Wednesday, July 8, 2009

Bebek Tepi Sawah


Salah satu kuliner yg direcommend temen-temen di Ubud area adalah Bebek Tepi Sawah, konon katanya lebih enak dan murah dibanding the legend Bebek Bengil.

Lucky us, Yendrik n Novwan mau gabung ke Ubud juga. Restonya ga terlalu kelihatan dari luar, signagenya juga kecil aja, jadi kudu rajin-rajin melotot kalo udah di jl. goa gajah itu.

^ suasana di tepi sawah..  mejanya ga terlalu banyak, jadi kalau mau bawa rombongan lebih baik reserve dulu. Sawahnya tidak seheboh yg gw bayangkan, kecil aja ternyata .. hiks ^
 ^ nah ini dia nasi bebeknya, nyamm .. kelihatannya banyak, tapi saking enak en angin yg berhembus adem aja, jadi yaaa abisss deh booo ^
 
 ^ minuman ini judulnya diet juice, campuran lime n apple.. segerrr buangett, cocok buat siang-siang yang panas... teh angetnya juga enak, harum, pake yg sejenis dilmah kali yaa ^
^ tiga macam sambal yg menemani nasi bebek, yg bawang utk nurunin kolesterol, yg mantep yg cabe rawit goreng itu, huuuhaaa pedasss ^

Price list as per July 2009..
Fried Duck IDR61.000
Apple + Lime (diet juice) IDR15.000
Hot Tea IDR7.000
Tax & service 16%

Masih reasonable khan.. Recommended lhaaa.. so jangan ragu-ragu kalo mo mampir kesana :-)

“Bebek Tepi Sawah” Resto & Villas
Jl. Raya Goa Gajah Br. Teges Peliatan Ubud
Tel: (0361) 975656

Tuesday, June 16, 2009

Sendiri Lagi

..a note writen by my friend, Susan Sriyani.. good to read by heart, good for us to learn.. i've been seeing alot and it's true.. thx Susan udah dikasih ijin buat ngo-pas..
-----------------------------
Pagi yang basah...
seorang ibu tua membuka mata dengan sedikit resah. Ada galau melingkupi hatinya. “Ini, hari pertama tanpanya...”,bisiknya dalam hati.

Lengang..
rumah ini tak seperti hari lalu, menantunya tak ada lagi disini. Di rumah yang biasanya tempat mereka berkumpul. Pagi, biasanya disambut sang ibu tua dengan seanyuman ramah anak lelakinya beserta istrinya, sang menantu kesayangannya itu. Sarapan bersama menjadi rutinitas yang membahagiakan hari tuanya.
Tapi, kini?!

Ibu tua, menghela nafas berat. Terasa berat.
Keputusan bercerai anaknya dengan sang menantu kesayangan sungguh membuatnya matanya terus berair. Rasanya, baru kemarin ia menikahkan mereka.baru kemaren ia mengajarkan sang menantu memasakkan makanan kesukaan anak lelakinya, baru kemarin ia merasakan asyiknya mempunyai menantu perempuan yang bisa diajaknya belanja ke pasar, mengantarnya membeli pakaian dan aktivitas lainnya yang hanya bisa dilakukan hanya dengan perempuan...
dan sang menantu...adalah perempuan yang benar2 sangat memanjakan ibu mertua. Kedekatan mereka membuat sang ibu yang sering sakit2an kembali bersemangat menjalani hidup yang selama ini terasa kosong sepninggal suaminya. Untuk itu, ia tidak mengijinkan sang anak meninggalkan rumahnya. Ia ingin terus ditemani sang anak dan menantu kesayangannya itu.

