Sunday, June 4, 2006

Ketika Gambar Dapat Berbicara


Ketika gambar dapat berbicara
Maka semua keindahan yang kau lihat
Adalah bukti dari ke-Esa-an Nya
Birunya laut, hijaunya tetumbuhan, mekarnya bunga
Tawa bahagia, persahabatan, persaudaraan

Sementara…
Kemuraman dan keburukan yang kau lihat
Pastilah ada campur tangan manusia yang merusaknya

Ketika gambar dapat berbicara
Seharusnya kita dapat memaknainya
Merasupi tiap detik waktu yang ternyata berharga
Dan mengisinya hanya dengan tawa, semangat dan cinta
Lihatlah, betapa muram sebuah gambar dengan gurat kesedihan

Dan betapa indah sebuah gambar yang melukiskan wajah nan ceria

Tuhan sangat mengerti kita
Tahu keterbatasan masing-masing kita
Karena Ia Sang Pencipta
Ketika kita berserah diri dan ikhlas
Maka tak akan ada lagi duka
Karena “Dia akan beri jalan saat tiada jalan
Karena “Dia hanya melibatkan kita sesuai keterbatasan kita

Banyak tempat indah yang kulihat
Beragam peristiwa menarik, just right in time
Saat aku harus terus belajar dan belajar
Menghargai dan mewarnai waktu yang tersisa
Dan sebaik-baiknya semampuku mengisinya
Hingga ku yakin tak ada lagi duka yang sia-sia kurasa

 ita, may 2006

pic 1: Ribka-Me-Sisca, a smile of our everlasting friendship
pic 2: Ajenk lagi interview napi di Nusakambangan yg nyesel bgt bunuh keluarganya

Saturday, June 3, 2006

[Journey] Digigit Monyet Pangandaran

Green Canyon - Pangandaran
26-28 May 2006
 
Hari Jumat itu aku kerja udah dengan setengah hati, secara gitu lho itu hari kejepit n kantor lain banyak yg libur.. sepanjang jam kantor bolak-balik ngerapiin barang-barang di ransel mungilku, maklum deh packingnya membabi-buta, as I just decide mo ikutan pergi last night at 11.00 pm hehe.. akhirnya jam pulangpun tiba, langsung meluncur ke gelael tebet tempat meeting point kami, ah ternyata Nana-Leo-Jimmy sudah tiba lebih dulu, belanja-belinji utk bekal n blezz cabut meninggalkan jakarta pas jam 07.00..
 
Thx to toll cipularang yg membuat perjalanan kami jadi lebih cepat, masih ditambah pula pemandangan indah kerlap-kerlip lampu di kota Bandung yg menghiasi sepanjang jalan sekitar Kopo hingga Tasik.. tak terasa cacing-cacing di perut mulai menggeliat, gue yg bercita-cita menghindari makan malam akhirnya tergoda juga mencomot beberapa butir tahu sumedang yg terasa sangat crunchy saat masih hangat.. donut yg dibeli di setopan karawang utk stok 2 hari pun tanpa sadar mulai digerogoti satu-persatu..
 
Di wilayah Ciamis, kami sempat mampir di sebuah resto sunda yg cukup nyaman, tumben masih ada yg buka malam buta begini pikir kami, makan gurame goreng dan kangkung yg baru dipetik, waah enak, sayangnya kangkungnya 1 porsi tuh cuma sepiring kecil, duhh ga nendang banget sihh.. perut kenyang, perjalanan kami lanjutkan dgn bersemangat, banyolan babak-3 pun dimulai.. sakhing semangatnya Jimmy jadi kehilangan spion kanannya, tersambar truk yg berpapasan.. untunglah mobil Jimmy diasuransi, jadi bukannya kasihan justru kecelakaan kecil ini jadi bahan celaan kami..
 
Sekitar jam 03.00 kami memasuki wilayah Pangandaran, sesuai saran Ajenk, kami memutuskan menginap di daerah Batu Karas.. tanpa banyak cingcong kami langsung tidur pulas.. sempat terbangun saat gempa terasa menguncang kamar hotel, NaNa dan Leo berteriak gempa, dan aku cuma menanggapi dengan setengah mengingau, 'ya udah kita keluar saja' .. tapi tak ada satupun yg keluar, mungkin selain lelah kami juga merasa aman karena atap hotelnya berupa daun lumpia, eh rumbia..
 
