Showing posts with label friendshiplove. Show all posts
Showing posts with label friendshiplove. Show all posts

Sunday, November 3, 2013

[Journey] Medan Toba 2013 - 2 decades friendship

Sesuai plan 2 tahun lalu waktu kita ke Jogja, our next trip will be North Sumatra. As always, the fix schedule is confirm after Mira, miss expat, arrives from her current base, Germany. Secara waktu jalan-jalannya cuma sebentar jadi kita focus on lake Toba and Medan. A bit curious to see the new airport Kuala Namu, since many people said it is the most modern airport in Indonesia.

And here we go :) ..  leaving Kuala Namu (similar to Terminal 3 - GGK laah, but they have train to the city) at 10.30 am, our first destination is Taman Simalem Resort, at Merek Hills nearby Tongging village, an hour from Brastagi. Its about 4 hours from the airport and we only stop by for lunch at RM Garuda at Sibolangit city. Make sure you have some drink water and snack before you leave Medan, coz its a long ride with many curves, tanjakan turunan kelokan gitu lah.

But its worthy. See the beautiful scenery we have from the balcony of our lodge.



We booked family lodge costs Rp.1.8million per night for a room with 4 beds, its inclusive dinner-breakfast and tour program (i.e. jungle trekking, farmers tour, coffee roasting, labirin etc). The room is clean and spacious, there are 2 mini tv inside, however the toilet and shower is outside the room (4 toilets & 4 showers in each floor).

 -- the family room, mind the messy bed cover please :p --
 -- shower & toilet --
 -- the homy sitting room--

We check in at 15.30, upon had the fresh orange juice as welcome drink, the guest relation, Ms. Pinta, offers if we want to have tour around the orange farms and walk to the small waterfall nearby the tree house. Sure, we can't say no :)

We also visited the honeymoon suite, eucalyptus, its nice with the open air jacuzzi close to the river.

Buffet Dinner was also nice, they have an expat chef with a good knowledge of Indonesian food. I enjoy the green pineapple drink and the clear soup, it was perfect for a cold night. 
Back to the lodge, we spend sometime for chats and laughs, testing new breathable nail enamel, and sleep at 01.00 am.
Wake up again around 4.30, huaa we almost late for the sunrise hunting, fortunately our neighbour inform, yesterday they fail to see sunrise, too cloudy, seems like it will be the same for today, hmm blessing in disguise, we don't feel guilty for wake up late hahaha. But still we go to the view point, and just take a picture of its surrounding.


Miss Pinta, as discussed before, take us to the twin waterfall, to get there we need to walk 1.5 hours through the jungle.. the track is slippery but clear enough, so i guess no one will get lost here.. we meet some monkeys and couple of orang utan, playing happily above the trees, some birds flying and singing, so lively and lovely..
 
 
finally we get there... its not too big, surely nothing compare to the Sipiso Piso waterfall, but it looks good with some layers.

 
 
Back to the lodge, we clean up and be ready for breakfast, they offer Indonesian style (nasi goreng) and American style (toast and omelete), as usual i choose toast and two boiled egg. At 10.00 we leave the Taman Simalem Resort, heading to Samosir Island. 
It takes 3 hours from Taman Simalem to Samosir Island via Tongging, we stop a while at Tongging for taking pictures, the view from Penatapan Tower is so breathtaking, beautiful, too bad, the tower is not managed well. 
Reach the Samosir island, we try to find some meals, it almost 2pm, starved to the max. It's difficult to find halal food in Samosir island, Thank God there is one moslem restaurant, small but fine lah, better than nothing. Feel enough, we go to Tomok port, to catch Ferry to Parapat. Along the way we see many traditional house, where the pets lives below the house.

Aaahhh we missed the 4pm Ferry, have to wait for the next which is 7pm, hiks have to forget my plan to stop by at Roti Ganda, Pematang Siantar. Mau kemana lagi juga bingung, akhirnya nunggu aja di mobil. Sampe Parapat langsung makan malam di deket kantor pos, enak dan puas dan murah hahaha. Reach Medan at 1pm, we stay at Hermes Palace Hotel. 

Day 3, yippiee our culinary day. Start with breakfast, we planned to skip BF at hotel, but we think we need a cup of coffee or tea and some fruits for starter, then we stop by at their rooftop restaurant, no regret, their coffee is very nice.
Our first target today is Bihun Bebek Asie at Jl. Kumango, I went there once, it was so delicious and have read some reference in internet mentioning that it is halal, so, a must to visit again. We take Bentor (becak motor) in front of the hotel, cost Rp.15.000 one way. deal. Mira and Lani enjoyed it very much.



Takes only 7 minutes, and we arrived at Bihun Bebek Asie, all table is occupied, except the one close to the stove, huaaa panasss. Waited for 15 minutes. Good decision to order 2 only instead of 4 portion, it is a big portion. Two years ago it cost Rp.35.000, now Rp.50.000 per portion, but its worthed. The bihun aka rice noodle is so delicate, thick duck meat, and the fried garlic make it so yummy.

Overeating, we decided to go walking back to the hotel, through Jl. Kesawan, we stop by at the historical building Cong Afie Mansion, it reminds me to Blue Mansion at Penang island Malaysia, they are similar, also belongs to the powerful and richest Chinese taipan in the past, but i think this one is slightly bigger.

Our hotel is located in a very strategic area (at least for our culinary purpose), within 15mins walk from the Bihun Bebek, we reach the hotel. And just realize there are some food stall in its surrounding, including the Wajir Seafood, one of our target for this evening.

It is just a starter, we will have some more destination to go, Bika Ati, Bolu Meranti, Manisan Jambu, Soto Sinar Pagi, Duren Ucok, Jala-jala (pancake durian), Sate Kerang, Mie Titi Bobrok, Roti Tissu, Seafood Wajir... to be continued.. hahhaha


Wednesday, March 16, 2011

In memoriam Lina Suria

26 February 2011 lalu, di suatu indahnya Sabtu, seorang sahabatku berpulang dengan sangat mengejutkan, ia terjatuh dari pinggir tebing di Aussie saat berlangsung sesi pemotretan.

Lina kukenal dalam perjalanan ke Karimun Jawa bersama Explore Indonesia di tahun 2005, kami jadi akrab saat sama-sama menggerogoti semangka di meja makan homestay. Aku pergi bersama Ratna, Ajenk, Leo sedangkan Lina bersama kekasihnya Nigel (yg kemudian jadi suaminya) dan rombongan (Celly, Hellen, Chandra, Indah).

Usai trip, kami saling berkirim email - kadang foto kadang cerita lucu. Tak lama kami bertemu lagi di trip Explore Indonesia ke pulau Penjaliran kepulauan seribu, Lina mengajak Venny (yg kemudian ikut trip JeNus ke Karimun Jawa) dan Celly, sedangkan aku bersama Leo-Sisca-Jimmy-Andreas-Azhar. Kami sempat berfoto bersama di deck depan, bahkan di sore hari saat  ombak tinggi menghajar kapal, kami masih sempat tertawa tawa bersama sebelum beringsut kedalam karena ketakutan hihihi.

Lina kerja cukup lama di Smart Tbk, lucunya waktu aku masuk ke Smart Telecom, tak lama Lina justru resign, hallah.
Surprisingly Lina undang aku ke pesta pernikahannya di Hotel Ciputra, megah, mewah, makan meja dengan hidangan yg enak-enak. Undangannya pun spesial, beserta cd foto priwed mereka dan iringan lagu-lagu nan romantis. She sent me one pic of the wedding, still trying to find it. Sejak menikah Lina pindah ke Aussie ikut suaminya. Obrolan pindah ke YM, multiply dan facebook. Lina paling rajin komen foto-foto dan cerita yg ku posting di MP or FB. Ia memang orang yg sangat menyenangkan.

Terakhir kami bertemu di bulan Desember 2009, saat itu Lina liburan panjang ke Medan dan Jakarta. Kami janjian bertemu di Cafe Batavia, kawasan kota tua, sekalian foto-foto sama Venny. Aku pun ijin pulang setengah hari sama bosku, andai aku tahu dia akan pergi secepat ini pasti aku spend waktu lebih banyak dengannya. Kaget ketemu Lina, bodynya tampak sangat subur, Lina bilang suaminya pun panggil ia hipo. Huahaha. Kala itu aku tak sempat buatkan Lina kue, jadi aku bawakan ia beberapa pieces pie susu dari Bali, ia melahap beberapa dan ia serahkan pada mamanya yg ikutan jalan juga. Sesudah itu kami asik jeprat jepret di kawasan kota tua, Lina modelnya, Venny fotografer, aku bagian pengarah gaya plus penjaga tas hahaha.