Waktu berlalu...
sang ibu tua tak pernah tahu. Bahwa senyum yang selalu mengembang ketika mereka sedang berkumpul di ruang keluaga adalah tangis yang berbeda ketika suami istri itu telah berada di kamar mereka. Pertengkaran, ketidakcocokan dan perdebatan sengit senantiasa mengisi kamar yang belum dihuni buah hati itu.
Sang waktu pun tak terkendali. Sang menantu tak lagi bisa bertahan. Ada sesak didadanya, ia tak sanggup lagi terus bersandiwara bahagia di depan sang ibu mertua. Perselingkuhan suaminya tak mampu lagi menahannya untuk tetap tinggal di rumah tua sang mertua yang sangat menyayanginya itu.
Ia sadar, sang suami sudah tak menginginkannya lagi. Sms, chating dan kata mesra hanya sang suami beri buat perempuan lain, bukan dirinya lagi. Sakiiit, perih dan harga diri yang tercampak membuatnya memutuskan untuk meninggalkan semua kenangan manis di rumah tua ini.
Ia sangat menyayangi ibu mertuanya, tapi letih hatinya bersandiwara membuat kesakitan yg teramat panjang jika menghadapi suaminya tengah merindukan wanita lain yang bukan dirinya. Hatinya pun berontak dan ingin lepas dari perih itu.cobaan dan godaan buat sang suami tak sanggup dihelanya. Ia pun keluar dari hidup suami dan ibu mertuanya itu........

Dan...sang ibu mertuapun terpenjara.
Hatinya meronta dan tak mampu lagi berkata. Lesu...gundah...sakit...dan kehilangan.
Ia sedih tak berkesudahan..
sang perempuan itu bukan menantunya lagi...
sang perempuan itu tak bisa tinggal disini lagi...
sang perempuan itu tak ada harapan lagi memberinya cucu buat dirinya.

Ia kini sendiri lagi....
tak akan terdengar lagi senandung sang menantu di kamar mandi itu
tak akan tercium lagi harum opor ayam masakannya...dari dapur itu
tak akan ada lagi serabi hijau yg dia belikan saat sang menantu pulang dari pasar..

dan lantas...
siapa kini yang akan dengan sabar menunggunya di dokter saat sedang perikasa rutin sakit jantungnya?siapa lagi yang mau mendengar cerita masa lalunya dengan suaminya dulu?
Siapa lagi yang akan menyusun menu sehatnya? Siapa lagi yang akan membereskan semua keperluan Hari Lebaran?!
Semua...menantunya yang mengurus!! sudah lama ia mendelegasikan semua keperluan rumah itu padanya...

Sungguh ia sangat jatuh cinta sama perempuan mantan menantunya itu...ia sangat terkesan dengan kelembutannya saat pertama kali dikenalkan anak lelakinya dulu saat pertama dikenalkan dulu?

Tak ada dalam batas fikiran tuanya...kenapa anak muda sekarang gampang sekali jatuh cinta, menikah, dan akhirnya bercerai?!!
apa itu beda prinsip? Apa itu sudah tak ada kecocokan lagi? Apa itu selingkuh?apa itu orang ketiga?! Apa itu soulmate? Apa itu cinta sejati? Apa itu.....
Bah!!!...semuanya melegalkan perceraian menjadi hal yang gampang....
batinnya terus bergejolak...

dibukanya kamar anak dan menantunya yang kini kosong.....

sekosong hatinya...yang sedang patah hati....
yaa....sang wanita tua itu patah hati, kehilangan menantu kesayangan yang diceraikan anak lelakinya.

Diusapnya air disudut mata tuanya.
Kini...aku sendiri lagi, batinnya.....

------ akhir senja, dari kesedihan seorang ibu tua--------- Susan S.MAda----------

(ctt : perpisahan dan perceraian....selalu meninggalkan sakit...yg bukan hanya milik mereka berdua, mungkin juga kesedihan itu ditinggalkan buat semua yang ada disekelilingnya...org2 yg mencintai mereka, anak dan juga org tua....maka, Allah SWT pun membencinya..walaupun itu dibolehkan!! berfikirlah seribu kali.....!!! )

Monday, June 15, 2009

Rumah Mertua - Yogya

Waktu tugas ke Yogya tahun 2007, sempat mampir untuk makan siang di restonya Rumah Mertua Boutique Hotel & Resto. Tempatnya agak mblusuk, untungnya banyak papan petunjuk bertebaran di jalan menuju kesana. Hotelnya sendiri cuma ada 11 kamar, per kamar sekitar Rp.200.000-300.000an (domestic tourist rate, 2007). Homy banget, ga heran kalau ada beberapa turis asing yang betah menginap lebih dari satu bulan di Rumah Mertua.

Sayang fotonya banyak yg kedelete, padahal saya mau pamer Nasi Goreng Nanasnya yg uenak itu. Cuma ini yg tersisa, so kalau penasaran coba aja mampir kesana.
 

