Showing posts with label hotel. Show all posts
Showing posts with label hotel. Show all posts

Wednesday, April 30, 2014

Ibis Styles Hotel Benoa Bali

We had such a pleasant stay at Ibis Styles Benoa..

Yup, the decoration was pretty , the breakfast option were great, the room is spacious - clean and new, the pool is very nice, also the lights at pool when night comes were exotic..

Location is good, easy to find, accross to Holiday Inn Benoa. There is Circle K store, bigger one, at their right side, and some cheap local food around .. 

And we really appreciate for small sticker showing Qibla direction, something simple but highly appreciated.. thanks Ibis Styles Benoa

Wednesday, August 21, 2013

Saranam Resort - Bedugul Bali


Aw aw awww, nemu tempat baru :)

You can find this resort easily on the main road on your way to Bedugul plateau (the famous Beratan Lake & Pura Candi Kuning). Located at Pacung village, they have restaurant at the front side facing the main road wherein you can enjoy the local food and coffee, while the resort is hidden perfectly at the back side. 

I think the greenery of paddy field “terasering” looks more breathtaking rather than those in Tegal Alang Ubud. They have swimming pool (though I would not consider to swim at open air in Bedugul, the air is too freezing for me ;p) and some children playground. And there’s an elevator to take you down hill or vice versa, it helps much if you don’t like to walk. 

The food and beverage price at the restaurant is so so, while the room is offered at IDR600.000 and above. I only stopped by to drink Bali coffee and it was nice, so if you have no time to stay overnight just enjoy their restaurant, it is very relaxing.  If you would like to stay, please bring with you sweater or jacket, sometime it’s freezing and windy at night.
More info please visit their website www.saranamresortbali.com  







Tuesday, June 5, 2012

Kalibaru Rafting & Highland Park Bogor

Alamak, so lama sekali berkunjung kesana tapi belum buat laporan ..

Mid of 2011, kita rafting dulu paginya di Kalibaru River.. it is actually located not to far away from Novotel Hotel Bogor West Java, 1.5 hours drive from Jakarta .. the river is not too big, but we meet many booms (rapids) along the way.. can't stop screaming, really good for your adrenaline.. much more exciting rather than Citarik, a level lower than Pekalen at East Java.. Highly recommend for a quick escape from hustle bustle of Jakarta..



 -- The Team  --

 -- 1st Boom --

-- Killing Boom --

-- Almost Finish --

-- Finish :) --
Finish at 12.00 we still have time to explore Bogor. We decided to see the Highland Park - a Mongolian luxurious camp at the hills of Mount Salak.. close to Curug Nangka aka Nangka Waterfalls .. for more info about the rates, visit their website http://www.thehighlandparkresortbogor.com/en/or call +62 251 848 5 777 
  -- inside the tent, like hotel room --
  -- the Mongolian tent--

 -- the pools, kids will love it --
-
Maximum capacity per tent is 8 pax. Perfect for family, Office gathering, Reunion, Bachelor party hahaha.. They have spaces for outdoor activity, games (flying fox etc) and barbeque .. lovely!

Wednesday, November 16, 2011

[Journey] Bali Short Trip to B Beach - Nanmos - Candidasa - Amed


Ga pernah bosan sama Bali .. biarpun jatah cuti mephet teteup dibela-belain.. so here we are Ita-Cika-Nana, Trio Rempong Bergembira, escape to Bali for celebrating the special date of 11-11-11.. ih sesuatu bangett.. wait, kenapa bernama trio rempong, karena kita bertiga remponnnggg bener tiap pagi, ngeblow n catok rambut, padahal akhirnya karena kepanasan tuh rambut bakal diuwel-uwel lagi beberapa jam kemudian, yuukk maree..`
Malam pertama, mendarat langsung mampir Pecel Bu Tinuk di Tuban yg buka hingga jam 11 malam, beli bungkus utk dimakan di peristirahatan kita malam itu, townhouse Taman Ayu II di Denpasar yg disponsori oleh Mrs. Shuttleworth.. thank you madam , nyaman bener ciinnn hihihi..
Hari Pertama, seharusnya kita cabcus dari Denpasar jam 7, tapi Meme (Ibu) Made telat karena banyak jalan yg ditutup utk upacara, akhirnya baru cabcus jam 8.30, hiks udah mulai panas, belum lagi harus mampir di Jl. Diponegoro utk beli nasi bungkus di Warung Podjok. Ini nasi dulunya Yendrik (ex BM G4S Bali) yg kenalin ke kita thn 2004 kalo ga salah, pertama kalinya daku n Cika liat Dreamland (masih sepi banget Dreamland kala itu), terngiang-ngiang rasanya maka berburulah kita, sebungkus cuma Rp. 10.000 isinya banyak bener (sisit sapi, sisit ayam, sayur, sambal matah, perkedel, sambal kacang) .. maknyuss, palagi dinikmatinnya di Pantai B yg cantik.. hmmm what a wonderful world
B Beach itu sederetan lah sama Suluban (Blue Point), Dreamland, Padang-padang.. jadi dari GWK arah Uluwatu nah sesudah minimarket Nirmala Ungasan cari deh tuh papan petunjuk jalan B Beach, masih relative sepi dibanding Dreamland, tapi jangan coba-coba kesini naik taxi ya, entah kenapa taxi ga boleh nunggu di parkirannya. Tangga turunnya relative landai, dibanding Blue Point n Padang-padang yg cuma cukup seorang itu, viewnya lebih luas dan don’t hesitate, cuantikkk niann, pasir putih, wave yg tidak terlalu galak, airnya biru jernih, belum banyak pedagang.