Jam 07.00 kami bergegas bangun dan sarapan nasi-ayam KFC yg dibeli di Jakarta.. seusai mandi, kami cek-out untuk melanjutkan perjalanan.. ditengah jalan, saat sibuk berfoto-foto bersama kerbau, Ibuku menelpon memberi tahu ttg gempa yg menimpa Yogya, inna lillahi wa inna illahi rajiun.. sambil berwanti-wanti jangan bermain di laut dll dll yang ku-iyakan saja.. badanku langsung lemas, teringat saudara-saudaraku di sana, belum lagi teringat ada teman-teman kami grup Jalan Bebas yang sedang berwisata kesana.. semakin lemas saat tak ada satupun nomor telpon yg tersambung.. sedikit lega saat ibunda mengabarkan lagi bahwa saudara-saudaraku selamat dan tidak ada yang terluka parah, hanya villa Omku di Pandak saja yang runtuh lantak.. semakin lega saat telpon berhasil tersambung dgn sahabatku Azhar dan ternyata teman-teman Jalan Bebas sudah dalam perjalanan pulang dari Yogya.. ahh terimakasih Tuhan..
 
 
Walau masih was-was, kami tetap menjalankan rencana kami menyusuri sungai Cijulang menuju Green Canyon siang itu, mulut terus komat-kamit mengucap doa untuk keselamatan kami serta ketabahan korban gempa dan juga sibuk mengunyah kerupuk.. ternyata wisata Cijulang ini cukup digemari banyak orang, ada 4 bis rombongan dari Toyota yg ikut meramaikan, membuat kami harus mengantri untuk naik perahu... jam 10.00 tibalah giliran kami berperahu menyusuri sungai, sinar matahari yg menyembul dari balik pepohonan rindang, memantul di kehijauan sungai Cijulang, so romantic.. saat perahu sudah terhalang batu dan kami tak bisa menyusuri sungai dng perahu lagi, kamipun berlompatan ke air berenang melawan arus sambil meniti tebing batu untuk menuju air terjun di hulu sungai.. its so amazing.. Subhanallah.. asyiknya lagi ternyata dari sekian banyak perahu yg berangkat cuma kami saja yang hari itu nekad berenang ke hulu, yg lainnya pasrah ikut perahu mutar balik saja.. jadi bener-bener tebing indah sepanjang sungai itu milik kami berenam (kami berlima plus pemandu hehe).. ternyata arusnya cukup kuat dan membuat aku yg tadi pagi sarapan sok imut (alias nasinya ga diabisin) jadi kehabisan tenaga, hampir saja terseret arus.. tapi sumpah, pemandangannya luar biasa.. beberapa kali kami berhenti meniti tebing untuk menikmati pemandangan sambil menjilati air bening yg mengucur terus menerus dari atas.. slurrp segarrr.. ditengah keasikan futu-futu tiba-tiba kulihat sesuatu terbang dari atas sana menuju diriku, kaget sekali pas sadar itu ular sepanjang siku, kontan saja aku berteriak.. ularrr.. hih ngeri.. ularnya sih tidak terlalu besar, tapi kalo dipatuk, lumayan, bye bye dunia..
 
 
Perjalanan balik lebih ringan karena kami hanya perlu berenang dengan kaki di depan dan mengikuti arus sungai, karena sudah tak sabar menjemput donut di perahu (laperr bangett boo, tau khan jeleknya gue kalo udah laper) aku pun nekad berada di depan, sampai tidak sempat mengamati lagi ada jeram menghadang di depan sana, dan aaahhhh byuur blub blub, hampir dua gelas air jeram itu terminum olehku hehehe ..
 
 
Puas bermain air di sungai Cijulang, kami melanjutkan perjalanan ke Pangandaran, tujuan utamanya makan seafood :-) .. tiba di pasar ikan kami langsung sibuk memilih penganan, akhirnya 1 kg tiram saus padang, 1/2 kg cumi saus tiram, ikan kuwe bakar pun menjadi pilihan kami.. dan dalam waktu 15 menit semua makanan itu tandas, hanya tersisa sedikit saja.. sambil menjilati tangan yg belepotan saus padang yg lezat dan menyeruput es kelapa yg seger buanget, kami memandangi pantai pangandaran yg sore itu tidak terlalu ramai... disebelah sana ada kerumunan orang, tengah memandangi hiu abu-abu yg berhasil ditangkap salah satu nelayan, cukup besar juga.. rasa kasihan bercampur ngeri membayangkan mulut sebesar itu mencengkeram kaki kita..hiiii... sepertinya hiu itu terdampar oleh arus gempa tadi pagi, dan langsung tertangkap oleh nelayan yg bersenjatakan tombak.. wow, kayak di pelem..
 