Puas foto di sekitar Cafe Batavia, kami makan sore di kwetiauw seafood medan dekat gedung Bank Mandiri, Lina betul-betul jaga, jangan sampai daku deket-deket sama makanan yg ada miss piggynya, jadi dia cari yg ada seafood aja.. thanks alot Lin udah menghargai keberadaanku.. trus kita lanjut foto-2 di jembatan merah deket gedung tua BNI. sesudah itu aku pamit naik kereta dari stasiun kota. masih inget banget pas pamitan Lina bilang, next time kalo ketemuan lagi bawain kue bikinan elu ya Ta.

huahuhuhuhu, sedih banget, belum kesampaian bikinin Lina kue.. maapkan daku sahabatku..
memandangi multiplyku, banyak sekali Lina comment dari account Lina Braley.. and I will never see her comments again..
may you rest in peace Lina.. thanks for being my best friend.. gonna miss you.. till we meet again in the next life :)

PS : kita ga pernah tahu berapa lama kita akan bersama orang yg kita sayangi, entah kita atau ia akan pergi lebih cepat, maka berusahalah untuk menjadi kenangan yg manis untuk mereka yg kita sayangi :)

Tuesday, February 8, 2011

Farewell My Idol

.. a tribute to alm Adjie Massaid..


Sabtu, 5 February 2011 lalu aku terhenyak mendengar kabar meninggalnya mas Adjie Massaid, salah satu tokoh yg aku idolakan figurnya.  Sama seperti saat kehilangan Om Sophan Sophian, I’d like to write a note to remember him, maybe in the future me or my kids can learn something from his great ideas and good attitudes. 
Pertama kali nama seorang Adjie Massaid menjadi berarti untukku, selain sekedar know him as an actor adalah saat aku ikut rafting di Arus Liar tahun 2001. Waktu itu aku diajakin my best friend Feby Nasution ikutan acara kantornya kalo ga salah, karena ga kenal sapa-sapa aku malah jadi ngobrol sama para pemandu disana. Dari merekalah aku dengar cerita tentang mas Adjie dkk yg terpikir mengkomersilkan rafting di Citarik untuk membantu perekonomian warga disekitar sungai, yg biasanya sangat bergantung sama hasil pertanian. Mereka bilang meskipun seorang artis mas Adjie mau turun langsung di lapangan, memberikan training atau menservis pelanggan sehingga para penduduk juga semangat. Arung jeram tidak lagi jadi kegiatan adventur yg menakutkan, tapi bisa jadi wisata yg populer.

Cerita itu membekas di ingatanku, sampai kemudian ku copy-paste saat mendirikan JelajahNusa (JeNus) bersama Leo-Jimmy-Nana-Ajenk, meski tak punya modal sebesar mas Adjie dkk tapi kami ingin sekali bisa melakukan sesuatu untuk membantu ekonomi warga pesisir pantai yg selama ini selalu bergantung sama hasil tangkapan ikan, tak banyak yg bisa kami lakukan memang, selain mengajak lebih banyak orang untuk mencintai wisata laut Indonesia. Meski tak berkelanjutan setelah dua tahun malang melintang, kami cukup bersyukur setidaknya kami telah mencobanya dan menularkan semangat itu (hayoo ngacung yg pada ketagihan melaut abis trip Karimun Jawa-nya JeNus :D). Thanks to Mas Adjie for the inspiration. 

Hal kedua yg juga kucontek dari sosok Adjie Massaid adalah kesukaannya memberikan surprise pada hari ulang tahun pasangannya. Inget banget, pas Adjie & Reza baru nikah then Reza bday, waktu itu Adjie kasih surprise berupa konfigurasi lampu obor di halaman rumahnya di Sawangan. Wheeww, it’s awesome. Jangan dilihat dari mewahnya hadiah atau sebuah pesta yg diselenggarakan, tapi bagaimana kesempatan berharga untuk membuat sebaris senyum di wajah orang yg kita cintai itu bisa kita ambil. Kalo ga salah, itu komentarnya yg aku baca di tabloid. Great thought, thanks again mas for the inspiration. Yah meskipun belum bisa kasih konfigurasi lampu obor, konfigurasi sambal botol di atas meja boleh lah ya wkwkwk

Satu hal lagi yg sangat ku idolakan dan ingin kucontek darinya adalah kebesaran hatinya untuk memaafkan, baik memaafkan diri sendiri maupun memaafkan orang lain.  Meskipun di masa mudanya mas Adjie sering dicap orang sebagai playboy, tapi mas Adjie memaafkan masa lalunya dan membuktikan bahwa beliau bisa jadi suami yg setia, bahkan memaafkan dan tetap mengusahakan keutuhan keluarganya saat pasangannya berbuat salah.  Meskipun konteksnya berbeda, pliz deh eke bukan playboy yee ;p, tapi seringkali aku menjudge diri sesempit kesalahan yg di buat di masa lalu dan tanpa sadar sulit untuk melepaskan.  Neeeee, tak betull ini, harus belajar besar hati seperti Mas Adjie aah.
Hal lainnya, tentu semua orang udah pada melihat dan baca secara tersurat yah, beliau baik hati, ramah, pekerja keras, pintar,  sehat, penuh semangat dan tentu saja tampan dan rapih. Waktu liat Obama dilantik jadi presiden dan wanita secharming Michelle mendampinginya, aku sempat kepikiran, duhh moga-moga one day Adjie bisa jadi presiden RI yah, cucok banget deh, beneran ada isi otaknya, tau agama dan tau adat pula, trus didampingi Angie yg juga hebat, huaa mereka pasti bisa mendunia. Ahh tapi apa hendak dikata, Allah berkehendak lain, Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiuun. 

Tapi yg namanya sumber inspirasi ya, tetep he stays in my mind. Bahkan meninggalnya pun bisa jadi inspirasi buat ku, pingin banget bisa dipanggil dalam keadaan seindah mas Adjie, senyum, bersih, ga ngerepotin, saat terakhir bisa berada disamping orang yg disayangi dan menyayanginya, istiqomah, banyak prestasi, bisa meninggalkan ilmu atau sesuatu yg berguna untuk banyak orang, memiliki keturunan yg soleh dan meninggalkan kesan baik di mata banyak orang. Semoga terkabulkan, aaamiin..
Met jalan mas Adjie, semoga Allah memberi tempat yg terbaik untukmu, menerima amal baikmu selama hidup dan mengampuni kesalahan yg pernah kau perbuat, terima kasih untuk semua hal baik yang engkau contohkan..
*dalam rangka memperingati 40 harinya mas Adjie, bikin rafting yuks @ Arus Liar on 26th March, tektok, 2-3 hours rafting aja, anyone wanna join please feel free, tapi maksimal 25 orang aja  yah, secara jalannya meliak meliuk cocoknya pake bis kecil aja gituh*

PS for calon suamiku :)
Aku tak mengharapkan kamu setampan semacho sepintar dan setajir Adjie Massaid, karena aku juga tidak secantik sesexy sepintar dan setajir Angelina Sondakh, apalagi Angelina Jolie *tepok jidat*..  bahkan aku ga bisa naik sepeda, ga bisa berenang, ga bisa bawa mobil manual, ga bisa ganti ban apalagi knalpot, kena angin malam dikit pasti kena flu atawa masuk angin, takut kecoa *tutupin muka*...  tapi setidaksempurnanya diriku ini, berikanlah kesempatan padaku untuk memberikan sebaris senyum di wajahmu, karena aku tak pernah tahu kapan Tuhan memanggilku.. aku memang tak sempurna, karenanya aku membutuhkan engkau untuk sempurnakan aku dengan menjadi pendampingmu.. temanilah aku atas nama Allah, cintailah aku karena Allah dan gaulilah aku atas ijin Allah..  kuingin bersamamu di saat hidup, begitupun di saat mati, dan bersama lagi untuk hidup yg abadi sesudah mati.. aaamiin

Wednesday, May 12, 2010

Cinta di Kala Senja

-- mid of January 2010 --

Menyusuri lorong-lorong sepanjang Malioboro ke Pesindenan sendirian (ups sama pak becak dink), berpayung temaram senja, membuatku setengah terisak. I dont like this situation, especially when am in Jogja in condolence occasion, we just lost our second mom, my sista in law mom. She is a very generous person, though sometime she seems emotional but I understand she doesnt mean to be rude, its all about the dialek and sound. 