- B Beach, love it -
Matahari makin terik, perjalanan masih jauh, ga berlama-lama di B Beach langsung menuju Lilo Beach di Ungasan. Sebenarnya namanya bukan Lilo, tp konon jeng Lindsay Lohan seneng banget berlama-lama di pantai yg disebut juga Nanmos Beach (Nanmos ntu nama resto di K resort yg mengelola pantai ini). Untuk mencarinya gampang, dari arah GWK ke Uluwatu liat aja petunjuk jalan ke Ungasan, tinggal cari papan K resort, banyak kok. Kalau dompet lagi tebel, pliz deh jangan pelit, mending bayar aja Rp.250.000 per orang utk masuk ke resort, makan siang + bisa nikmati fasilitas lift utk naik turun ke pantai Nanmos ini. Kecuali yg masih muda, suka hiking, nah boleh deh tuh ikutin cara kita kemarin, naik turun lewat tangga yg adanya di samping pintu masuk resort persis. Tangganya sih proper ya, n cukup lah utk 2 org, kanan kiri masih dipenuhi pepohonan ala hutan gitu, masih terdengar suara burung, monyet dan serangga hutan  yg bersautan (bersautan sama suara kita maksudna). Saking yee ini tangga menguras tenaga n belum banyak orang tahu, jadi sepanjang naik turun itu kita cuma ketemu sama 1 rombongan bule (3 org) yg abis surfing n 1 rombongan (3 org juga) ABG setempat. Semuanya tampak “ngos-ngosan” huaah bikin kita deg-degan tapi makin penasaran. Seneng banget ketika akhirnya sampe ujung tangga, tapi ternyata kita masih harus melalui pantai karang beberapa ratus meter utk bisa mencapai pantai berpasir yg cantik. Nana menyerah di ujung tangga, Cika nekat turun ke karang padahal matahari lagi lucu-lucunya, dilemma niy, stay with Nana or .. akhirna nekat juga mengesot ke karang, dejavu kayak di pantai karang copong Ujung Kulon (tapi itu karangnya hitam, yg ini karangnya putihhh). Asli yg namanya matahari diatas kepala, mau nyusur karang kok panas bangettt, huaa menyerah, akhirnya dadah-dadah doank sama pasir putihnya, huhuhu next time I’ll pay that $25. Perjuangan belum selesai, kembali ke tempat, bener-bener deh ngos-ngosan naiknya, sesuatu banget, tapi alhamdulilah ya puassss. 