Sepoi-sepoi angin pantai membuat kami mengantuk dan mengingatkan kami utk mencari hotel, perlahan kami berjalan dan mencari hotel yg sempat direkomendasikan penjaga pintu area wisata, ternyata hotel itu untuk jam-jaman alias short time.. ya ampyuuun emang muke-muke kita muke mesum apa yak, berlima pula getuu.. untung akhirnya kami menemukan hotel yg cukup nyaman.. sehabis mandi, nonton extravaganza (teteup, aming forever ;p), kami berkeliling ke sekitar pantai mencari tempat yg enak untuk makan malam.. restoran cina jadi pilihan kami kali ini, sayang pesanan sup jagungku tak seperti yg ku harapkan..
 
saat di lidah sudah terbayang rasa cream soup, tiba-tiba yg muncul adalah sup sayur biasa plus jagung yg dipretelin.. olala.. kembali ke hotel ngobrol sejenak dan satu-persatu kami pun hanyut terdampar di pulau kapuk.. zzzz...
 
Minggunya, seusai sarapan nasi kuning kami langsung cek out dari hotel, hari itu rencananya kami akan mengunjungi cagar alam pangandaran. Saat melalui pasar di pantai timur, aku dan Nana tertarik melihat-lihat pakaian pantai yg dijajakan, ups ternyata mahal boo. Sambil menunggu para wanita berkeliling pasar, para pria ternyata punya inisiatif yg lebih bagus, mereka sudah mencarter kapal yg akan mengantar kami snorkeling. Good boyy..
 
Setengah deg-degan mengingat gempa di Yogya berasal dari laut selatan jawa ternyata tidak menyurutkan semangat kami untuk bermain di laut pagi itu, diawali dengan doa perahu pun mulai dikayuh hingga ke tengah. Snorkeling di pantai pasir putih ternyata cukup menyenangkan, walaupun terumbu karang sudah banyak yg rusak dan arusnya cukup kuat tapi ikan-ikannya buanyaak sekalee. Lelah snorkeling, kami melanjutkan perjalanan menyusuri pantai dengan perahu. Lumayan jauh juga, menerjang ombak pantai selatan, berputar memandang tebing-tebing tinggi yang berhiaskan rimbunnya pepohonan, ombak yg pecah di karang, its so sensational. Melalui beberapa gua yg dihuni burung wallet dan kelelawar, air terjun serta batu karang dengan berbagai bentuk, batu kodok, batu layar, batu nini dll hingga dekat sekali dengan pulau nusakambangan. Tak terasa 1 jam sudah kami berperahu. Kami pun tiba di cagar alam, ternyata tempatnya ramai juga karena bisa diakses lewat darat.
 
Di cagar alam itulah aku sok akrab dengan beberapa monyet yg berkeliaran bebas. Sakhing sok akrabnya, beberapa monyet mengerumuni meminta pocari sweat yg aku bawa, aku sempat menanyakan kepada yg paling tua, emangnya lu bisa buka kaleng ini.. tiba-tiba monyet tua itu berlari ke belakangku dan menggigit punggungku.. cukup dalam juga, untunglah tertahan oleh tshirt yg kukenakan, tapi lumayan juga sakitnya. Ah ditanya gitu aja kok marah sih nyet, sensi banget luu.. concern gue cuma atu, dia udah sikat gigi belum ya tadi pagi sebelum gigit gue?
 
Tanpa sadar waktu sudah menunjukkan jam 11.30, waktunya pulang !! sambil menunggu perahu kami berapat kami masih sempat menikmati semangkuk mie ayam dan pecel, menikmati langit biru, pepohonan besar yg cukup tua, serta berlarian di pasir yg lembut. Ah indahnya perjalanan kali ini. Tepat jam 1 kami berlalu meninggalkan kota Pangandaran, kenangan manis tertinggal disana. Terima kasih Tuhan. 
 
 puspita widowati


Thursday, May 18, 2006

Kata Asset dan Hubungan Antar Manusia

Ini kedua kali saya mempermasalahkan pemakaian kata asset untuk menerangkan eratnya hubungan sosial antar individu. Pertama kali ketika membaca artikel yang mengatakan wanita adalah asset yang paling berharga untuk seorang pria, dan sekali lagi karena saya terpaksa memicingkan mata mendengar seorang rekan mengatakan teman berarti asset baginya.