Its truly a deep lost. I feel so sad at that time. Moreover when I see the father almost start crying when we sit together for lunch and there is a home band at the restaurant, and he request for a song which reminds him of his beloved wife. "Vision" by Clif Richard. Apalagi pas bapak ikut nyanyi di reffnya.. "when will we meet again, when, when, when" and minta sekali lagi dinyanyiin pas udah habis lagunya..  OMG am drowning to hear that..

Pasangan yang sudah berumur, khususnya yg sudah memasuki masa pensiun, umumnya memang tampak seperti dua anak kecil lagi. Di kala muda penuh romantisme tapi dimasa tua penuh keributan hanya karena hal sepele. Sama yg terjadi dgn bapak ibu kandungku maupun besannya dan teman-teman seperjuangannya dulu. Sering aku menguping ibu bercerita, pak anu ribut sama bu anu gara-gara urusan kupas mangga atau urusan bikin teh manis. Dulu hal-hal itu ga pernah diributkan karena sang suami waktunya lebih banyak di kantor daripada di rumah. Kini di masa pensiun, waktu yg dihabiskan bersama lebih banyak, sementara sang bapak sudah jadi sensitif karena lost of power syndrome, dan sang istri jika ia biasa menjadi penguasa urusan rumah kini merasa kekuasaanya berkurang, sensitif juga deh. 

Kadang aku jadi ketawa kalau ibu mengadu atau sebaliknya, tapi sebentar kemudian mereka akur lagi duduk berdua diteras sambil bergandeng tangan. Nah kalau papa mamanya mbakku ini kalau lagi bersitegang bisa lebih lama, sampai anak-anaknya kepusingan juga. Maka, ketika melihat sang bapak matanya berkaca-kaca menyanyikan lagu Visions itu tadi, I believe the song is addressed to his wife toohh.. rasanya trenyuhh banget.. pasti beliau teringat masa indah mereka dulu di kala muda.. so sweet..

Jadi inget quotes yg pernah kubaca di KFC Blok M Plaza jaman dulu kala, yg bermakna banget hingga kini " you will never know how much you will lost until they are gone ".. when everything is too late, then it said too late.. hiks..
may you rest in peace Ibu Dewi Soeharto.. gonna miss you..

^ita^

Monday, April 19, 2010

a sign to get married soon

Udah lama ga post something in my multiply, banyak cerita, tapi belum sempet edit-edit, lagi banyak kerjaan euy.. so, this time copy paste aja email yg kuterima dari Nunink, kinda like a strike in the bowling alley.. menyindir, menohok banget deh.. its absolutely true, if its all about me than I never come to the right way, and Allah is the best manager in the entire world.. thanks to the writer, sorry that I dont know who the writer is, may God bless you.. enjoyy..

KETIKA ALLAH MENJADI ALASAN UTAMA
oleh seorang yg bijak

Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berani memutuskan dengan siapa aku akan menikah. Aku tidak banyak bertanya tentang calon istriku, aku jemput dia di tempat yang Allah suka, dan satu hal yang pasti, aku tidak ikut mencampuri ataupun mengatur apa-apa yang menjadi urusan Allah. Sehingga aku nikahi seorang wanita tegar dan begitu berbakti kepada suami.

Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak melihat segala kekurangan istriku. Dan sekuat tenaga pula, aku mencoba membahagiakan dia.

Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka menetes air mataku saat melihat segala kebaikan dan kelebihan istriku, yang rasanya sulit aku tandingi.

Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka akupun berdoa, Yaa Allah, jadikan dia, seorang wanita, istri dan ibu anak-anakku, yang dapat menjadi jalan menuju surgamu. Amin.

Sahabat-sahabat, kalau Allah menjadi alasan paling utama untuk menikah, maka seharusnya tidak ada lagi istilah, mencari yang cocok, yang ideal, yang menggetarkan hati, yang menentramkan jiwa, yang.....yang. ...yang.. ....dan 1000 "yang"...... lainnya.. ...Karena semua itu baru akan muncul justru setelah melewati jenjang pernikahan. Niatkan semua karena Allah dan harus yakin kepada Sang Maha Penentu segalanya.

Sahabat-sahabat, ketika usiaku 25 tahun, aku sudah memiliki niat untuk menikah, meskipun hanya sekedar niat, tanpa keilmuan yang cukup. Karena itu, aku meminta jodoh kepada Allah dengan banyak kriteria. Dan Allah-pun belum mengabulkan niatku.

Ketika usiaku 30 tahun, semua orang-orang yang ada di sekelilingku, terutama orang tuaku, mulai bertanya pada diriku dan bertanya-tanya pada diri mereka sendiri. Maukah aku segera menikah atau mampukah aku menikah?
Dalam doaku, aku kurangi permintaanku tentang jodoh kepada Allah.
Rupanya masih terlalu banyak. Dan Allah-pun belum mengabulkan niatku.

Ketika usiaku 35 tahun, aku bertekad, bagaimanapun caranya, aku harus menikah. Saat itulah, aku menyadari, terlalu banyak yang aku minta kepada Allah soal jodoh yang aku inginkan. Mulailah aku mengurangi kriteria yang selama ini menghambat niatku untuk segera menikah, dengan bercermin pada diriku sendiri.

Ketika aku minta yang cantik, aku berpikir sudah tampankah aku?
Ketika aku minta yang cukup harta, aku berpikir sudah cukupkah hartaku?
Ketika aku minta yang baik, aku berpikir sudah cukup baikkah diriku?
Bahkan ketika aku minta yang solehah, bergetar seluruh tubuhku sambil berpikir keras di hadapan cermin, sudah solehkah aku?*

Ketika aku meminta sedikit..... Ya Allah, berikan aku jodoh yang sehat jasmani dan rohani dan mau menerima aku apa adanya, masih belum ada tanda-tanda Allah akan mengabulkan niatku.

Dan ketika aku meminta sedikit...sedikit. ..sedikit. ..lebih sedikit.....
Ya Allah, siapapun wanita yang langsung menerima ajakanku untuk menikah tanpa banyak bertanya, berarti dia jodohku. Dan Allahpun mulai menujukkan tanda-tanda akan mengabulkan niatku untuk segera menikah. Semua urusan begitu cepat dan mudah aku laksanakan.

Alhamdulillah, ketika aku meminta sedikit, Allah memberi jauh lebih banyak. Kini, aku menjadi suami dari seorang istri yang melahirkan dua orang anakku.

Sahabatku, 10 tahun harus aku lewati dengan sia-sia hanya karena permintaanku yang terlalu banyak. Aku yakin, sahabat-sahabat jauh lebih mampu dan lebih baik daripada yang sudah aku jalani. Aku yakin, sahabat-sahabat tidak perlu waktu 10 tahun untuk mengurangi kriteria soal jodoh. Harus lebih cepat!!!

Terus berjuang saudaraku, semoga Allah merahmati dan meridhoi kita semua.

Amin.

" Dengan "MEMBERI" hati ini menjadi lapang dan hati juga menjadi bahagia. So, mulailah memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi hidup ini..."

 

Monday, June 15, 2009

Tiga Hari Yang Lalu

(writen on Friday, 12 June 2009 at 1:32 pm)
 
.. for all my dearest friends..

Tiga hari yang lalu, aku masih sempat baca update status di FBnya Mity, one of my friend, Mity bilang "terserang penyakit lain dan harus ke ICU", di hari sebelumnya statusnya masih kena DBD, badannya ngilu, lemes.. aku masih sempat comment mendoakan supaya Mity cepat sembuh.. semalam dapet kabar dari Sisca keadaan Mity makin ga jelas, virus aneh yg menyerangnya sudah masuk ke darah dan paru-paru, hingga Mity harus bernafas dibantu alat, ia tidak sadarkan diri.. Astagfirullah..

Shock dengernya, rasanya ga percaya.. ga terbayangkan seorang Mity yg rumpiwati, lincah, mandiri terbaring sakit dengan alat di hidung dan mulut.. duuuhh pasti dia ngerasa keganggu banget pingin menyingkirkan alat itu n kembali cuit cuit ngobrol kesana kemari dengan suaminya, anaknya, teman-temannya .. Ya Allah Ya Rahman .. irhamna irhamna.. tolong beri kesembuhan buat Mity.. amiinn amiinn..