 
- Lilo aka Nanmos Beach from Top-
- tangga nan dahsyat, cocok buat adventurer-

Sesuai itinerary, kita langsung menuju arah Bali Timur, malam ini kita bakal nginep di Amed, yuhuuu . Mampir sejenak di Padang Bai, Blue Lagoon (tidak seindah yg dibayangkan), kolam teratai Candidasa, leyeh-leyeh sebentar di café resto depan kolam teratai utk ngejuss n numpang solat, lalu durrr menuju Amed. Pemandangan sepanjang Candidasa ke Amed, indah luar biasa. Meme Made kasih info, ini tempat yg dipake iklannya Bentoel Biru (I love the blue of Indonesia) n RCTI oke. Kereeennn, meskipun jalannya agak horror, meliuk-liuk, menanjak n sempit. Tiba di Amed udah mulai gelap, semula rencana menginap di Eka Purnama, terpaksa dibatalkan karena dari Jemeluk masih 7km lagi, jadilah kami menginap di Villa Corral (1 kamar cukup besar, 1 king bed size + 1 small bed, AC + hot water, tanpa breakfast, 300ribu sajah). Eh ternyata bagus juga, ada beberapa bule yg tinggal cukup lama, menurut mereka spot snorkeling disini cukup bagus. Sayang malam itu batukku makin menggila, ga bisa tidur samsek, hingga pagi-paginya Nana bertitah daku ga boleh snorkelan, huhuhu, tapi iya sih, takut sakitku tambah parah. Hiks sedih banget, next time kudu balik lagi dunk. Dan benar saja info para bule, Nana n Cika puass banget, ikannya banyak, beragam macamnya, no bulu babi, karang cantiknya juga masih ada. Memang sih, aku coba berjalan sedikit, air sebatas betis, sudah terlihat ikan-ikan kecil bergerombol. Snorkeling disini ga perlu sewa perahu, berenang aja sampai kurleb 7-10 meter dari bibir pantai, sewa life jacket 30ribu saja sepuasnya. Sewa perahu lebih puas sih, bisa minta diantar sampai ke Tulamben.


 
- lovely morning of 11-11-11 at Amed beach -
Usai sarapan kami bergegas cek out, tujuan pertama pagi 11-11-11 itu adalah Tirta Gangga, tempat peristirahatan keluarga kerajaan Karangasem, waah cantiknya, amazing, ini khan udah ada dari ratusan tahun lalu yaa, keren banget buat foto-foto, tapi kudu pagi deh kesini, kalau siang jadinya back light terus. Lanjut ke secluded White Sand Beach,  jalannya masih sedikit offroad (not recommend kalau naik sedan), bayar tiket masuk 3rb per orang, then jreng jreng, asli ini pantai tersembunyi banget, udah ada beberapa warung dan payung pantai sih, tapi masih sepi, cuma keliatan bule-bule aja yg ada disini, itupun maksimal 15 orang sajahh.. padahal pantainya keren, pasirnya putih, ombaknya yg disudut-2 dekat karang lumayan kencang, tapi kalau agak ke tengah tenang banget. Menurut info yg didapat oleh Meme Made, tanah disekitar pantai ini sudah dibeli oleh orang Korea, tapi belum sempat dibangun karena terkendala perijinan, huaaa prihatin banget dehh.


 

- hiden White Sand Beach, Candidasa-

Makin siang, matahari makin terasa menyengat, perut udah krucuk-krucuk, cabcusss, kita mau makan di tempat langganannya bu Megawati di deketnya Goa Lawah, tapi kalau diliat waktunya nanggung juga ya, soalnya kita udah plan mau makan di Ubud. Akhirnya diputuskan langsung ke Ubud, nyemil roti dulu utk menahan lapar. Sampai di Ubud, neng Cika dan Meme Made bungkus aja deh Babi Okanya, kita makan bareng di nasi ayam Bu Mangku di jalan kedewatan. Nasi campur ala bu Mangku (20ribuan seporsi) ini isinya ayam betutu, ayam di goreng garing, urap Bali (lawar) dan sate lilit. Enak sihh, tapi menurutku kurang nendang dibanding nasi campurnya Warung Podjok.  
Perut kenyang, tujuan selanjutnya, Sukawati. Yakk mareee belanja, kayaknya wanita gatel ya kalo ga belanja di Bali, betull?, kebetulan tantenya Meme Made punya toko di seberangnya ATM Mandiri, yippie mayan dapet harga miring dikit, kalo ga inget kita ga beli bagasi bisa khilaf tuh belanja disitu. Dari Sukawati kami langsung menuju Sanur, malam ini kita nginep di Little Pond Homestay Sanur. Judulnya sih Homestay, tapi karena rapi, resik, terawat dan homy jadi serasa di hotel bintang dua aja, be honest ini even lebih resik dari hotel Karthi yg di Kuta itu, kolam renangnya sih kecil aja, tapi okelaah. Lokasi si Little Pond ini di jalan Danau Tamblingan, jadi kalau dari McD Sanur (yg di jalan bypass Ngurah Rai) masuk, belok kanan ikuti jalan sampai ketemu jalan Danau Tamblingan, lihat BNI yg besar di sebelah kiri jalan, masuk deh jalan kecil disamping BNI, belok kiri (ada papan kecil Little Pond). 1 kamar dgn fan, hot water, double bed, 150 ribu saja, sementara kalau pakai AC + TV + king size bed jadi 250ribu, ga jauh juga kok kalau mau jalan ke pantai. 
 