Mengutip arti kata asset di salah satu buku suci para ekonom dan akuntan, Accounting, karya Charles Horngren, Walter Harrison dan Linda Smith Bamber, yang telah diterbitkan dalam beberapa edisi oleh Prentice-Hall International Inc.
Asset is an economic resource that is expected to be of benefit in the future. Cash, office supplies, merchandise, furniture, land and buildings are examples.

Jadi sebaiknya kita lebih berhati-hati menggunakan kata asset untuk sesuatu yang bersifat abstrak normatif seperti hubungan sosial antar individu. Karena asset selalu terkait dengan sejauh mana ia bisa menguntungkan, ketika tidak lagi menguntungkan si pemilik asset bisa setiap saat menjual/menghipotikkan asset tersebut, saat ada penawaran untuk asset yang lebih menguntungkan maka pemilik asset dapat beralih.

Hubungan antar manusia tidak selalu berada dalam posisi saling menguntungkan satu sama lain. Adakalanya kita harus berbaik hati dan berkorban untuk manusia A dan tidak mendapatkan keuntungan darinya tetapi disisi lain kita terus menerus mendapat keuntungan dari manusia B-C-D tanpa perlu melakukan apapun untuknya. Hubungan yang harmonis dalam keluarga, dalam pertemanan tidak dapat disamakan dengan praktek jual beli yang biasanya diterapkan dalam hubungan bisnis.

Jika Anda seorang manajer HRD mungkin Anda terbiasa dengan penggunaan kalimat karyawan adalah asset bagi perusahaan. Karyawan juga adalah manusia, tetapi perusahaan membayar sejumlah uang bagi karyawan untuk menggerakkan laju usahanya yang tujuan akhirnya adalah terciptanya keuntungan bagi pemilik modal karena perusahaan terus berkembang. Perusahaan akan menuai keuntungan bila dapat mengelola karyawannya. Bila karyawan merasa tidak puas dan membuat iklim kerja yg tidak kondusif maka keuntungan pun sulit dicapai oleh perusahaan.

Lalu apakah kita akan menerapkan prinsip yang sama dalam hubungan antar teman-sahabat, pasangan hidup, maupun orangtua pada anak? Keberadaan teman harus menciptakan keuntungan tidak boleh merugikan ataupun yang sedang-sedang saja, membeli teman dengan materi agar ia mengikuti kemauan anda, memiliki pasangan hidup juga harus bisa diperas, anak dikomersilkan agar orang tuanya dapat menangguk keuntungan sebagai ganti susu dan makanan yang diberikannya sejak si anak baru lahir. Tanyakan kepada hati nurani kita, siapkah kita berada di posisi sebaliknya?

Bisakah kita mengilhami diri untuk menjadikan teman, pasangan maupun anak kita sebagai malaikat dan dewa-dewi yang merupakan sayap-sayap kita untuk pulang ke surga. Walau malaikat sering melempari kita dengan batu untuk membuat kita menengadah ke atas. Dewa-Dewi kadang berwujud seorang raksasa yang mengerikan. Tetapi bersama mereka kita bisa bertumbuh menjadi manusia yang lebih baik.

Mari kita belajar bersama untuk menjadikan teman kita, pasangan kita, anak kita, orang tua kita sebagai ladang pengabdian dan amal, tempat menumpahkan kasih dalam ikhlas, karena Tuhan menciptakan mereka disekeliling kita bukan sebagai asset yang habis manis sepah dibuang. Kita sudah diuntungkan kok dengan mendapatkan anugerah Tuhan, tidak semua orang punya kesempatan untuk bertemu banyak orang dan menjadikan mereka teman kita, tidak semua orang mudah dipertemukan dengan pasangan hidupnya (me neither), tidak semua orang tua diberi kepercayaan membesarkan anak (my friends loose her child for 3x), dan tidak semua anak diberi waktu untuk mengenal orang tuanya. Masih perlukah berpikir cari untung?

Seorang sahabat pernah mengutip satu dalil yang mengatakan kalau kita berteman dengan penjual minyak wangi maka kita akan jadi wangi, sebaliknya kalau berteman dengan tukang asap kita akan jadi dekil dan berbau tak sedap karena terkena asapnya. Yang tafsirnya berarti kalau kita berteman dengan orang baik kita akan jadi baik, berteman dengan orang jahat kita akan ketularan jahatnya. Kenapa bukan kita saja yang jualan minyak wangi? Kan tidak perlu cari tukang minyak lagi J

Peace,
 puspita widowati, 18-05-2006

aku tak ingin jadi asset siapapun, aku tak ingin jadi tukang minyak..
aku ingin jadi mutiara saja, yang tak pernah sirna kilaunya walau berada di dalam selokan..
tak peduli masa laluku sebagai kuman dalam kerang..