Kalau tidak salah, aku sendiri baru ketemu Mity tiga atau empat kali, kebetulan dia teman kuliahnya Sisca, my best friend yg udah aku anggap adikku sendiri.. lucunya nyambung-nyambung aja dan berasa udah lama kenal.. malah dia sempet-sempetnya jodohin aku sama sepupu jauhnya... lama ga ketemu, ketemu lagi di facebook, ehh Mity punya tampilan baru, rambutnya udah ga cepak lagi, udah pake jilbab, uuhh seneng ngeliatnya.. apalagi ngeliat Mity begitu bahagia pas punya baby.. baca aja di FBnya, she proudly called it her new life..

Cuman bisa berharap mukjizat dari Allah untuk kesembuhannya .. karena aku belum sempat bilang terima kasih untuk persahabatan yg sempat terjalin, terima kasih udah taking care of my sist.. sampe kepikiran buat ngenalin ke sepupunya, sampe pas mau bikin proposal jualan kemana tuh ya, dia telpon aku juga.. thank you for your trust on me, Mit.. maafin gw ya kalo gw pernah bikin elu kecewa..

..... aku jadi inget juga sama keluarga dan temen-temenku yg lain ..........
..... ndak pernah tahu apa yg akan terjadi besok, dua hari atau tiga hari lagi.....
..... bisa jadi aku jadi terbaring juga..........

so, better late than never khan.. just wanna say thanks for all friendship, all good relationship, all your trust on me.. great time we had together.. please forgive me for any inconvenience I did to you.. *lagunya Afgan niyy.. Terima Kasih Cinta*

Especially buat temen-temenku yg meski udah bertahun-tahun ga pernah berubah cintanya padaku, just like my lovely family.. folks, you know how much i love you khan :-)

En buat temen-temen yg pernah kepikiran buat ngenalin gw (dalam rangka jodoh-jodohan) ihihi, walaupun endingnya ga sesuai yg kalian harapkan.. mungkin buat orang lain itu hal kecil aja, iseng-iseng berhadiah, nothing to loose bahasa jawanya.. but gw thanks banget, at least you guys trust on me.. kepercayaan adalah suatu hal yg sangat berharga lhow.. so, may God bless you and your family.. Eny-Eka (yg ga pernah bosen kasih nominate ke gue dari jaman SMA), Lany-Tri, Sisca, Ribka, Leidi, Riri, Ndah Dadank, Nunink, Ria Gemblong, Eny Rus, siapa lagi yaa.. hihi maap kok jadi hilang ingatan sih gw..

En kalo kepikiran Mity susah napas, jadi inget gw pernah juga beberapa kali masuk UGD gara-2 ga bisa napas.. uahhhh so, jangan pernah lupa bersyukur masih diberi napas tiap bangun pagi yaa.. Eny Rusmijati hehe, dirimu pernah ngangkut gw ke RS khan pertama kali gw megap-megap.. so thanks yaa En (tulung bilangin Pak Hermanus juga yaa).. surely Mas Wiko, yg udah bosen kali ngeliat gw dying ya mas.. hehe.. semoga Allah membalas kebaikan kalian yaa.. aminn..

..... hari ini, besok, dua hari lagi, tiga hari lagi....
..... mungkin aku ga bisa update status di FB lagi.....
..... mungkin aku ga bisa berceloteh ria lagi di Multiply....
..... mungkin aku ga bisa bikin kue lagi....

(oiya, makasih buat guru-guru bakingku di NCC, dapur ngebul teruss)
..... mungkin aku ga bisa jualan SMART lagi...
(am so proud for being a part of Sinarmas Group Family, terserah orang lain mo bilang apa)
..... mungkin aku ga bisa jalan-jalan lagi ngiterin Indonesia tercinta....
(am so proud juga for being a founder of JelajahNusa en tetap setia mensupportnya)

Ade, yg duduk disamping gue, thanks yaa udah muterin lagu Saat Terakhirnya ST12 pas gw nulis ini.. haia bikin gw tambah meleleh aja luuu.. pulang cepet yuuukkk... hihihi..

Life is a constant change, dont expect things to be the same for the whole life..

Mity, cepet sembuh ya darlink..
Cici Ribka, cepet baik juga yaa ci...

Luv,

..innalillahi wa inna ilaihi rajiuuunnnn... baru dapet kabar dari Sisca, Mity udah berpulang ..

Tuesday, February 17, 2009

Weddingnya Martin & Karen

26 Desember lalu, after dinner sama Ribka di Sushi Groove Setiabudi, aku-Sisca-Anna-Munawar cabcus ke Bandung.


Berangkat jam 22.30 sampai Bandung jam 01.30, secara itu long weekend hotel pada penuh dunk ya, kita gedor deh rumah saudaranya Anna, mba Dewi di Buah Batu (deket kantornya SMART Bandung hehe). Lama banget ngetok-ngetok ga ada yg ngebukain, ditelpon ga diangkat. Jadilah kita memutuskan tidur di pom bensin. Haha pengalaman pertama neh tidur di pom bensin. Besok paginya baru deh kita ketok rumah Mba Dewi lagi n lanjut tidur sampe siang.


Siangnya pamitan, trus mampir ke Amanda, lanjut ke yogurt cisangkui, kangen strawbery yogurt nbaso cekernya, abis itu langsung meluncur ke Nuart Cafe di daerah Setra Duta, belakangnya Univ Maranatha itu deh, tempat resepsi pernikahannya Martin & Karen. Martin ini bule Jerman yang kita bertiga kenal sewaktu jalan ke Lombok tahun 2004, berawal dari minta tolong fotoin akhirnya jadi temen sharing info traveling. Secara dia sempat kerja di Bali Camp n hobby travel by bike, jadilah daerah Bali yg mblusuk-mblusuk aku tahu darinya. Martin juga yg bilang bolak-balik kalo aku harus bersyukur Indonesia-ku ini negerinya indah sekali, dia pernah backpacking ke beberapa benua and according to him Indonesia is d most beautiful.


Fortunately, istrinya Karen anak Bandung yg lagi ambil S2 di Jerman. Jadi deh resepsinya di Bandung, di galerynya Nyoman Nuarta. Tempatnya keren buanget, pokoke romantis plus agak mistis, secara pohonnya guede-guede banget. Congrats yaaa Martin & Karen.. wish you all happiness ever after, together forever.. Glad to see you happy :-)

Empat Orang yg Kamu Temui dlm Hidup

copy-paste dari milis :-)

-------------------------

Hidup adalah proses menemukan cinta, setiap orang perlu menemukan 4 orang dalam hidupnya:

Orang pertama adalah kamu,
Kedua adalah orang yang sangat kamu cintai,
Ketiga adalah orang yang sangat mencintai kamu,
Keempat adalah orang yang dengan siapa kamu menghabiskan sisa hidupmu.

Dalam hidup, pertama kamu akan bertemu dengan orang yang sangat kamu cintai dan belajar bagaimana rasanya cinta itu. Karena kamu sudah tau rasanya cinta, kamu dapat menemukan orang yang sangat mencintaimu.
Setelah kamu mengalami bagaimana rasanya mencintai dan dicintai, kamu akan tahu apa yang paling kamu inginkan. Kemudian kamu akan mencari orang yang cocok denganmu, yang dengan siapa kamu bisa menghabiskan sisa hidupmu.

Sedihnya, dalam kenyataan hidup, ketiga orang ini biasanya bukan orang yang sama.

Orang yang sangat kamu cintai tidak mencintaimu.
Orang yang sangat mencintaimu, bukan orang yang sangat kamu cintai.
Dan orang yang dengan siapa kamu menghabiskan sisa hidupmu, bukan orang yang sangat kamu cintai dan bukan orang yang sangat mencintaimu. Dia hanyalah orang yang kamu temukan *diwaktu dan di tempat yang tepat*.

Yang manakah kamu dalam kehidupan orang lain?

Tidak ada orang yang hatinya dengan sengaja berubah.
Pada saat dia mencintaimu, dia sungguh-sungguh mencintaimu.
Tapi saat dia tidak lagi mencintaimu, maka dia sungguh-sungguh tidak mencintaimu lagi.
Ketika dia mencintaimu, dia tidak bisa berpura-pura tidak mencintaimu.
Sama halnya saat dia tidak mencintaimu lagi, dia tidak mungkin berpura-pura mencintaimu.