- Little Pond Homestay, so homy -

Malam itu kami kedatangan tamu mba Yunet, temannya sahabat kami Dewi Miya, kebetulan Yunet yg bantu kami memesankan Pia Legong yg fenomenal itu. Mba Yunet bersama suami dan Kiel, anak semata wayangnya yg baru sekolah TK tapi hiperaktif dan sudah pintar berbahasa Inggris. Malam itu jadi meriah karena Kiel berkali-kali ngajak kita adu panco, pliz deh Kiel. Sambil mengantar mba Yunet pulang, kami nebeng menuju MCD Sanur, kami mau berburu seafood yg direkomen oleh Jajan-jajan dot com kalo ga salah, Depot Sari Laut H. Muchtar yg tempatnya persis di samping McD Sanur. Sesuai rekomendasi kami memesan Kepiting asam manis, 1 porsi ternyata isinya 2 kepiting yg agak besar, kepitingnya juwara deh, sayang pelecing kangkungnya keasinan dan udang goreng menteganya tidak sesuai harapan, cuma udang digoreng aja gitu plus ditabur bawang putih. Makan disini murah saja, 1 porsi kepiting + 1 porsi pelecing kangkung + 1 porsi udang goreng + 3 tea manis + 3 porsi nasi putih hanyalah 115rb saja. Asli kepitingnya lekker, must try deh, bumbunya ga seperti asam manis lainnya. note: sabar-sabar ya ngadepin yg jualnya, haduhhh sepaaa bangettt


 
- kepiting asam manis depot sari laut-
Pagi menjelang, huhuhu siap-siap pulang deh ke Jakarta. Pagi terakhir ini jadwalnya hanya sarapan pagi di Mak Beng, yg porsinya (masih tetap 28ribu saja seporsi isi nasi putih + ikan goreng + sup ikan) cukup bikin kita kekenyangan sampai sore hari. Lanjut cari pabriknya Pie Susu di jalan Nangka Gang Nuri Denpasar, sayang misi beli Pie Susu gagal, kudu pesan 4 hari sebelumnya ciinn.  Padahal kalau beli di pabriknya ini satu bijinya hanya 2ribu, while di toko jadi 2500. Pabriknya otre banget, ovennya segede gaban ada 4 biji cuyy. Lanjut, mampir Khrisna sebentar beli kacang-kacangan then langsung ke Airport. Duuuh singkat banget perjalanan kali ini, ga puas sih, tapi mayan lah utk pengobat rindu sama Bali n refresing sejenak. See you later Bali. 

Thursday, March 17, 2011

[Journey] 4 Mbaketir Goes to Jogja

Kenapa mbaketir? soalnya kalo masketir kan cowo ;p *garing ya*

Kalau February tahun lalu kami berempat reunian di Bali, nah tahun ini reuniannya di Jogja. Sepertinya bakal jadi acara tahunan, tiap kali Mira lagi tugas ke Vietnam dia bisa lanjut cuti ke Indo then Aca cari tiket juga dari KL. Kita berangkat pas tanggal 25 February, pas Ibu lagi bday, jadi aku cipika cipikinya pagi-pagi buta, trus langsung cabcus ke Bandara. Jam 7 lebih kami sudah mendarat di bandara Adisucipto, tapi harus tunggu Aca yg landingnya jam 8.30, jadi kita breakfast dulu di Bandara. Pak Agung supir sewaan yang kami hubungi udah standby, then ketika Aca tiba kami langsung berangkat ke Gunung Kidul.

Biasanya kalau kami janjian gini, ada dress codenya, itupun kadang masih ada yg melanggar, tapi pagi itu aku-Aca-Nuning ga janjian samsek malah pakai baju dengan warna biru laut yg sama (bukan senada lagi tapi sama) huahahaha jadi kayak seragam.


Perjalanan menuju Gunung Kidul takes 2 hours, itupun dalam keadaan jalanan bagus dan lalu lintas yg tidak terlalu ramai, kami memang sengaja ga mau mengunjungi pantai yg udah pasaran i.e. parangtritis, baron, kukup.. pantai pertama yg kami kunjungi adalah pantai Sundak.. hmm pasirnya putih halus, ombaknya agak tinggi dan pantai datarnya tidak terlalu panjang.. sekilas mirip pantai Cipanarikan di Ujung Genteng sana. Ternyata Nuning agak mabuk sama jalanan yg berliku-liku, jadi kami sempatkan mampir di warung setempat membeli teh hangat untuk Nuning. 