Sunday, February 19, 2006

Belajar dari sang kecoa

Sejak kecil aku punya fobia pada kecoa yg makin menjadi-jadi saat bertambahnya usia. Sering bertanya-tanya kenapa sih Tuhan harus menciptakan mahluk mengerikan yg satu itu. Jorok, kulitnya coklat legam, mukanya seram, bersungut, ga ada sisi keindahannya, n bisa terbang pula. Hiii, ini yg paling membuat ia menakutkan untukku.

Sambil terus bertanya-tanya tentang penting ga sih mahluk yg namanya kecoa itu hidup di bumi. Kalau memang ia diperlukan untuk proses pembusukan, memangnya tidak ada zat kimia yg bisa dikreasikan manusia untuk melakukan itu.

Tak dinyana, salah satu hal yg bisa memperkuat kekagumanku pada Allah Sang Pencipta Yang Maha Sempurna justru datang dari mengamati kecoa. Hewan kecil (kecuali kecoa hutan yg sering kutemui di kampus UI dulu yg gede banget), yg wujudnya diciptakan begitu buruk rupa dan menyeramkan, tidak seperti macan atau ular yg walaupun berbahaya tapi tampak manis dgn kulitnya yg warna-warni.Tapi apakah buruk rupanya kecoa menunjukkan bahwa Tuhan tidak menyayanginya, lalu mencipta hanya sekenanya.

Tidakkah kita bisa melihat betapa hanya Tuhan-lah yang Maha Sempurna, mungkin mahluknya tidak sempurna, tapi Tuhan sudah menyiapkan segala-sesuatu yang sekiranya diperlukan oleh mahluknya untuk hidup. Kecoa si buruk rupa itu diberikan banyak kelebihan oleh Allah, ia bisa hidup dimana saja, bahkan di tempat paling nista pun, ia sanggup hidup di tempat kering maupun basah, tempat terang maupun yg amat gelap, bisa makan apa saja (dari sisa makanan yg masih enak hingga kotoran), limbah dan detergen bukan masalah untuknya, tidak terlalu banyak predatornya, selain dikaruniai kaki yg bisa membuatnya cepat menyelinap, ia juga diberi sayap yg cukup kuat untuk terbang tinggi. Sehingga insektisida pun diperlukan khusus untuk mematikan seekor kecoa. Dahsyat  bukan perencanaan Tuhan untuk jalan hidup setiap mahluk yg Ia ciptakan.

Umumnya manusia tak pernah cukup puas untuk dapat menerima dirinya, lebih sering melihat apa yg tidak dan belum ada pada dirinya dibandingkan mensyukuri yg ada dan mengoptimalkan manfaat dari apa yg sudah ada itu. Sementara apa yg dimiliki seringkali membuat manusia lupa diri dan sombong, padahal semua hanya pinjaman dari Allah. Tapi Allah adalah organizer yg Maha Hebat, setiap detil hidup mahlukNya telah Ia petakan, Ia tahu mana yg terbaik untuk semua mahlukNya, tanpa kecuali, seperti si kecoa tadi. Bisa dibayangkan kalo kecoa seperti manusia yg kena hujan saja bisa flu berat, demam tinggi, makan makanan basi bisa kejang-kejang keracunan, wah dibutuhkan banyak sekali rumah sakit dan dokter kecoa ;-p.

Intinya tidak ada mahluk yang sempurna, yang sempurna hanyalah Sang Pencipta saja. Kalau Tuhan berkehendak, sesuatu yg mustahil bagi kita terjadi bisa saja terjadi, atau sebaliknya. Yang perlu kita yakini Allah mencintai semua mahluknya, tanpa terkecuali, walau bentuk cintaNya terkadang tidak sesuai dgn yg kita harapkan tapi Allah selalu berikan yg terbaik.

- puspita widowati, valentine's day 2006 -

Tuesday, January 31, 2006

Jika Traveling adalah suatu Pelarian.. So What Gitu Loh..