Ini alamatnya,
Jl. Palagan Tentara Pelajar, Gg Padma NO. 5
Sleman , Yogya, Telp: +62-274-866680

Respati Beach Hotel - Sanur Bali

Masih dari simpenan file jalan-jalan Juli 2006, ini hotel yg kami singgahi waktu stuck pingin banget nginep di Sanur untuk lihat sunrise. Sempat keluar masuk beberapa hotel, cari harga yg murmer tapi tempatnya maunya enak, bertemulah dengan si Respati ini.

Hotelnya tampak megah dan kaku dari depan, tapi kalau sudah masuk ke jajaran kamarnya, hmm tertata rapi disela taman berbunga yg sangat terawat. Waktu itu kami sewa bungalow yg paling murah seharga Rp.350.000 (domestic tourist rate tahun 2006), tapi kelupaan moto-moto secara langsung bruk bruk dipenuhin barang hasil belanja. So, yg kita foto kamar lain yg masih kosong dan bersih. Kamar kita sendiri sangat luas, masih bisa main bola (bekel) walaupun ditambah extra bed. Kamar mandinya dgn bathtub dan air hangat. 


Yg ini ratenya sekitar 600.000-an saat itu, surely lebih luas dari kamar kita.
 
Ini kolam renangnya, sorry ngambil fotonya belum gape waktu itu, selang keleleran aja ngikut difoto. sebelah kiri yg tingkat itu adalah restoran tempat kita menikmati breakfast sambil memandang ke arah pantai (liat sunrise juga dunk), di sebelah kanan ada bale-bale untuk massage dan spa. Recommended! makanannya juga enak. 
 
More info please colek +62-36-128 8427, or visit their homepage at www.respatihotel.com

Sagitarius Inn - Ubud Bali

File yg sayang banget dibuang, dari liburanku ke Bali di pertengahan tahun 2006, siapa tahu bermanfaat buat temen-temen yg mau jalan ke sana. Nah hotel yg satu ini lokasinya di tengah kotanya Ubud, di Jl. Monkey Forest, dari luar kelihatan kecil saja ternyata memanjang ke belakang. Daerah Monkey Forest itu cukup ramai dengan jajaran resto, cafe dan hotel, tapi kalau sudah masuk ke dalam hotel, sepi aja tuh. Recommended and good price untuk kamar yg cukup luas dan nyaman, taman tertata indah, kolam renang, yummy breakfast.

Bungalow yg kami sewa, tampak luar, ada mini terrace, tiap sore dan pagi dapet tea/coffee with hot water and sugar. pemandangannya taman, kolam renang yg cukup luas plus air mancur dan kedalamanya beragam, ada bale-balenya juga yg dilengkapi bantal dan buku-buku cerita, , kawanan burung berterbangan, homy dueh.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ini dari dalam kamarnya, kita ambil yg pakai  ceiling fan (disana udah dingin banget jadi kayaknya ga perlu AC yah, tapi ada option juga kok yg pakai AC). Cukup luas, walaupun ditambah 1 extrabed juga tidak terasa sempit. Kamar mandinya pakai shower (kalo ga salah ada yg pakai bathtub juga), hot water, clean enough dan ga menakutkan. Ada TV jadi ga bosen di kamar kalau malas keluar karena hujan or sudah malam, tetep bisa nonton bola kalau ada pertandingan seru, qqq. Waktu itu kita dapat rate yg cukup affordable (Rp.200,000 net incl breakfast, th 2006), good price untuk fasilitas dan lokasi yg strategis.

More info contact + 62-361-973387 :-) ..

Tiga Hari Yang Lalu

(writen on Friday, 12 June 2009 at 1:32 pm)
 
.. for all my dearest friends..

Tiga hari yang lalu, aku masih sempat baca update status di FBnya Mity, one of my friend, Mity bilang "terserang penyakit lain dan harus ke ICU", di hari sebelumnya statusnya masih kena DBD, badannya ngilu, lemes.. aku masih sempat comment mendoakan supaya Mity cepat sembuh.. semalam dapet kabar dari Sisca keadaan Mity makin ga jelas, virus aneh yg menyerangnya sudah masuk ke darah dan paru-paru, hingga Mity harus bernafas dibantu alat, ia tidak sadarkan diri.. Astagfirullah..