-- Sundak Beach --

Sambil menunggu Pak Agung shalat Jumat di masjid setempat, kami berempat berjalan menuju pantai yg tak jauh dari Sundak, cuma terbatas satu tebing tinggi saja, namanya Pantai Ngandong, huaaa disini pemandangannya cantik sekali..  mirip-mirip Padang-Padang di Bali, tapi pantainya lebih bersih, garis pantai lebih jauh, pemandangan lebih luas, lebih sepi dan ga pakai naik turun tangga yg susah.. Awesome! nikmat banget kami duduk-duduk dipinggir pantai sambil makan nasi goreng dari warung setempat. sepi dan cantik, serasa milik sendiri.


-- Ngandong Beach --

Usai shalat Dzuhur kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Siung.. memang sekilas batu-batunya persis siung macan.. di kanan kiri runcing gitu.. indah dan bersih, tapi lebih ramai dari Ngandong.. sekilas mirip Pangandaran lahh.. pasirnya putih dan halus juga..



-- at Siung Beach --

Lanjut lagi ke Pantai Wediombo, huaa kerennn.. dari atas mirip Sawarna tapi yg ini lebih keren lah yauw, lebih perawan.. tapi kami males turun ke bawah, jadi foto-foto diatas aja.. dilarang protes!

karena hari udah mulai sore, kami bergegas balik ke Jogja, takut hujan dan takut kemaleman juga melintas di jalan yg berkelak kelok itu.. sempat mampir sebentar ke supermarket lokal Peni di daerah Gading, komplit bangett, dari jamu seduh, kompor  minyak, kompor gas, bensin, baju, elektronik bahkan ayam hidup ada lhow..


-- Wediombo Beach --

Masuk kota Jogja sudah lewat magrib, kami langsung cek in ke hotel Schott di jalan Dagen, seputaran Malioboro, huaa ternyata dapetnya di lantai 3, dan naiknya kudu pake tangga , untung aja kamarnya nice, bersih dan karena ini hotel baru aura kamarnya masih enak deh.. karena aku dan Aca lagi palang merah jadi kita satu kamar, supaya sama-sama bisa bangun siang ahahaha..


-- Room at Scott Hotel - Malioboro --

 -- Lontong Kikil Bale Raos --

Habis mandi-mandi kami menuju Bale Raos, restoran yg letaknya di belakang kompleks Keraton, sayangnya pas tiba disana turun hujan jadi kami bener-bener fokus makan.. Nunink pilih bistik jawa, Aca dan pak Agung pilih bistik lidah, Mira pilih garangasem dan sup lidah, sedangkan aku pilih lontong kikil kegemaranku, plus nambah roti jok. Alamak yg namanya roti jok itu beneran kayak jok kursi, kerassss, mirip serabi sih sebenernya tapi versi kerasnya, makannya pakai semur lidah. Huahh nyesel, mending aku mesen lontong kikil 2 porsi ya, secara enak bangettt, seger, yummy. Yg lain-lain juga komennya enak, cepet ludesnya, apalagi garangasemnya Mira, licin tak bersisa. Secara udah jam 10, hujan pula, maka usai makan kami langsung menuju hotel. Bobo, zzz.

Pagi hari, tepat jam 6 pegawai hotel mengantarkan sarapan berupa omelet atau roti bakar meises dan secangkir teh panas. Sambil setengah mengantuk kami sarapan lalu bergegas mandi. Jam 9 tepat Pak Agung sudah bersiap mengantar kami, tujuan pertama
pasar bringharjo dan mirota batik, maklum ini hari Sabtu jadi harus pagi-pagi sebelum penuh. Di Bringharjo kami langsung menuju UD Ibu Murti (di tikungan kedua belok kiri, dari pintu utama), Aca yg sering belanja disini, harganya reasonable n ga pake nawar. Tas-tas batik yg diluaran 20ribu, disini 15 ribu aja gitu, celana bobo juga 17ribu dengan bahan yg cukup baik. Mborong deh. Lanjut mborong lagi di Mirota, as usual aku beli lulur bubukan yg 15ribu segabruk dan kalung-kalung centil. Yaa secara Jakarta banyak kejahatan, mendingan pake kalung centil dah, bebas maling tapi tetep trendy khan. Eehh ternyata Aca doyan juga.

Puas belanja belinji kami mulai kelaparan, langsung ngacir menuju resto Jejamuran, kalap mesen berbagai menu, secara seporsinya cuma 8ribuan, sate, tongseng, jamur bakar pedas, jamur krispy, jamur asam manis. Untuk setiap masakan yg kami coba kami beri nilai 8.5, bumbunya medokk semua, meskipun bahan dasarnya jamur tapi karena bumbunya mantap jadi cihuy deh. Pulang pun kami masih beli kripik jamur krispy, nyamnyam dan ga pake ditambah mecin deh jadi ga sakit di leher. 