Ketika seseorang tidak mencintaimu dan ingin meninggalkanmu, kamu harus bertanya pada dirimu apakah kamu masih mencintainya. Jika ternyata kamu juga tidak mencintainya lagi, jangan mempertahankannya hanya demi harga diri.
Jika kamu masih mencintainya, kamu harus mendoakan kebahagiaannya dan berharap dia akan bersama orang yang sangat dia cintai, jangan halangi dia. Jika kamu menghalanginya menemukan kebahagiaanya bersama orang yang dia cintai, itu sudah menunjukkan kalau kamu tidak mencintainya. Dan jika kamu tidak mencintainya, hak apakah yang kamu miliki untuk menyalahkannya atas perubahan hatinya?

Cinta tidak harus memiliki, jika kamu suka bulan, kamu tidak dapat mengambilnya begitu saja dan memasukkannya ke baskom. Tapi sinar rembulan masih bersinar untukmu.
Dengan kata lain, ketika kamu mencintai seseorang, kamu tidak bisa menggunakan cara lain untuk memilikinya. Biarkan dia menjadi memori permanen dalam hidupmu.
Jika kamu sungguh-sungguh mencintai seseorang, kamu harus mencintainya sebagaimana adanya. Cintailah sifat baik dan buruknya. Dengan alasan kamu mencintainya, kamu tidak bisa berharap dia menjadi seperti yang kamu inginkan Jika dia tidak bisa berubah menjadi seperti yang kamu inginkan, maka kamu tidak mencintainya lagi.

Ketika kamu sungguh-sungguh mencintai seseorang, kamu tidak bisa menemukan alasan kenapa kamu mencintainya. Kamu hanya tahu bahwa dimana pun dan kapan pun, saat baik atau buruk, kamu ingin orang tersebut berada didekatmu. Cinta sejati adalah saat dua orang yang dapat melalui masalah-masalah tersulit tanpa meminta janji atau daftar kriteria. Dalam satu hubungan, kamu harus berusaha dan memberikan waktu, tidak selalu di posisi penerima. Terpisah satu sama lain merupakan satu ujian, jika hubunganmu tidak kuat, kamu akan mengaku kalah.
Cinta sejati tidak akan pernah menjadi benci.

Ketika 2 orang saling jatuh cinta, mereka suka membuat janji dan sumpah.
Mengapa mereka saling meminta janji dan sumpah? Karena mereka tidak percaya satu sama lain, mereka tidak percaya pasangan mereka. Janji dan sumpah tidak ada gunanya; sampai langit rubuh, sampai laut kering, cintaku padamu tidak akan berubah. Semua orang tau kalau langit tidak akan pernah rubuh, laut tidak akan pernah kering, lagipula, saat itu terjadi apakah kita masih hidup?

Berhati-hatilah jika berjanji, jangan memberi janji yang tidak bisa kamu pegang, jangan bersumpah demi sesuatu yang tidak akan pernah terjadi. Karena sumpah itu tidak akan pernah terjadi, jadi tidak berbahaya jika menyebutnya begitu saja. Ingatlah, berjanji demi sesuatu yang tidak akan pernah terjadi adalah hal yang paling menyentuh perasaan!! Dalam satu hubungan, apa yang kamu katakan adalah satu hal, tapi apa yang kamu lakukan adalah hal lain.

PS: Kata-kata di atas sangat bermakna dan mudah dituliskan tapi sangat sulit untuk dilakukan.

 

Mom, An Endless Love

(pindahan dari blogspot, yg kuposting 27 April 2008)

Believe it or not, di usiaku yg udah setua ini (33 wanna be) aku masih jadi anak bungsu yg kolokan sama ortu. Ga pantes banget. Gimana ga kolokan, kalau lagi di rumah bangun pagi masih kudu diteriakin ibu/bapak, pas bangun udah tersedia teh anget. Kalau mau pergi keluar kota masih disanguin uang kecil, walaupun alasannya buat beli oleh-oleh, or kadang dibekelin makanan juga. Well, as long as bikin mereka happy aku sih seneng-seneng aja, toh bekel bikinan Ibu pasti ketelen secara enak.

Sebenarnya ga gitu banyak jenis masakan or kue yg ibuku kuasai, but everytime she makes it, she adds a special ingredient that is not sold in groceries, LOVE. Hmm sepertinya hampir di semua yg ibu lakukan memang didasari cinta dan kesukaan melakukannya. Makanya hampir di semua hal, she is doing it well, almost semua yg dihasilkan tangannya bisa jadi duit.

Jahit, iyalah, secara ibu memang les khusus utk itu. Katering, khususnya kue-kue, rekornya ibu adalah 750 dus berisi 4 jenis kue yg dia masak sendiri n cuma dibantuin 1 pembantu, amazing padahal pas baru nikah ibu ga bisa masak apapun, dadar telur aja gosong. Florist, dulu ibu terima pesenan juga utk bikin hand bouquet, dan sering banget menang lomba antar departemen. Jadi tukang kredit di Pasar Minggu, pernah juga, hehe preman banget yak . She also has green thumbs, pohon apapun yg ditanamnya hidup dan subur. God creates her as a talented woman, I guess. Waktu mudanya dulu ibu juga aktif banget, ikut gerakan Pandu, gamelan, nari (ibu dulu sering nari di kraton n gedung gubernuran Yogya lho), nyanyi di RRI Yogya, jago renang (nah lho bingung khan kok anaknya ga bisa renang). Pas masih kuliah sempat juga nyambi kerja jadi PR di perusahaan mangaan DIY. Well aku yakin kalau dia ngelanjutin berkarier saat itu pastilah ibu udah jadi direktur dimana gitu.

Diluar semua bakatnya, I always adore her as seorang perempuan yg ga pernah neko-neko. Terlepas dari apapun agama yg dianutnya Ibu sangat takut dan cinta Tuhan, dia juga setia sama bapak, dan selalu sabar ngadepin anak-anaknya (terutama si bungsu yg ajaib ini), selalu bijak ngadepin orang-orang aneh yg ada di sekitarnya, dan selalu punya cara mengatasi keadaan sulit. Ibu ga pernah menyesali kuliahnya di kedokteran gigi dan sastra inggris UGM yg ga sempat selesai karena keburu menikah dan hijrah ke Jakarta. Ibu ga pernah berhitung bahwa selama ini tabungannya cuma habis buat ngejajanin anaknya, dan dia ga pernah nuntut anaknya utk berprestasi sebagai timbal balik atas pengabdiannya. Waktu terima raport di kelas 2 SMA, aku dapat ranking 35 karena males banget sekolah dan bolos melulu kerjanya, tapi ibu sama sekali ga marah, cuma ketawa aja dan bilang ”ah nanti kamu jual baso aja di depan rumah juga bisa hidup kok nduk”. Aku yg udah siap-siap akting sedih saat diomelin pun jadi bengong.

Most of the days ibu emang cerewet, suka banget ngomentarin sesuatu n cenderung panjang, istilahku ”merepet”, kadang asal jawab kalau diajak ngobrol orang. Tapi ia orang yg periang dan tegar (mungkin cuma Tuhan yg tahu semua sedihnya), aku ga pernah lihat ibu cemberut atau nangis. Ibu juga bisa jadi kawan diskusi yg menyenangkan karena ia punya hobby membaca, apa saja, kecuali berita olahraga, tehnologi dan otomotif, haha 3 hal itu deh yg paling males ia kutak-katik, nyerah aja jadi gaptek. Ia juga typical orang yg percaya sama anaknya. Waktu aku masih jadi anak cafe, pulang pagi juga ga dilarang, yg penting patuhi SOP. SOPnya adalah harus jujur bilang pergi kemana dan sama siapa. Aku pernah menanyakan apakah ibu ga takut diomongin tetangga kalau anaknya pulang malam, dan jawabannya cuma.. ’biarin aja’. Tapi justru kepercayaan itu yg bikin aku segan sama Ibu.

Haha ga sadar aku nulis ini sambil nangis sampai hidungku mampet. Yg pasti berapa emberpun aku kumpulin air mataku, berapa lembar pun aku tulis tentang ibu, ga akan pernah cukup utk melukiskan dan membalas kasih sayangnya.

..kasih Ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya melintasi dunia.

Sunday, January 11, 2009

Sale di Toko ‘Lelaki’


Sebagian besar problem wanita dengan keuangannya adalah mereka sulit menahan diri sama yg namanya SALE. Butuh nggak butuh, kalau udah dikasih judul SALE dan tagline LUCU, ga pake mikir, pasti deh diangkut tuh barang. Akhir bulan baru garuk-garuk kepala ngeliat tagihan kartu kredit. Butuh terjerembab berkali-kali oleh indahnya OBRALAN, sebelum mereka bisa bijak mengelola keuangannya.