Shock dengernya, rasanya ga percaya.. ga terbayangkan seorang Mity yg rumpiwati, lincah, mandiri terbaring sakit dengan alat di hidung dan mulut.. duuuhh pasti dia ngerasa keganggu banget pingin menyingkirkan alat itu n kembali cuit cuit ngobrol kesana kemari dengan suaminya, anaknya, teman-temannya .. Ya Allah Ya Rahman .. irhamna irhamna.. tolong beri kesembuhan buat Mity.. amiinn amiinn..

Kalau tidak salah, aku sendiri baru ketemu Mity tiga atau empat kali, kebetulan dia teman kuliahnya Sisca, my best friend yg udah aku anggap adikku sendiri.. lucunya nyambung-nyambung aja dan berasa udah lama kenal.. malah dia sempet-sempetnya jodohin aku sama sepupu jauhnya... lama ga ketemu, ketemu lagi di facebook, ehh Mity punya tampilan baru, rambutnya udah ga cepak lagi, udah pake jilbab, uuhh seneng ngeliatnya.. apalagi ngeliat Mity begitu bahagia pas punya baby.. baca aja di FBnya, she proudly called it her new life..

Cuman bisa berharap mukjizat dari Allah untuk kesembuhannya .. karena aku belum sempat bilang terima kasih untuk persahabatan yg sempat terjalin, terima kasih udah taking care of my sist.. sampe kepikiran buat ngenalin ke sepupunya, sampe pas mau bikin proposal jualan kemana tuh ya, dia telpon aku juga.. thank you for your trust on me, Mit.. maafin gw ya kalo gw pernah bikin elu kecewa..

..... aku jadi inget juga sama keluarga dan temen-temenku yg lain ..........
..... ndak pernah tahu apa yg akan terjadi besok, dua hari atau tiga hari lagi.....
..... bisa jadi aku jadi terbaring juga..........

so, better late than never khan.. just wanna say thanks for all friendship, all good relationship, all your trust on me.. great time we had together.. please forgive me for any inconvenience I did to you.. *lagunya Afgan niyy.. Terima Kasih Cinta*

Especially buat temen-temenku yg meski udah bertahun-tahun ga pernah berubah cintanya padaku, just like my lovely family.. folks, you know how much i love you khan :-)

En buat temen-temen yg pernah kepikiran buat ngenalin gw (dalam rangka jodoh-jodohan) ihihi, walaupun endingnya ga sesuai yg kalian harapkan.. mungkin buat orang lain itu hal kecil aja, iseng-iseng berhadiah, nothing to loose bahasa jawanya.. but gw thanks banget, at least you guys trust on me.. kepercayaan adalah suatu hal yg sangat berharga lhow.. so, may God bless you and your family.. Eny-Eka (yg ga pernah bosen kasih nominate ke gue dari jaman SMA), Lany-Tri, Sisca, Ribka, Leidi, Riri, Ndah Dadank, Nunink, Ria Gemblong, Eny Rus, siapa lagi yaa.. hihi maap kok jadi hilang ingatan sih gw..

En kalo kepikiran Mity susah napas, jadi inget gw pernah juga beberapa kali masuk UGD gara-2 ga bisa napas.. uahhhh so, jangan pernah lupa bersyukur masih diberi napas tiap bangun pagi yaa.. Eny Rusmijati hehe, dirimu pernah ngangkut gw ke RS khan pertama kali gw megap-megap.. so thanks yaa En (tulung bilangin Pak Hermanus juga yaa).. surely Mas Wiko, yg udah bosen kali ngeliat gw dying ya mas.. hehe.. semoga Allah membalas kebaikan kalian yaa.. aminn..

..... hari ini, besok, dua hari lagi, tiga hari lagi....
..... mungkin aku ga bisa update status di FB lagi.....
..... mungkin aku ga bisa berceloteh ria lagi di Multiply....
..... mungkin aku ga bisa bikin kue lagi....

(oiya, makasih buat guru-guru bakingku di NCC, dapur ngebul teruss)
..... mungkin aku ga bisa jualan SMART lagi...
(am so proud for being a part of Sinarmas Group Family, terserah orang lain mo bilang apa)
..... mungkin aku ga bisa jalan-jalan lagi ngiterin Indonesia tercinta....
(am so proud juga for being a founder of JelajahNusa en tetap setia mensupportnya)

Ade, yg duduk disamping gue, thanks yaa udah muterin lagu Saat Terakhirnya ST12 pas gw nulis ini.. haia bikin gw tambah meleleh aja luuu.. pulang cepet yuuukkk... hihihi..