Hari ini saya merasa sangat excited, berbinar-binar seperti abg jatuh cinta, mau tau sebabnya? Karena di depan mata saya terpampang gambar-gambar pemandangan indah dari website Pulau Derawan, impian tujuan wisata saya selanjutnya. Merencanakan liburan lengkap dengan detil agenda, memikirkan dress code dan peralatan yg harus dibawa ternyata efeknya sungguh dahsyat untuk aura bahagia saya saat ini. Jauh lebih mengasyikan dibanding dating with any cute guys ;-p. Lebih excited lagi membayangkan saya akan pergi benar-benar sendirian kesana, membelah hijaunya belantara Kalimantan dan sungai Berau yang di kanan-kirinya bergelantungan monyet hidung merah. Oh God, I cant hardly wait. Yummy..

Jadi ingat, seorang teman pernah menanyakan apakah saya traveling untuk pelarian? The answer is Yes and No. Yang pasti traveling bisa membuat saya bahagia, jangankan menjalaninya, merencanakannya saja sudah membuat saya berbinar-binar seperti ini. Saat traveling kita bisa melihat kebesaran Tuhan yg menciptakan sulaman landscaping dan lautan yang begitu indah, melihat perjuangan bapak petani dan paman nelayan menjalani kehidupan, membuat kita tak punya pilihan lain selain mensyukuri nikmat dan mencintai Sang Pencipta. Di saat sejauh mata memandang hanya ada laut tanpa batas dan langit biru yg begitu megah, luruh sudah semua kesombongan dan ego kita. Begitu kecil kita ternyata. Melihat para polisi hutan dengan gaji yg minim bisa bertanggung jawab pada profesinya, menjaga alam dan hewan-hewan yg dilindungi dengan penuh cinta. Ternyata arti cinta yg selama ini dikupas habis di majalah Cosmo, Female dll, tidak ada apa-apanya.

Selalu ada hal menarik yg bisa kita temui dalam perjalanan, that’s why St. Agustinus said “a world is like a book, the one who stays at home reads only one page”. Mahal memang yg namanya jalan-jalan, tapi jika kita anggap sebagai investasi untuk pengkayaan diri maka bisa dikatakan traveling is value for money. Di Manado saya belajar tulusnya kasih secara universal, torang samua basodara ternyata bukan cuma slogan disana, di setiap rumah kami selalu dijamu besar-besaran, walau baru kenal hari itu. Melihat keseharian napi kelas kakap di Nusa Kambangan yg ternyata punya rasa takut, bisa tersipu malu saat digoda dan pilu menatap kosong bercerita betapa mereka merindukan keluarganya, ahh ternyata mereka juga manusia. Memaknai perjuangan ibu hamil yg harus naik ojek 7km untuk menemui bidan di Ujung Genteng. Berpacu dingin menerobos kabut menyapa petani kentang yg sedang panen di dataran Dieng, jahil menggoda ibu-ibu kemayu pemetik daun teh di Ciwidey. Bermain di tengah senja berteman temaram pelita di kapal nelayan, menunggu dalam harap cemas adanya ikan yg tertangkap. Terapung di laut dgn gemerutuk kedinginan dan perut sangat lapar saat menunggu kapal menjemput di pulau seribu. Tubuh basah kuyup naik kapal ketinting di Tenggarong. Tangan belepotan belajar jadi pengrajin gerabah di Lombok.

Mungkin seperti ectasy, awalnya pelarian, belakangan jadi ketagihan… hehehe..
------------------------------------------- 
Jika hidup terasa gelap, nyalakan saja lampunya…itu kata seorang psikolong ternama.

Disarankan dalam sebuah artikel agar kita harus percaya bahwa kita bisa bahagia, lakukan apa saja untuk membuat kita gembira. Kenakan busana berwarna ceria, pajang hiasan bernuansa gembira, atau saksikan tayangan yang penuh tawa. Jangan mematikan lampu yang menerangi jiwa. Hentikan keluhan mengenai cuaca yang buruk. Hibur diri sendiri dengan mengatakan bahwa segalanya hanya akan ada untuk sementara waktu saja. Berikan semangat kepada diri sendiri, setelah segala kesedihan pergi maka kehidupan kita akan terasa semakin berseri. Mari lakukan hal-hal positif yang kita sukai !!