-- Taman Sari --
 -- Mang Engking Restaurant --

Acara dilanjut wisata kota ke Taman Sari, foto-foto n dengerin cerita guidenya, jaman dulu aku kesini belum dipugar, ga ada airnya, waah sekarang jadi cantik, kebayang deh tempat ini dulu pasti indah. Naik turun tangga bikin laper lagi ternyata, padahal belum jam 5, kami meluncur lagi ke Mang Engking Soragan Castle, keren lhow bangunannya.. yuhuu, seafood time! udang bakar madunya mantap memang. Sambil nunggu hujan reda kami ngobrol ngalor ngidul, ternyata ga reda-reda malah tambah deras, padahal plan selanjutnya nonton sendratari Ramayana di Prambanan. Untung aja usai magrib hujan reda. Yuk meluncur. Alamak, ternyata sendratari open air baru ada di bulan Mei, lepas musim hujan, yg ada yg indoor, whaaa salah kebetan, ga mantep ah kalo indoor. Yo wis akhirnya ngarah balik n nyangsang di Raminten House, tempat dugem anak muda Jogja.

Lucu juga ternyata Raminten House yg ternyata punya anak pemilik Mirota ini, mau makan aja kudu antri, tapi disediain tempat duduk untuk nunggu plus diputerin film. Nama menunya lucu-lucu, minumannya murah but segambreng. Apalagi liat tetangga pesen es dawet (cendol) yo oloo itu gelas kayak gayung booww. Kami dapat duduk di lantai ketiga, lesehan gitu tapi pakai bangku rotan untuk sandaran. Sayang tetangga banyak yg merokok,
jadi begitu minuman habis kami pun beranjak pergi juga. Lanjut beli kue-kue di Mirota Bakery. Karena sudah larut dan kami sudah kelelahan juga akhirnya balik ke hotel, berniat keluar sebentar untuk jalan-jalan di sekitar Dagen cari wedang ronde dan mie jogja ternyata hujan deras turun tiada henti, yo wis packing aja deh.

Minggu pagi, hari ini kami cuma punya waktu sedikit karena kami harus cek in sebelum jam 11 siang. Maka acaranya hanya jalan-jalan naik becak, ke gudeg Yu Djum beli
dibungkus, ke Abon 37 beli oleh-oleh (ga jauh dari Yu Djum, lengkap dan harganya reasonable, kualitas barangnya bagus-bagus, aku beli bolu emprit di Supermarket Peni 7500 sewadah keras ternyata, yg beli di Abon 37 cuma 5000 isinya lebih banyak dan empukk nian). Trus kita beli jajan pasar di Pasar Pathuk, segala jajanan yg unik-unik dibeli deh, secara Mira turis Jerman n Aca turis Kuala Lumpur ini jarang ketemu makanan yg lucu-lucu. Balik ke hotel, mandi-mandi, dan ngeriung nyemilin makanan unik-unik itu. Pesan taxi, then meluncur ke bandara Adisucipto. Huaaa berakhir liburan singkatnya, next year kemana yaa, pastinya yg ada wiskul n wisata alamnya juga n ada direct flight dari KL, akhirnya tercetus, Medan !! asikk, kebayang serunya 4 mbaketir makan gulai otak di RM Uni Emi. Sebelum berpisah di Jakarta, secara besok Mira udah balik ke Jerman, aku-Mira-Nuning menutup wiskul dengan menyambangi mie ayam Yunus di pasar tebet. This is not a farewell, it just a celebration of our friendship. Wherever we are, we will have a sweet memory of our friendship. See you next trip gals.



======================================

House of Raminten

Jl. FM. Noto no. 7, Kotabaru
telp: +62-274-547315

Resto Jejamuran
Niron, Pandowoharjo, Sleman

telp: +62-274-868170

Mang Engking
Soragan Castle, Jl. Soragan No. 13, Bantul
Telp: +62-274-622972


Bale Raos
Jl. Magangan Kulon No.1

Kraton Yogyakarta
Telp: +62-274-415550

Schott Hotel
Jl. Dagen 57
Telp: +62-274-552686

Pak Agung - Driver, Ph: +62-817266725
(12 jam mobil Avanza + driver, diluar bensin Rp.275rb)

Monday, September 27, 2010

Thavorn Grand Plaza - Phuket Town

Hari terakhir di Phuket, pindah lagi ke hotel Thavorn Grand Plaza di Phuket Town. 