Life is a constant change, dont expect things to be the same for the whole life..

Mity, cepet sembuh ya darlink..
Cici Ribka, cepet baik juga yaa ci...

Luv,

..innalillahi wa inna ilaihi rajiuuunnnn... baru dapet kabar dari Sisca, Mity udah berpulang ..

Thursday, April 2, 2009

[Journey] Escape to Gili Lombok

Duh duh jalan-jalannya udah setahun lalu nih (tepat di Liburan Nyepi tahun lalu), tapi kelupaan terus bikin cerita perjalanannya.. 

Ini adalah kunjungan kami (aku dan Sisca) kedua ke pulau Lombok, yang pertama May 2003 bersama Anna. Saat itu banyak juga tempat yang kami kunjungi, Desa Sade (tempat Suku Sasak tinggal), Pura Narmada (miniatur tiga danau di Rinjani), Desa Sukarara (desa kerajinan tenun ikat Lombok), Desa Banyumulek (desa kerajinan gerabah Lombok - bikin teko air yg ga bisa tumpah itu lhow), Pantai Kuta yang pasirnya bulat bulat kayak biji lada, ada juga Pura yang ada mata air 'awet muda'nya (lupa euy Pura apa namanya, Pura Lingsar yah kalau tidak salah), Pura Segara dan pasar kerajinan perak. Kami menginap di Hotel Jayakarta yang terletak ditengah antara Bandara Selaparang dan pusat keramaian wisata Senggigi. Kenangan terindah di kunjungan pertama itu adalah sunset cantik yang kami nikmati di bibir kamar hotel kami. Matahari terbenam yang seolah berlindung dibalik megahnya Gunung Agung di pulau Bali, cahaya oranyenya berpendar bagai jejarum  yang menancap di kelabunya Gunung. Subhanallah. Tapi kami belum sempat mengunjungi Gili Gili yang kami lihat dari puncak bukit Senggigi, one day, bisik kami dalam hati.

Lima tahun kemudian, huhu lama banget yaah, abis banyak banget godaan dari bagian lain Indonesia, aku dan Sisca berangkat juga ke Gili, rencananya singkat banget, tidak sampai seminggu persiapannya, Sisca membujukku saat kami melihat iklan Holiday Inn Lombok di taksi Blue Bird, "ayoo mbak, sebelum elu keburu nikah", ya ya ceritanya ini trip perpisahan kami berdua sebelum daku menikah (rencananyaaaaa ;p).
Maka menumpang penerbangan sore hari dari "Maskapai Full Surprise" yg udah ada ceritanya tuh, tibalah kami sekitar jam 19.30 di Bandara Selaparang, langsung menuju daerah Senggigi diantar teman Sisca dari KB Andalan. Mengingat esok pagi kami sudah akan dijemput oleh travel Dream Divers, maka malam itu kami sengaja menginap di homestay yg direferensikan teman-teman milis Indobackpacker. Sonya Homestay, 50ribu saja semalam, lengkap dengan sarapan untuk 2 orang, demikian promosinya. Tiba di Sonya yang letaknya agak nyempil masuk jalan kecil, jreng jreng.. dari luar tampak seperti rumah dengan deretan kamar kos, beberapa bule tampak duduk di teras kamar, pemilik rumah menyambut kami hangat, mengajak kami menuju kamar yg sudah disiapkan. Wow kamarnya serba pink, it's so me! langsung kami menuju kamar mandinya (yaa kami berdua memang paling cerewet soal kamar mandi kalau lagi traveling), not bad, yg penting bersih dan tidak spooky.