Siang ini sambil menunggu waktu janjian dengan teman-teman LCC di Plaza Semanggi, saya iseng merubung box pakaian dengan tanda SALE 50% dari salah satu brand ternama di Centro. Tiba-tiba seseorang menegur saya, seorang teman yang sudah lama sekali tidak bertemu, ternyata sejak tadi kita berhadapan tapi hampir tak terperhatikan  akibat serunya mengaduk-aduk barang obralan.  Sebut saja namanya Huhu.  Kami pun menghentikan acara belanja kami dan pindah ke salah satu coffee shop disitu. Di arah pintu keluar, kami sempat terhenti di bagian sepatu, bukan karena tanda SALE, tapi karena mata kami tertumbuk pada seraut wajah yang kami kenal, sebut saja si Fafa, yang sedang mencoba sepatu yang diobral. Jadilah hari itu reuni dadakan kami bertiga, berkat SALEnya Centro.

Duduk nyaman di sofa coffee shop, kami pun mulai bertukar cerita tentang pengalaman hidup, berawal dari keluarga, karier, sampai urusan cinta. Ternyata Huhu dan Fafa masih juga single, dan mereka punya liku-liku kisah cinta yang cukup membuat saya geleng-geleng kepala. Atas ijin mereka berdua, saya boleh menceritakan di blog saya untuk menjadi pelajaran berharga bagi para wanita.

Pertama. Huhu. Secara ia sempat sekolah di luar negeri yang mana pola pikirnya above the average of us, ketika kembali ke Indonesia ia mengalami gap untuk menjalin hubungan dengan lelaki seusianya. Kemudian ia bertemu Hoho, senior di kantornya, berbeda usia  10 tahun lebih tua dan masih lajang. Berawal dari a cup of coffee akhirnya mereka menjalin hubungan serius selama hampir lima tahun dan merencanakan pernikahan.  Acara sudah diagendakan, WO sudah diberi uang muka. Dua bulan sebelum hari H. Hoho bertemu Hihi, mantan pacarnya di bangku SMA, yang kini statusnya janda dengan dua anak. Hoho yang begitu di dewakan Huhu karena kematangannya (buah kalee) ternyata tidak terlalu pintar juga, Hoho sibuk berfantasi dengan masa cinta monyetnya di SMA.  CLBK gitu. Huhu pun ditinggalkan. Hoho menikah dengan Hihi. Persis lagu tenda biru, Huhu sempat melihat dari jauh pesta pernikahan mereka. Lima bulan kemudian Hoho kembali menghubungi Huhu, meminta maaf sudah meninggalkannya dan mengatakan ia sangat menyesali keputusannya yang emosional dan meminta Huhu kembali padanya, tolong beri waktu dua tahun untuk menyelesaikan dengan Hihi, janjinya. Huhu terbujuk, mereka menjalin hubungan kembali seperti sedia kala tanpa diketahui oleh Hihi. Bulan demi bulan berlalu, Huhu tidak mendengar ada progress dari Hoho, setiap ditanyai Hoho hanya memperbaharui janjinya saja. Hingga dua tahun berlalu tak ada juga Huhu mendengar Hoho menceraikan Hihi. Huhu tersadar, ia termakan janji surga. 

Kedua. Fafa. Wajahnya masih polos seperti dulu tanpa dipulas make up. Waktu sekolah dulu ia selalu rangking lima besar di kelas. Sama seperti Huhu, Fafa juga menyukai lelaki yang jauh lebih tua, karena lebih nyambung pikirannya dengannya. Kisahnya hampir mirip. Ia pun terpikat seorang senior di kantornya. Sama juga, berawal dari ngopi dan ngerokok bareng di kantin kantornya. Klop banget deh. Mereka menjalin hubungan lebih enam  tahun. Bahkan ketika Fafa pindah kerja tiga tahun yang lalu, hubungan mereka masih berjalan manis. Belum lama merayakan hari valentine di tahun keenam, Fafa menerima teror sms yang mengatakan si pria ini sudah punya istri, anak dan berbeda keyakinan dengannya. Fafa terkejut tiga kali. Instingnya mengatakan ia harus menyelidiki. Maka ia membayar seorang kurir kantornya untuk mengikuti si pria selama beberapa hari. Ternyata semua yang disebut di teror sms pun benar. Fafa murka luar biasa, ia nyaris mencakar wajah si pria. Pause. Aku terlongong, wajah sepolos ini mau nyakar orang, wow. Si  pria lantas bersimpuh dan mencium kaki Fafa, ia berjanji akan segera menceraikan istrinya, ia mengatakan selama ini tak pernah cocok dengan istrinya, mereka menikah karena dijodohkan, ia merasa klik banget dengan Fafa. Fafa luluh dan percaya. Ia menunggu si pria merealisasikan janjinya, tapi ternyata hingga setahun berlalu si pria tak juga menceraikan istrinya. Janji tinggal janji. 

Sayang aku tak bisa berlama-lama dengan mereka berdua, teman-teman LCC sudah berkumpul di Inul Vizta. Sebelum aku pamit, kami meramu bullet points dari diskusi hari ini, hebatnya Huhu dan Fafa kini sudah bisa mentertawakan pengalaman pahit mereka dengan lelaki, nampaknya mereka sudah bisa mengambil hikmahnya. 

Lessons from Huhu dan Fafa,
1. Kalau anda perhatikan baik-baik, beberapa merek ternama tidak pernah mengadakan SALE, merek lain mengadakan SALE untuk barang yang sudah agak rusak atau yang sudah ketinggalan jaman modelnya. Hati hati dengan SALE bila tak ingin kartu kredit anda bobol. Begitupun dengan hati anda, jangan biarkan berantakan karena anda tergoda SALE janji dari toko ‘Lelaki’. Toko yang menjual barang bagus jarang kasih SALE. Jika tergoda SALE, coba lihat lagi apakah ada persyaratan yang berlaku berkaitan dengan obralan tersebut. i.e. sale hanya untuk dua hari ini. Artinya khan setelah lewat dua hari SALEnya tidak berlaku lagi, janjinya bubar jalan.
2. Minum-minum lebih baik daripada Ngopi-Ngopi. Ketika dua orang berbeda jenis minum-minum, keduanya dalam keadaan mabuk, apapun yang dibicarakan tidak secara sadar.  Menurut Fafa dan Huhu, cerita dua orang mabuk dan diakhiri tidur seranjang hanya ada di sinetron saja kalaupun terjadi di dunia sebenarnya, ketika sadar mereka menyesal telah mabuk. Sementara kalau ngopi dengan lawan jenis, kondisinya mata melek dan pikiran terang karena hangat dan manisnya kopi. Semua pembicaraan mengalir saja. Dari secangkir berlanjut ke cangkir berikut, makin banyak cerita yang mengalir. Persamaan kopi yang disukai berlanjut menggali persamaan yang lain, dan akhirnya dalam keadaan sangat sadar sesadar-sadarnya terjalinlah hubungan serius.
Huahaha  agak nyeleneh sih kesimpulannya. Tapi take it for granted aja deh, ambil hikmah dari pelajaran mereka berdua untuk lebih berhati-hati dan mensyukuri hidup kita. 
Thanks for sharing, I wish you all the best gals. Sorry yee gue ngabur duluan. Till we meet again yah. Centro makasih ya ;-).

Sunday, December 2, 2007

Jika Suatu Hari Nanti Aku Jadi Buta

.. nulis ini, sambil denger lagunya Once..

Suatu sore beberapa tahun yg silam, Ibuku bertanya kepadaku yg kala itu tersenyum-senyum sendiri memandangi cincin yg melingkar cantik di jariku.. kalau suatu hari nanti dia jadi buta, akankah kamu tetap bersamanya’. Aku mengangguk mantap ‘yes I will, aku kan masih bisa kerja’ dan masih terus berusaha meyakinkan ibuku aku akan tuntun dia berjalan, aku yg akan mendorong kursi rodanya, aku yg akan membacakan buku untuknya, agar kami berdua bisa tetap tertawa bersama’.. I love him, that’s all’… waktu berlalu, akhirnya aku meninggalkannya.. bukan karena dia benar-benar menjadi buta.. bukan karena aku tidak menikmati hari-hari bersamanya.. tapi karena ‘I love him, that’s all’…

Waktu terus berlalu dan aku ada disitu.. tampaknya bisa jadi esok hari aku yg menjadi buta, jika air mata ini sudah kering, lelah menyucur, menangisi lukaku karena kebodohanku sendiri, menertawakan kebodohan orang-orang yg tidak pernah mensyukuri cinta di hati mereka dan memilih mengingkarinya..