Hotelnya udah tuaaa banget, kayak Hotel Indonesia sebelum di pugar, eh no, even worse, kayak hotel Samudra Beach Hotel yg di Pelabuhan Ratu, begitu masuk lobby aja baunya tengik gitu. Sayang, padahal lokasinya cukup strategis dan bangunanya besar banget.

Kami ambil yg ratenya sekitar Rp.150.000 di agoda.com, dapatnya kamar di economic wing, ohh rupanya hotel ini salah satu favorit backpackers, menurt asisten marketing manager yg menemui kami Thavorn Grand Plaza termasuk direferensikan di trip advisor.

 
Di kamarnya ada satu double bed (terdiri dari dua single bed yg disusun berhimpitan), AC jadul yg bunyinya sumpah berisik, tapi masih dingin sih. Kamar mandi cukup besar, ada bath tub dan air panas. Mungkin ini dulunya hotel ngetop yaa, tapi tidak terurus saja.


Kawasan sekitar hotel cukup menyenangkan utk jalan-jalan, ada pasar buah, mall Robinson yg cukup besar, outlet 7-11,  atm, money changer, restoran, deretan pedagang street food yg lucu-lucu khas Thailand, serta deretan pedagang kaki lima penjual souvenir. Weekend market dan Naka Temple juga terletak tak jauh dari hotel ini. Mereka juga menyediakan fasilitas shuttle bus ke Karon Beach dua kali setiap harinya, dengan pemberhentian di Thavorn Palm Beach Karon. Untuk layanan bus ke airport dapat di tempuh dengan berjalan kaki kurleb 20 menit. 
Yah pokoke kalo temans mau berbackpack ria, cari hotel murmer, bisa lah disini. Tapi kalau mahluk penakut dan alergian sama debu serta bau lapuk seperti saya, hehehe siyap-siyap tak bisa tidur yaa :D.



Thavorn Grand Plaza Hotel
40/5 Chana-Charoen Road
Muang Phuket, 83000
Phone Number: +66 76 222 280
Fax Number:+66 76 222 270

Karon Princess Hotel - Phuket

Masih di Phuket.

Setelah dua malam menginap di Patong, berikutnya kami pindah ke kawasan Karon Beach. Kawasan yang cenderung lebih sepi dibanding Patong. Cucok buat yg mau hunimunan dehh. Jika Patong seramai Kuta, maka Karon adalah Jimbarannya. Masih atas referensi dari Agoda.com, kami dapat harga Rp.260.000 per malam untuk kamar Superior.

Karon Princess juga konsepnya minimalis, bentuk hotelnya memanjang, kalau dari depan tidak terlalu sophisticated tetapi bangunannya simple dan tidak menyeramkan (kami sempat main ke Thavorn Palm Beach dan Hilton, alamakk gede dan luass banget bangunan serta tamannya, jadinya justru menyeramkan ahh).

- bangunannya.. nice laahh -
Lokasinya cukup menyenangkan, sebelah kiri hotel ada minimarket, tempat makan, money changer dan massage. butuh ambil uang di ATM, silahkan jalan kurleb 5 menit ke sebelah kanan hotel. butuh taxi dan tuk tuk service, di depan hotel ada yg mangkal. butuh naik shong tau (kendaraan umum murmer yg menghubungkan patong-karon-kata-phuket) tinggal nyetop di depan hotel.

Ruangan kamar yg kami dapatkan sangat luas, ada satu double bed ukuran king, plus 1 ekstra bed yg nempel jendela, dua buah bangku, rak tv, diluar ada balkon dan dua buah bangku serta tempat jemur. di kamar mandi tersedia handuk mandi, handuk pantai, jubah mandi, sandal jepit untuk kepantai, sandal kamar. ada pemanas air serta hair dryer juga. Kamar mandi dengan bath tub, shower terpisah dan ada jendela yg bisa dibuka (see through boo, kemarin sih kita pakai utk mainan ala panggung unyil hihihihi). 

Makan pagi di hotel cukup lengkap, nasi, pasta, dagings, salad, fruit, roti, omelet, cereal, yogurt dan minuman. makanannya cukup enak. Kolam renang tersedia di lantai 2, cukup panjang (tinggi merata 150m) dan ada whirl pool. air kolamnya hangat lhow, jadi ga usah takut kedinginan. Di hotel tersedia penyewaan motor dan penyewaan internet, meskipun ratenya agak mahal.
Overall nilainya 8 juga, worth the pay, lebih enak kalau pesan kamar yg deluxe karena letaknya agak di depan. Kamar kami (superior) terletak di bagian belakang, untuk yg hunimun mungkin cocok yaa jadi bisa nyepi.