Hari semakin malam, perut protes minta diisi, mandi serba kilat, kami berdua berjalan ke arah jalan raya, semoga masih ada resto yg buka, Alhamdulillah Cafe Yessy masih ramai, kayaknya enak. Ohh, mereka menyediakan fasilitas free hotspot, pantes saja bule-bule betah nongkrong disitu dengan laptop masing-masing. Aku memesan Tom Yam, Sisca Tom Kha Goe dan Pelecing Kangkung. Surprisingly, pemilik resto yg pernah jadi orang Jakarta juga, menghadiahi kami sepiring pisang goreng yg uenakk banget. GBU pak.
Kembali ke homestay, waktunya tidur. Alamak kami baru sadar, kelambu  pink yg berada di atas tempat tidur tampak sangat berdebu, mana langit-langit kamarnya rendah pula. Hiks maka jadilah malam itu kami berdua tidak bisa tidur, aku yang alergi debu, langsung bersin-bersin dan sesak napas. Baru jam 04.00 pagi kami bisa terlelap, padahal besok jam 07.00 pagi harus siap dijemput.

Bangun pagi, kami dapat jatah sarapan mie instan goreng (masing-masing 2 porsi, sampe begah), sementara bule sebelah jatahnya sepotong pancake dan buah, diskriminasi? belum tentu, siapa tahu memang tarifnya beda. Tidak lama datanglah team dari Dream Divers menjemput kami, di mobil itu hanya kami turis lokalnya, lainnya bule. hiks. Dan sepanjang jalan mereka saling menceritakan tempat-tempat indah di Indonesia yg sudah mereka jelajahi, ada Flores, Komodo, Ambon.. huhu kok kita malah belum kesana yaa..

Ternyata Dream Divers punya pelabuhan kecil, di daerah Teluk Kodek, jadi kami tidak menyeberang dari Pelabuhan Bangsal. Di Teluk Kodek rombongan di pisah dua, ada yg langsung menuju Gili Trawangan, ada juga yg akan berkeliling ke Gili-Gili lain, oohhh mereka arrange juga one day tour tanpa menginap di Gili Trawangan yah. Untuk fasilitas penjemputan Dream Divers dari hotel di Sengigi sampai ke Gili Trawangan ini kami harus membayar USD5 per orang one way. Ukuran berdua masih worthed, kalau naik taksi dari Senggigi ke Bangsal juga sekitar Rp.50.000-80.000, belum bayar boatnya khan.

Tiba di Gili Trawangan, ternyata kami belum bisa cek in di Dream Divers, sambil melihat kesibukan para Divers berlatih menyelam di kolam renang hotel, kami jalan-jalan ke tepi dermaga. Ada beberapa loket yg menawarkan tour snorkel keliling tiga Gili seharga Rp.60.000 per orang. Menarik nih!! Aku dan Sisca bergegas menggunakan pakaian renang dan membawa snorkel gear karena rombongan sudah mau berangkat. Satu boat bisa menampung sekitar 20 orang, kami semua duduk berjejer di badan kapal, bagian tengah tidak bisa diduduki karena bawahnya berbahan kaca tebal, untuk memudahkan kami melihat pemandangan indah di bawah sana. Lagi-lagi sebagian besar bule! Turis lokal hanya kami berdua, plus Elisabeth, Firdi dan temannya, yg bekerja di Bali. Langsung sok akrab deh.

Setengah hari penuh kami berkeliling tiga Gili, berhenti di spot-spot yg cukup cantik untuk dipandangi, ikan-ikannya cukup banyak, besar-besar dan berwarna-warni, terutama di Gili Air, dipancing segenggam nasi langsung mereka mengerubungi, sayang disini aku tidak turun karena sudah kelelahan sempat terseret arus di Gili Meno. Kami mampir makan siang di Gili Air, yg pelayanannya leleetttt buanget, mungkin karena tamunya tumplek ruwek (bahasa apa pula ini), sementara sumber daya tidak memadai yah. 

Kembali ke Gili Trawangan, badan lengket semua, penuh pasir pula, semangat 45 masuk ke kamar hotel mau mandi. Tadi juga belum sempat cek in khan, jreng jreng.. kelambu lagi makkk! ahh untunglah langit-langitnya tinggi dan kelambunya bersih plus wangi, "bisalah kita tidur nyenyak malam ini mbak" kata Sisca. Kamar mandinya gaya bule deh, see through gitu, cucok niy buat honeymoon, langsung menghayal, tapi kok cat dindingnya biru gelap yah, hmm mungkin biar romantis pas dipasang lilin. Shower dipasang, segarnya, tapi kok airnya aneh ya, ada rasa asin.. Tuhanku, ini air laut yaa.. huaa tetep aja bakal lengket udahannya. Pasrah deh. Selidik punya selidik memang hampir sebagian besar hotel di Gili Trawangan menggunakan air tawar hanya untuk kebutuhan masak memasak.
Usai mandi, kami berjalan-jalan menyusur bibir pantai bersama teman-teman baru kami. Entah kenapa kami merasa terasing di negeri sendiri, lha wong dari ujung ke ujung didominasi bule gitu lhow.

