ketiga?! Apa itu soulmate? Apa itu cinta sejati? Apa itu.....
Bah!!!...semuanya melegalkan perceraian menjadi hal yang gampang....
batinnya terus bergejolak...

dibukanya kamar anak dan menantunya yang kini kosong.....

sekosong hatinya...yang sedang patah hati....
yaa....sang wanita tua itu patah hati, kehilangan menantu kesayangan yang diceraikan anak lelakinya.

Diusapnya air disudut mata tuanya.
Kini...aku sendiri lagi, batinnya.....

------ akhir senja, dari kesedihan seorang ibu tua--------- Susan S.MAda----------

(ctt : perpisahan dan perceraian....selalu meninggalkan sakit...yg bukan hanya milik mereka berdua, mungkin juga kesedihan itu ditinggalkan buat semua yang ada disekelilingnya...org2 yg mencintai mereka, anak dan juga org tua....maka, Allah SWT pun membencinya..walaupun itu dibolehkan!! berfikirlah seribu kali.....!!! )

Tuesday, February 17, 2009

2009 - Love Will Keep Us Alive

(pindahan dari blogspot, 12 January 2009)
Tiga puluh tahun lebih hidup dan tinggal di Jakarta, baru kali ini aku merayakan malam tahun baru di pusat keriaan kota Jakarta, sekitar Bundaran HI hingga Monas. Awalnya hanya niat hangout bareng aja pulang kerja (hiya secara kantorku dan kantor Sisca ga pake libur di tanggal 31 Des itu), dinner n nonton bareng di EX or GI yang deket-deket aja dari kantor kita berdua. Pas mau jalan Aritha telpon pingin ikutan nontonnya, requestnya di EX aja, coz di GI susah parkir. Tanpa janjian, malam itu kita berdua berkostum senada, ungu.

Okay deh, lets go rockin d nite !

Walaupun judulnya dinner terakhir di tahun 2008 tetep aja ga boleh banyak-banyak makannya secara kita berdua udah menuh-menuhin bangku kalo duduk. Jadilah pilihan kita dinner yang cukup sehat aja di Bee Bim Bab EX, murmer, sehat dan ngangetin, secara sore itu udara dingin banget dan ACnya terasa menusuk tulang.

Sebelum maem berdoa dulu dunk ya, secara last dinner jadi rada panjang lebar. Bersyukur untuk segala pencapaian di tahun 2008, berterimakasih buat segala kesulitan dan pelajaran berharga yang sudah kita lewati, insyaallah semua itu lebih mendewasakan kita, mengukir sejuta harap untuk segala sesuatu yang lebih baik di tahun 2009. Amiinn. Biarpun minumnya ocha teteup aja angkat gelas. Gambei.

After makan en chat chit chut ringan, meluncur ke XXI, beli tiketna Madagaskar II, lha katanya mo lebih dewasa, kok tontonannya teuteup yaaa.. Ga berapa lama Aritha dateng dianter Yacobus.. nunggu film, ngobrol n foto-foto sampai diomelin satpam..