Malam tadi, aku dan adikku menghabiskan malam dibibir pantai Jakarta, menikmati angin laut, malam temaram berhias bulan setengah, sup ayam dan teh hangat, sambil menertawakan pelangi disekeliling kami berdua.. adikku sayang, sudahlah, mereka hadir untuk memberi warna, mereka sungguh tidak tahu, apa yg sudah mereka biarkan lewat.. mereka bahkan terlalu naif untuk mendengar suara hatinya.. mereka melepaskan hati untuk suatu alasan yg tak masuk akal, basa-basi, terlalu manusiawi, ah dangkal sekali..

Waktu terus melaju, hanya tersisa satu pertanyaan saja… ‘jika suatu hari nanti aku jadi buta maukah engkau tetap bersamaku’..

Mari adikku, kita bersulang..untuk kegendutan dan keeogisan kita..seperti katanya.. hmm, seharusnya tidak seperti itukan cinta..

 

 Puspita Widowati - 1 Dec 07

Aku mau mendampingi dirimu

Aku mau cintai kekuranganmu

Slalu bersedia bahagiakanmu, apapun terjadi

Ku janjikan aku ada … Once-Aku Mau

Aku bisa untuk menjadi apa yg kau minta

Untuk menjadi apa yg kau inginkan

Tapi ku tak bisa menjadi dirinya… Once–Selimut Hati

Friday, December 1, 2006

You Means The World To Me

Minggu ini kok gue jadi melankolis banged yaks.. I really feel all gratitude in every moments that I had, especially with some people.. mungkin karena minggu lalu full of condolences, jadi mo ga mau tersadar bahwa ajal bisa kapan aja datang, entah ajal bagi kita or ajal bagi orang yg kita sayangi.. jadi gw ga mo sia-siain moments yg begitu berharga saat mereka ada di hadapan gue.. kan kadang kita telat menyadari betapa kita menyayangi seseorang.. then muncul deh pepatah you’ll never know how much you love until you lost”.. ga mau begitulah, secara they really means the world to me..

 

Number 1, my parents.. siapa lagilah yg terutama.. gimana gw ga mo cengeng yak, secara tiap pagi gw masih dibangunin pake digedor ama bokap, n masih diceramahin nyokap kalo pulang kemaleman ga telpon dulu hehe.. Alhamdulillah wa syukurillah, masih diberi waktu bersama mereka..

 

Novi & Sisca, my teams yg always mewarnai hari gue dgn keceriaan secara mereka gelo, bawel, tukang cela, narcis tiada habis.. kayakna kantor sepi banget kalo salah satu dari mereka ga masuk or meeting diluar seharian.. teuing deh, gw jadi berbinar-binar gitu cekakakan ma mereka beberapa hari ini (walau kadang gw juga yg jadi objek celaannya, anak kurangajarrr) ..anyway gals, thank you yah selalu pahamin tiap gw sibuk grumbling, kangennnn…

 

My brothers (and sisters).. satu yg selalu gue banggakan dari keluarga gue, walaupun kita bhinneka tunggal ika.. ada yg muslim ada yg catholic, masing-masing punya komitmen meyakini keimanan kepada Tuhan YME untuk menjalani hidup dengan baik.. my first brother mas Toni, works at DepKeu yg kata orang ladang basah.. he’s one of the top auditor at DepKeu dan udah kerja berpuluh tahun .. tetep ga punya apa-apa.. secara dia juga sekretaris dewan paroki di gerejanya, jadi kali malu kalo mau neko-neko.. bageusss.. my second brother mas Doddy, menurut gue dia niy proyek percontohan untuk ajaran ‘kejarlah akhirat maka akan kau dapatkan dunia’.. coz kakak gue ini terlalu santai kalo menurut gue, tapi dia berdua istrinya kayaknya berlomba jadi orang baik, ga pernah prasangka buruk ma orang, ga berhenti belajar agama, berbakti sama ortu.. dua minggu lagi insya Allah mereka pergi haji, semoga segala urusan dimudahkan.. amiinn

 

Mira & Nuning sahabat merangkap guru agama gue.. (secara mereka yg ga pernah cape nenteng-nenteng gue ke pengajiannya Aa Gym, ust. Arifin Ilham or programnya Rumah Zakat Indonesia).. Nuning juga mo pergi haji besok niy.. kayaknya inbox gue bakal sepi deh sebulan.. Mira is a very tough girl, I really honor her.. kemarin gue sedih banget ngeliat dia lemah tak berdaya pas bokapnya meninggal, but Mira is Mira, yg akhirnya bisa kuat ikut shalat jenazah.. I will always keep in eyes on you sista, its my promise to your Mom before she went away..

 

Sodara gw yg boleh nemu di hutan, Andrey.. yg selalu sabar dengerin curhatan gue (sementara giliran dia curhat dia harus rela gue hina-hina hehe).. secara dia lagi ikut trip to Borneo niy seminggu ini, jadilah friendster gue n multiply gue ga ada yg ngurusin.. walaupun kadang gue bete kalo tau-tau bentuk displaynya berubah lagi, tapi sutralah itu resiko punya asisten yg terlalu kreatif hehe.. sapiiii, ati-ati diperjalanan yah nak (awas aja lu kalo ransel gue sampe lecet ;p)..

 

Eka, Eni & Gank Bodrex.. kayaknya umur gue berkurang 5 tahun deh tiap abis ketemu kalian walau sejam.. makasih ya guys, gile yah ga kerasa udah 17 tahun kita temenan.. masa sma, champions, gypsy can, karua boys, corona, kahlua, shirley temple, capri, Virginia slim, hard rock café, embassy, nasi goreng bakti, pempek, coto makasar, rindu alam, cipanas, mambruk, bali.. kalo kita ga pernah tolol mana pernah kita nyadar bahwa kita bisa juga jadi pinter haha..

 

Tim JeNus – Karimuners – Halimuners.. walau inbox gue penuh gara-gara kalian, tapi gue prefer begitu deh daripada isinya komplain dari klien gue doank hehehe.. janji yah, jangan berhenti jalan-jalan jelajahi nusantara sambil berfoto bersama.. yuuukkkk mariii..

 

Team management G4S Cash Services.. pas BM conference kemarin gw berasa seneng juga punya keluarga yg makin besar dgn joinnya ini itu.. secara pada kompak pula kalo urusan cela-mencela hehe.. palagi pas acara paint ballnya pake ujan gede getuw.. haha kocak..

 

(kayaknya kalo gue deretin semua bisa jadi 10 lembar folio kali yee)

 

Yg pasti kehadiran mereka membuat kehidupan gue begitu berwarna, hmm.. duh bener-bener deh jadi melankolis.. dan ternyata melankolis ga melulu cuma karena cinta kepada ehem ehem.. tapi melankolis bisa juga timbul saat menikmati tawa dan terbayang bahwa tak ingin keceriaan tawa itu terhapus terbawa sang angin begitu saja.. semoga selalu ada tawa saat kita masih bersama, tiada tercemar oleh dendam, duka, iri dan prasangka..

 

makacih makacih, muah muah, i love you all...

Sunday, October 15, 2006

Sumbangsih Kami untuk Bangsa Ini

Tidak banyak yang bisa kami lakukan untuk memperbaiki keadaan bangsa ini yang di beberapa sisi begitu memprihatinkan. Tangan-tangan kecil kami tak mampu menjangkau puluhan juta saudara kita yang tak terperhatikan. Akal kami yang begitu terbatas tak mampu menciptakan teknologi canggih maupun pemikiran yang luar biasa.

 

Kami hanya punya naluri, semangat, rasa kesetiakawanan dan kesediaan untuk peduli. Bergerak atas pengertian dari apa yg kami lihat dalam setiap perjalanan kami. Misi kami hanyalah sederhana, memperkenalkan sudut-sudut indah di tanah air kita, tapi insya Allah dari yang kecil ini bisa meluas dan membawa manfaat.