Sore itu langit sangat cerah, bule-bule asyik bercengkerama dengan pakaian minimalisnya di sepanjang pantai, rencana kami mau keliling pulau naik cidomo (=delman), tapi kayaknya lebih enak gelar sarung bali n join d bules leyeh-leyeh, sambil makan es krim coklat, hmm. Mendekati waktunya hunting sunset, pindah lokasi. Kami sempat berpapasan dengan parade kuda Australia yg tinggi-tinggi, cantik dan anggun, serasa melihat peragawati di catwalk, cool abis, sepertinya kuda-kuda itu sadar diri kalau mereka keren deh, bikin iri. Lha kok iri sama kuda tho . Akhirnya kami memilih nongkrong di Sisha Cafe yg tidak jauh dari hotel, tempatnya enak, viewnya bagus, makanan india yg sarat bumbu menggoda perut kami yg sudah mulai lapar. Sunset turun sempat tersapu awan, tapi pesona orangenya tetaplah memukau. Sambil menikmati hidangan India yg sarat bumbu kami saling bercerita tentang berbagai tempat indah di Indonesia.

Malam makin larut, waktunya kami kembali ke kamar, tapi lagi-lagi malam itu aku ga bisa tidur nyenyak, dapat gangguan dari nying-nying (mau ga mau kudu berdoa sepanjang malam mengusir dirinya), jadi sama aja hotel yg 50ribu dan 250.000 (Dream Diver), tetep aja gue ga bisa tidur. Disampingku Sisca juga gelisah, secara dapat info kalau boat dari Dream Diver baru berangkat menuju Sengigi besok sore, padahal info awal ada boat berangkat pagi, waaa jadwal bakal berantakan, apalagi kami ingin menikmati hari terakhir kami leyeh-leyeh di Holiday Inn Senggigi. Hikss.

Bangun pagi, semangat baru donk, nyingnying udah ilang, Alhamdulillah. Mandi ngebut, sarapan ngebut, kami bergegas cari info carter boat ke pelabuhan Bangsal, pokoknya kami harus angkat kaki dari Trawangan pagi ini juga, tekad kami bulat. Awalnya kami sepakat carter satu boat (kapasitas bisa 25 orang) seharga Rp.300.000, tetapi ternyata boatnya tidak ada tutupnya, waduh bisa gosong niy, mikirr mode-on. Melihat perubahan air muka kami, pemilik boat menawarkan diskon hingga Rp.150.000, masih mikir, teteup tentang konsekuensi gosong. Saat kami lirak lirik kanan kiri, ternyata tidak jauh dari tempat kami berdiri ada boat yg akan berangkat ke Bangsal, berpenutup, sudah hampir penuh tapi masih ada tempat untuk dua orang, biayanya 10.000 saja per orang (supposedly 8.000, tapi karena kami begitu excited dapat boat jadi udah ga terpikir buat nawar lagi, buat kami 20.000 itu signifikan dibanding 300 or 150.000).

Perjalanan menuju Bangsal makan waktu 1 jam, sedikit lebih lama dibanding menggunakan boat Dream Diver. Ono rego ono rupo. Suasana di Bangsal lumayan hiruk pikuk, banyak calo taksi juga mobil omprengan. Untung saja kami sudah dijemput teman Sisca dari KB Andalan (ini bukan iklan yee), langsung deh meluncur menuju Holiday Inn. Pemandangan sepanjang jalan, indah bangett, bak foto-foto di kalender.  Subhanallah. Setibanya di kamar kami, yg dituju pertama adalah kamar mandi, bukan apa-apa sejak kemarin kami mandi air laut di Trawangan, huaa segarnya ketemu air tawar, hmm jadi nyadar deh, berkah Tuhan yg bernama air bersih benar-benar harus disayang-sayang.


--- maap dah ngantuk lagiii... ---