Ternyata Madagaskar II itu filmnya Sisca n Guilly banget, pasangan kuda nil n jerapah yg saling mencinta.. haha.. peace dek.. gue jadi rajanya aja tuh ya yg narsis sangat, wkekeke..
 Bubaran nonton, ternyata udah jam 23.30 waahh udah mau counting niy.. buru-buru deh kita menuju Plaza Indo, tadinya mau nyebrang ke GI liat acara di fountainnya, tp ohlala ternyata jalanan udah penuh sesak sama manusia, susah deh mau berjalan, untunglah di halaman PI dijaga truk polisi yg gede, jadi kita berdiri-berdiri aja disitu, liat kembang api di bigger fountain, bundaran HI. Hehe seru juga liat hiburan massal gitu. Counting down, tiga dua satu.. Hip Hip Hurray, Happy New Year 2009.. Wish all the best for everyone.
Pesta usai bukan berarti bisa langsung pulang, ternyata jalanan masih ditutup, baru sekitar jam 01.30 kita bisa keluar dari kawasan EX, huaa sepanjang jalan sampahnya banyak banget, sodara-sodara udah 2009 nih masih malas aja sih buang sampah di tempatnya. Lewatin Monas lebih numpuk lagi sampahnya. Menyedihkan. Tak lupa di malam itu kami pun menjalani ritual menurut agama yg kami anut. Menundukkan kepala, meneteskan air mata, bersimpuh dihadapNya. Memulai hari baru dengan senyum, bergandengan tangan dengan mereka yg tersayang, everything will gonna be alright, selama kita bersamaNya maka kasih sayangNya will keep us alive.
My 2009's resolution:
1. Ketatkan ikat pinggang!
2. Stop complaining and thanking God for everything.
3. Creating more, learning more, earning more, giving more!
note : ternyata malam tahun baru yg hanya menghabiskan Rp.75.000 (buat makan n nonton) bisa jadi seru juga. ga harus jauh-2 ke luar kota apalagi keluar negeri.

Sunday, October 5, 2008

Memberi bukan Menerima


Sahabat,
Udah nonton filmnya Laskar Pelangi? Kalau belum yah baca novelnya lahh.. banyak pelajaran berharga lhow..
Mengingat lagi ajarannya Pak Harfan, sang Kepseknya SD Muhamadiyah tempat Ikal kecil sekolah. Hiduplah untuk Memberi Banyak-Banyak, Bukan untuk Menerima Banyak-Banyak. Kata mutiaranya Pak Harfan ini langsung dibahas juga sama seorang pakar politik di Kompas yg berharap para petinggi negeri ini menerapkan ajaran tersebut, hmm kalau itu bisa terjadi pasti Indonesia bakal aman makmur sejahtera yah. Doain aja deh.. semoga. Amiinn.
Memberi itu cakupannya luas, tidak selalu berkaitan dengan harta kekayaan, bisa berupa apapun yg kita miliki, yg jika kita berikan bisa lebih berguna dan lebih bermanfaat untuk si penerima. Harta, Ilmu, Informasi, Tenaga, Doa, Perhatian juga Kasih Sayang. Itulah kenapa dinamakan Kasih Sayang bukan Minta Sayang. Meaning orang yg menyayangi pastinya selalu mengasih aka memberi. Kita bisa memberi tanpa harus menyayangi, tetapi tidak ada yg namanya menyayangi tanpa memberi. Can be anything yg diberi, memberi perhatian, memberi kado, memberi waktu, memberi maaf, anything. Tapi judulnya selalu memberi, bukan hanya menerima apalagi meminta. Karena pada dasarnya Memberi itu lebih baik juga dari pada Menerima. Belajar dari sifat Tuhan juga, Maha Pengasih dan Maha Penyayang.. kenapa bukan Maha Penerima? *cling*
Jadi bersyukurlah orang yg bisa Memberi, menunjukkan kita punya kelebihan, kita punya kekayaan. Dan ketika kita memberi, berilah sebaik-baiknya, dengan cara sesantun-santunnya, kemudian ikhlaskan dan lupakan. Hmm tentu prakteknya tidak semudah teorinya, tapi semua berawal dari N-I-A-T. Adakah niatan itu?

-puspita-

Sunday, January 7, 2007

Saat Tanah Air Menjerit

Pilu rasanya hati ini melewati pergantian tahun di negeri yg sedang panen bencana. Bukan karena suratan takdir dan bukan karena kutukan, tapi bencana yg terjadi karena keserakahan manusia.

Pembabatan hutan di Aceh, Riau, Sumbar, Jawa Tengah, Jawa Timur menuai banjir dan tanah longsor dimana-mana. Lumpur lapindo yang makin meluas. Topan badai yg sudah diperingatkan BMG tapi teteup dilanggar, safety diabaikan, akhirnya memakan korban KM Senopati dan Adam Air.