 

Berawal dari suatu komunitas milis bernama Nature Trekker yang beranggotakan lebih dari 1000 orang, telah terbentuk beberapa trip organizer seperti JeNus, JaBes, Kawalu, Cemara dll dll. Selain itu masih banyak lagi milis yang aktif mengadakan perjalanan seperti Indonesia Geographic, Sahabat Museum, Jejak Petualang, Explore Indonesia, Highcamp, Pangrango dll dll. Yang kemudian dari setiap tripnya menjaring lebih banyak peminat kegiatan alam bebas, terutama dari kalangan eksekutif muda yang ingin mencari suasana baru, get refresh, keluar dari rutinitas dan mencari keseimbangan hidup.

 

Ini tentu  merupakan sebuah berita baik bagi pengembangan pariwisata Indonesia yang berwawasan lingkungan. Dan tanpa sadar, apa yg berawal dari kepentingan individu para pelancong semata akhirnya justru membawa manfaat bagi saudara kita di berbagai daerah. Hitung-hitung membantu program pemerintah untuk pemerataan ekonomi, karena dalam kegiatan alam bebas ini para pelancong membutuhkan konsumsi, transportasi, pemandu dari masyarakat sekitar. Program perjalanan ke berbagai pulau kecil juga telah memberi penghidupan bagi nelayan setempat, serta dana tambahan untuk mendukung pemeliharaan hutan. Tak jarang disisipkan pula kegiatan bakti sosial oleh para penyelenggara trip.

 

Jadi, jika anda punya waktu dan tenaga (juga dana), jangan berhenti jelajahi tempat indah di nusantara ini, bebaskan penat, manjakan mata dan ceriakan hati saudara kita di berbagai pelosok negeri. Walau kita bukan anggota DPR bukan berarti kita tidak bisa memberi sumbangan untuk bangsa ini kan ? caranya gampang kok dan lebih sehat daripada merokok, cuma jalan-jalan J.

 

Puspita

JeNus

Tuesday, January 3, 2006

A Friend in Need is A Friend Indeed


…teman adalah hadiah dari Tuhan untuk kita, mereka bagaikan malaikat-malaikat kecil yang tak bersayap…


Aku yakin semua orang di dunia ini pasti punya teman, entah seberapa dekat dan seberapa tulusnya hubungan mereka. Tapi aku tak yakin kalau teman yg mereka miliki sehebat teman-teman yg aku miliki. Karena teman-temanku tetap mendampingiku bahkan disaat aku tak punya apapun yg bisa aku tawarkan pada mereka. Juga pada saat aku hanya ingin membisu dan sibuk dengan alam pikirku sendiri.


Mari kita bongkar bersama koleksi teman yg kita miliki. Berapa banyak diantara teman yg kita punya yg mengingat kita tidak hanya pada saat susahnya, tapi juga membagi saat senangnya dengan kita. Sebaliknya apakah mereka juga ada saat kita bersuka maupun berduka. Kalau belum banyak, ehm mulailah menoleh kanan kiri dan melihat orang-orang yg baik dan tulus yg bisa dijadikan koleksi teman kita J


Seorang teman yg menemani di saat duka tidak berarti harfiah ikut menangis bersama disamping kita, atau menyodorkan a shoulder to cry on. Tapi seorang teman yg baik akan mengusahakan kita terobati dan bangkit dari luka kedukaan. Seperti obat pada umumnya, mungkin rasanya pahit tapi khasiatnya menyembuhkan.


Aku punya beberapa teman yg selalu mencaci-maki diriku disaat aku sedang bersedih atas kegagalan dan ketidakmampuanku akan suatu hal, mungkin orang lain yg melihat akan menganggapnya kejam dan heran, orang sudah jatuh kok masih ditimpa tangga. Tapi ternyata ’pecutan’ mereka bisa membangkitkan aku bahkan membuatku merasa jauh lebih baik dari sebelumnya. Ada juga yg tampak sedikit tak perduli dengan cerita sedih kita, dan memilih sibuk bercerita tentang kegiatannya di hari itu, ngoceh ngalor ngidul dan akhirnya terselip cerita lucu yg membuat semua yg mendengar tertawa. Kemudian dia akan tersenyum lega seraya berkata, gue seneng lu bisa ketawa, ketika lu udah riang lagi gue yakin lu bisa atasin semua masalah lu sendiri.


Ada orang-orang yg secara luar biasa punya indera keenam yg cukup kuat hingga tanpa sadar selalu datang di saat yg tepat, walau phisically mereka tinggal di tempat yg jauh dan jarang menghubungi di hari-hari lain, tiba-tiba out of the blue bisa muncul dan menumbuhkan harapan baru disaat kita membutuhkannya. Bisa disebut teman-teman macam ini adalah keajaiban yg hadir dari suatu cinta yang tulus.


Bagaimanapun, teman adalah hadiah dari Tuhan untuk kita, mereka bagaikan malaikat-malaikat kecil yang tak bersayap. Memang diciptakan Tuhan untuk melingkupi kita dengan kasih. Bak simpanan tanpa bunga, namun juga tanpa biaya administrasi dan pajak penghasilan. Harus dimiliki! Tapi bagaimana cara kita memilikinya juga akan kembali kepada kita. Jika kita membeli teman dengan uang atau kekuasaan, maka seperti transaksi di bank, kita dapat hadiah langsung satu dos indomie saat buka tabungan, semakin banyak hadiah didapat saat kita tingkatkan saldo tabungan. Tapi saat keadaan kita memburuk, saldo tabungan makin tipis, pajak dan biaya adminnya mulai terasa mencekik, bahkan untuk menutup tabungan tetap dikenakan biaya.


Mari kita berlomba jadi teman yg baik untuk teman-teman kita, kawan. Be a friend in need. Tulus memberi walau terkadang penerimaan terhadap pemberian kita tidak sesuai harapan kita. Kita bisa mulai menghargai juga pemberian orang lain. Contoh kecil, kadang kita menganggap sampah untuk forward email cerita kebajikan maupun jokes dari teman kita, padahal mungkin isinya bagus dan bisa menceriakan hari kita. Paling tidak, nun jauh disana, ada seseorang yg masih mengingat kita dan berharap dapat memberikan sesuatu untuk kita.


Suatu hari nanti, sepuluh atau dua puluh tahun kedepan, saat orang bertanya padaku, apa rahasia kamu bisa awet muda? Aku sudah tahu jawabannya... (Nope! bukan banyak minum air putih atau makan sayur tiap hari, tapi...).. Kasih Tuhan lewat teman-temanku dan keluargaku...


Thanks God, May You bless and take care all my friends wherever they are now…



puspita widowati - Jan 2006

 

--------------------

JEJAK - JEJAK TANAH BASAH

Seorang perempuan menemui kekasihnya dalam kesedihan .
Dia bertutur tentang kegagalanya lagi yang telah kesekian kali.
Lelaki di hadapannya itu hanya memandanginya dan tersenyum, lalu berkata setelah semua cerita dan air mata usai dipapar ,
" Kulihat sempurna sudah bintang di matamu, karena redupnya yang sesekali, " gadis itu terdiam.

Akhirnya kita sepakat untuk berjumpa di pulau itu, tepat seperti kisah kita lima tahun yang lalu.

Bahkan tidak ada yang berbeda , saat hujanpun turun akhirnya seperti hujan lima tahun yang lalu, disusul dengan hujan air matamu seperti sekarang yang serupa dengan tempo dulu.

Ah, entah kenapa bahkan hingga sekarangpun kita belum kunjung sejalan.

Mungkin lima tahun lagi jangan lagi pertemuan kita untuk mengharapkan adanya persamaan dan bukan permintaan atas pertemuan yang menjadi pengulangan hari kemarin.

Bukankah hidup adalah perubahan bukan rotasi untuk sebuah pengulangan kisah kemarin.

Waktu hingga tibanya hati tersentuh kenyataan untuk sebuah doa dari yang jarang, siapa yang memulai untuk melukiskan balik tentang bagaimana aku bisa sampai di sini ?

Waktu kemarin aku masih bertanya - tanya akan berdiri di mana aku dua tahun lagi, besok atau tahun depan, masihkah berdiri pada shaf yang sama di pulau ini?

Dan saat semua berubah lepas sujud, butir air mataku menetes, terlalu banyak kisah untuk dipaparkan terlalu pendek waktu untukku menulis tangis dan takutku akan malam - malam itu, sungguh aku terhempas Tuhan untuk besok dan hari dari kaki yang aku tahu akan berdiri di mana kelak.

 

from Andrey