Hotel yg ada disebelah kanan Karon Princess namanya Baan Karonburi resort juga nice, di bagian belakang ada kamar dgn kolam dan whirlpool private di setiap kamar.
sowri tak ade nomor telponnyee ehehehe

Saturday, September 25, 2010

Patong Paradee Resort - Phuket

Bepergian ke Phuket?

Banyak orang menyarankan menginap di Patong beach, jadi kami pun mencari hotel yg murmer di Patong, seperti biasa lewat Agoda.com aja yg ga ribet. Awalnya kami jatuh cinta sama Club Bamboo Resort, tapi kok kayaknya jauh yaa, search lagi, nemu Patong Paradee (Paradise), kayaknya lucu and ga terlalu jauh dari keramaian. Kalau di Jakarta mungkin dia sekelas hotel Cipta kali yaa.

Lokasi hotelnya kalo jalan kaki, kurleb 5 menit  dari Hard Rock Cafe, 5 menit juga dari pantai, 15 menit dari JungCeylon (mall terbesar di Patong, ada Carefournya), 20 menit dari Bangla Road yang happening di malam hari with the lady boy shows.
Letaknya agak naik ke hill, jadi kalo ada tsunami gampang larinya qiqiqi.. konon waktu tsunami tahun 2005 lalu kawasan Patong ini kena lhow.. Lingkungan hotelnya cukup nyaman dan aman, dan tidak terlalu berisik, karena agak jauh dari kawasan yg hingar bingar. Sebelah kanan hotel ada minimarket 7-11 jadi kalau mau beli apa-apa gampang, termasuk makanan frozen (burger, nasi, mie cup) yg bisa dipanaskan disana.
Hotelnya memiliki dua bangunan, modelnya minimalis, bangunan yg agak lama 3 lantai (tanpa lift), bangunan baru 5 lantai (ada lift), kami dapat di bangunan lama lantai 3 pula. Jadi kalau temans mau kesana, coba nego aja minta di bangunan baru. Meskipun disebut bangunan lama tapi tetap terawat dan bersih, belum ada bau tua, masalahnya hanya naik tangga aja.
- the room - 
Kamarnya kami ambil yg standard, ruangannya cukup besar, bersih dan ada balkon diluar, bisa buat jemur-jemur :D. Ada safety box, pemasak air (with coffee n tea), TV, standard bintang 3 lah. Kamar mandi dgn shower dan tersedia air hangat. Hair dryer bisa minjem di reception, kalau mau ke pantai bisa pinjam handuk di kolam renang. Kolam renang imut aja, tapi mayan cape lah kalau bolak balik 10x, dalamnya standar 140m aja. Ada kolam untuk anak-anak juga. Di dekat restoran ada rak buku yg isinya novel-novel berbahasa Inggris, bebas untuk di baca-baca, gratis cinn.
- the balcony -
Makan pagi di hotel berupa roti, omelet, salad, buah, cereals, tidak tersedia makanan berat berupa nasi dan mie dan daging-dagingan, tapi kalau pesan omelet kita dapat juga sosis ayam dan ham (babi).
Overall nilainya 8 lah :) worth the pay.. kemarin kami dapat dari agoda Rp.220.000 per malam net including breakfast, menurut mbak receptionist, booking dari internet jatuhnya lebih murah daripada go show..
Kalau suka lokasi yg lebih dekat dengan keramaian, coba cek The Album Hotel (dia bener-bener dekat dgn Bangla Road n JungCeylon), Hotel Baumanburi juga cuantik, or utk budget traveler di Lamai Inn juga dekat keramaian tuh.

Wednesday, July 21, 2010

Emperor Hotel, Macau

I really like this hotel.. huge room and nice bathroom (with bath tub).. big screen tv with world cup channel (hahaha it is so important, since my beloving team Germany  will play againts Argentina that night)

- nice cozy room -
Located not to far away from the down town, right behind Holiday Inn hotel, it is easy to find the hotel.
- see through curtain to the bathroom -
From the airport, you can take a cab (cost about HKD 60). From the Ferry terminal, you can take a shuttle bus right to the hotel, just ask the information about shuttle bus to Emperor Hotel and they will show you the way.
Highly recommended ! good price (July kemarin ini pas peak season kita kena rate  in IDR jadi 1 jutaan), good place, good service :)
Emperor Hotel
No. 51 Rua de Xangai, Macau, Macau