Tapi, sadarkah kita… saat kita mengurai air mata ribuan ember di penghujung tahun ini meratapi bencana itu, sesungguhnya para binatang, tetumbuhan di hutan di laut sudah menangis pilu bertriliun ember sejak sepuluh tahun yg lalu akibat ketamakan manusia. Mereka pasti begitu bingung, mau hidup dimana lagi, semua ruang gerak mereka sudah dikuasai habis oleh manusia yg tidak ada arifnya lagi.

Tanah air kita juga sudah menangis, berapa banyak luka ditubuh negeri ini akibat menggebunya pengeboran eksplorasi bumi dari sabang sampai merauke, berapa banyak titik penggundulan hutan, berapa banyak sumber air yg sudah tercemar, berapa banyak laut yg sudah rusak. Bener deh tuh lagunya, oh lihat Ibu pertiwi sedang bersusah hati. Laut Jawa pun sampai marah, karena lumpur lapindo dibuang kesana.

Kapan yah manusia di Indonesia ini bisa dididik untuk menjadi penguasa bumi yg arif dan bijaksana, tidak serakah seperti sekarang ini. Bisa berpikir panjang untuk pengelolaan sumber daya yg berkesinambungan, tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan sesaat.

Untuk tanah airku, untuk para gajah sumatera, harimau sumatera, jalak bali, banteng jawa, orang utan, badak jawa yang tersisihkan.. maafkan kami yah… maafkan para petinggi kami yg serakah, menjual negeri ini kepada mereka yg tidak mencintamu.. maafkan para leluhur kami yg punya anak banyak hingga buat negeri ini jadi penuh sesak (bayangkan kalo Aa aja anaknya ada 7, satu anak butuh dibuatkan rumah minimal 100meter, maka butuh 700 meter, lalu untuk bangun 7 rumah itu, butuh berapa banyak kayu ditebang dari hutan yah, butuh berapa banyak pasir ditambang dari Bangka yah, itu baru Aa aja belum orang tua yg lainnya).. semoga kelak kita bisa hidup berdampingan dengan mahluk Tuhan yg lain dengan seadil-adilnya.

Tanah airku Indonesia, negeri elok amat kucinta..
Tanah tumpah darahku yg permai, kini suram bagai neraka..

04 Jan 07
Ma'tir-nya JeNus

Sunday, June 4, 2006

Ketika Gambar Dapat Berbicara


Ketika gambar dapat berbicara
Maka semua keindahan yang kau lihat
Adalah bukti dari ke-Esa-an Nya
Birunya laut, hijaunya tetumbuhan, mekarnya bunga
Tawa bahagia, persahabatan, persaudaraan

Sementara…
Kemuraman dan keburukan yang kau lihat
Pastilah ada campur tangan manusia yang merusaknya

Ketika gambar dapat berbicara
Seharusnya kita dapat memaknainya
Merasupi tiap detik waktu yang ternyata berharga
Dan mengisinya hanya dengan tawa, semangat dan cinta
Lihatlah, betapa muram sebuah gambar dengan gurat kesedihan

Dan betapa indah sebuah gambar yang melukiskan wajah nan ceria

Tuhan sangat mengerti kita
Tahu keterbatasan masing-masing kita
Karena Ia Sang Pencipta
Ketika kita berserah diri dan ikhlas
Maka tak akan ada lagi duka
Karena “Dia akan beri jalan saat tiada jalan
Karena “Dia hanya melibatkan kita sesuai keterbatasan kita

Banyak tempat indah yang kulihat
Beragam peristiwa menarik, just right in time
Saat aku harus terus belajar dan belajar
Menghargai dan mewarnai waktu yang tersisa
Dan sebaik-baiknya semampuku mengisinya
Hingga ku yakin tak ada lagi duka yang sia-sia kurasa

 ita, may 2006

pic 1: Ribka-Me-Sisca, a smile of our everlasting friendship
pic 2: Ajenk lagi interview napi di Nusakambangan yg nyesel bgt bunuh keluarganya