Tuesday, January 17, 2006

Hari Ini Temanku Menikah

Ahad Delapan January


hari ini temanku Fey & Bonky menikah


 


aku iri pada mereka…


 


bukan… bukan karena akhir bahagia kisah cinta mereka yg begitu manis


bukan juga karena mereka berlari cepat mendahului kami yg masih tertatih


tahu diri, kami mungkin masih harus terus tirakat puasa senin kamis


sabar menunggu cinta sejati datang bersama arus deras dari sungai cicatih


 


ahhh itu kisah mereka.. kisah yg lain mungkin berbeda


misalnya diantar merpati pos, atau kalau lebih cepat mungkin pakai jasa kurir tnt


bisa juga kisahnya masih terapung bebas di laut bunaken (ayo cari kail !)


bukan juga? sincia hampir tiba, adakah tergantung di pohon angpau?


 


tapi sungguh aku iri... pada meriahnya pesta pernikahan mereka..


begitu banyak cinta bertabur disana..


 


denting musik, yg rupanya mengalun dari hati setiap yg hadir


semerbak wangi bunga, yg rupanya tercium dari bibir-bibir penuh doa


lezatnya masakan, yg rupanya diracik dengan pengorbanan tulus para sahabat


dan cerahnya mentari, yg rupanya dipawangi binar mata bahagia sang Ibunda


 


aku iri pada mereka..


malam ini pasti mereka masih lelah seusai perhelatan itu..


minggu depan pasti mereka sudah sibuk dengan acara bulan madu..


 


tapi hari ini entah sampai kapan, aku masih terharu biru..


 


^ puspita ^


Jan 8, 2006



 


 


Fey adalah sosok teman yg penuh perhatian, bak penyejuk di telaga yg selalu memberi semangat untuk sekitarnya, kaki kuatnya dalam pendakian belum seberapa kuat dibanding tekadnya turut melestarikan alam Indonesia. Ketulusan dan pengorbanannya selama menjadi moderator Nature Trekker dan koordinator berbagai event adventure telah menjadikannya wanita perkasa yg begitu disayangi semua yg mengenalnya. Pada pesta pernikahan yg diadakan di kediaman orang tuanya, puluhan teman tak mau ketinggalan moment ijab kabulnya, bahkan banyak yg rela menginap utk mendapatkan gambar terbaik setiap gerik dua merpati itu (termasuk kerbau dan kambing yg turut hadir di halaman mushola). Semua hanya karena cinta.


 


Selamat Bahagia utk Fey & Bonky

Tuesday, January 3, 2006

A Friend in Need is A Friend Indeed


…teman adalah hadiah dari Tuhan untuk kita, mereka bagaikan malaikat-malaikat kecil yang tak bersayap…


Aku yakin semua orang di dunia ini pasti punya teman, entah seberapa dekat dan seberapa tulusnya hubungan mereka. Tapi aku tak yakin kalau teman yg mereka miliki sehebat teman-teman yg aku miliki. Karena teman-temanku tetap mendampingiku bahkan disaat aku tak punya apapun yg bisa aku tawarkan pada mereka. Juga pada saat aku hanya ingin membisu dan sibuk dengan alam pikirku sendiri.


Mari kita bongkar bersama koleksi teman yg kita miliki. Berapa banyak diantara teman yg kita punya yg mengingat kita tidak hanya pada saat susahnya, tapi juga membagi saat senangnya dengan kita. Sebaliknya apakah mereka juga ada saat kita bersuka maupun berduka. Kalau belum banyak, ehm mulailah menoleh kanan kiri dan melihat orang-orang yg baik dan tulus yg bisa dijadikan koleksi teman kita J


Seorang teman yg menemani di saat duka tidak berarti harfiah ikut menangis bersama disamping kita, atau menyodorkan a shoulder to cry on. Tapi seorang teman yg baik akan mengusahakan kita terobati dan bangkit dari luka kedukaan. Seperti obat pada umumnya, mungkin rasanya pahit tapi khasiatnya menyembuhkan.


Aku punya beberapa teman yg selalu mencaci-maki diriku disaat aku sedang bersedih atas kegagalan dan ketidakmampuanku akan suatu hal, mungkin orang lain yg melihat akan menganggapnya kejam dan heran, orang sudah jatuh kok masih ditimpa tangga. Tapi ternyata ’pecutan’ mereka bisa membangkitkan aku bahkan membuatku merasa jauh lebih baik dari sebelumnya. Ada juga yg tampak sedikit tak perduli dengan cerita sedih kita, dan memilih sibuk bercerita tentang kegiatannya di hari itu, ngoceh ngalor ngidul dan akhirnya terselip cerita lucu yg membuat semua yg mendengar tertawa. Kemudian dia akan tersenyum lega seraya berkata, gue seneng lu bisa ketawa, ketika lu udah riang lagi gue yakin lu bisa atasin semua masalah lu sendiri.


Ada orang-orang yg secara luar biasa punya indera keenam yg cukup kuat hingga tanpa sadar selalu datang di saat yg tepat, walau phisically mereka tinggal di tempat yg jauh dan jarang menghubungi di hari-hari lain, tiba-tiba out of the blue bisa muncul dan menumbuhkan harapan baru disaat kita membutuhkannya. Bisa disebut teman-teman macam ini adalah keajaiban yg hadir dari suatu cinta yang tulus.


Bagaimanapun, teman adalah hadiah dari Tuhan untuk kita, mereka bagaikan malaikat-malaikat kecil yang tak bersayap. Memang diciptakan Tuhan untuk melingkupi kita dengan kasih. Bak simpanan tanpa bunga, namun juga tanpa biaya administrasi dan pajak penghasilan. Harus dimiliki! Tapi bagaimana cara kita memilikinya juga akan kembali kepada kita. Jika kita membeli teman dengan uang atau kekuasaan, maka seperti transaksi di bank, kita dapat hadiah langsung satu dos indomie saat buka tabungan, semakin banyak hadiah didapat saat kita tingkatkan saldo tabungan. Tapi saat keadaan kita memburuk, saldo tabungan makin tipis, pajak dan biaya adminnya mulai terasa mencekik, bahkan untuk menutup tabungan tetap dikenakan biaya.


Mari kita berlomba jadi teman yg baik untuk teman-teman kita, kawan. Be a friend in need. Tulus memberi walau terkadang penerimaan terhadap pemberian kita tidak sesuai harapan kita. Kita bisa mulai menghargai juga pemberian orang lain. Contoh kecil, kadang kita menganggap sampah untuk forward email cerita kebajikan maupun jokes dari teman kita, padahal mungkin isinya bagus dan bisa menceriakan hari kita. Paling tidak, nun jauh disana, ada seseorang yg masih mengingat kita dan berharap dapat memberikan sesuatu untuk kita.


Suatu hari nanti, sepuluh atau dua puluh tahun kedepan, saat orang bertanya padaku, apa rahasia kamu bisa awet muda? Aku sudah tahu jawabannya... (Nope! bukan banyak minum air putih atau makan sayur tiap hari, tapi...).. Kasih Tuhan lewat teman-temanku dan keluargaku...


Thanks God, May You bless and take care all my friends wherever they are now…



puspita widowati - Jan 2006

 

--------------------

JEJAK - JEJAK TANAH BASAH

Seorang perempuan menemui kekasihnya dalam kesedihan .
Dia bertutur tentang kegagalanya lagi yang telah kesekian kali.
Lelaki di hadapannya itu hanya memandanginya dan tersenyum, lalu berkata setelah semua cerita dan air mata usai dipapar ,
" Kulihat sempurna sudah bintang di matamu, karena redupnya yang sesekali, " gadis itu terdiam.

Akhirnya kita sepakat untuk berjumpa di pulau itu, tepat seperti kisah kita lima tahun yang lalu.

Bahkan tidak ada yang berbeda , saat hujanpun turun akhirnya seperti hujan lima tahun yang lalu, disusul dengan hujan air matamu seperti sekarang yang serupa dengan tempo dulu.

Ah, entah kenapa bahkan hingga sekarangpun kita belum kunjung sejalan.

Mungkin lima tahun lagi jangan lagi pertemuan kita untuk mengharapkan adanya persamaan dan bukan permintaan atas pertemuan yang menjadi pengulangan hari kemarin.

Bukankah hidup adalah perubahan bukan rotasi untuk sebuah pengulangan kisah kemarin.

Waktu hingga tibanya hati tersentuh kenyataan untuk sebuah doa dari yang jarang, siapa yang memulai untuk melukiskan balik tentang bagaimana aku bisa sampai di sini ?

Waktu kemarin aku masih bertanya - tanya akan berdiri di mana aku dua tahun lagi, besok atau tahun depan, masihkah berdiri pada shaf yang sama di pulau ini?

Dan saat semua berubah lepas sujud, butir air mataku menetes, terlalu banyak kisah untuk dipaparkan terlalu pendek waktu untukku menulis tangis dan takutku akan malam - malam itu, sungguh aku terhempas Tuhan untuk besok dan hari dari kaki yang aku tahu akan berdiri di mana kelak.

 

from Andrey