Tuesday, February 17, 2009

Ling Fei

(pindahan dari blogspot, yg kuposting 30 Desember 2008)
Belum lama ini bersih-bersih kamar, nemu organizerku tahun 1997 jaman masih kerja di Pakuwon. Lucu aja baca deretan tugas-tugasku, banyak juga yah, secara jadi sekre di sales bukan cuma ngurusin surat penawaran tapi juga tenant complaints n meeting sama agents, apa iya waktu itu bisa kelar dalam satu hari.
Diantara catatan urusan kerjaan, nyempil satu note yg agak pribadi, dated 4 August 1997, hmm ini pasti spesial banget casenya, coz dia ga seharusnya ada disitu, tulisannya gini:
hari ini ita sedih banget, Ling Fei sakit, telurnya melintang ga bisa keluar, padahal Ling Fei yg paling baik dan paling lembut, nanti siapa yg aku gendong kalo Fei mati..
Ling Fei was one of my chicken. Kok namanya Ling Fei? hehe. Jadi dulu tuh aku addict banget sama buku-bukunya Asmaraman Kho Ping Ho. Sampai kebawa mimpi tuh ngebayangin para tokoh yg jago silat di bukunya. ciaattt.. sakhing ngefansnya jadilah para ayam diberi nama sesuai perangainya para tokoh itu. Ada Han Lin, Shia Wan, Chi Wei etc. Han Lin kalau ga salah pendekar yg pandai main suling, kalau dia udah main suling suaranya tuh menyayat kalbu. Sementara Ling Fei ini tokoh tuan putri yg lembut banget. So, dipakai deh buat ayam betina yg paling cute n nurut. Untung ga ada hak ciptanya, bisa kena deh akiu.

Satu Hari Sendiri

(pindahan dari blogspot, yg kuposting 08 Desember 2008)

Pagi itu bangun kepagian, maka aku memulai hari dgn membaca salah satu cerpen di buku “Satu Hari Berani”nya Sitta Karina, yg berjudul Blue-Sky Holiday. Entah karena aku memang lagi down or Sitta bagus banget deskripsiinya, belum juga mandi, tapi mataku udah basah dipenuhi air mata, terngiang-ngiang tokoh Brama di cerpen itu. Oh Suratan Takdir.

Pagi menghangat, aku bersiap berangkat ke misa pernikahan rekan satu tim ku Robert, usai mandi moodku beranjak lebih bagus, untunglah. Ready to go. Wearing kebaya sutra Makasar, selendang n jeans, rambut kriwil-kriwil hasil kerjanya BaByliss, hehe jadi mirip pemain silat Cina kesasar. Drive my little Pica, teriak-teriak nemenin Steven n Pohon Kelapa konser, mencoba menikmati kemacetan khas Depok. Lama-lama ga tahan juga, kepikir lewat jalan alternative aja deh. Kebetulan semalem baru lewat jalan yg sama juga n keliatannya ga ada masalah.

Dua kilo pertama aman damai, sempat heran juga kok jalanan kosong banget ga ketemu angkot yg biasa lewat jalur itu. Tiba-tiba tuwiwing, di depanku terpajang pengumuman “maaf jalan anda dialihkan”, ga ada pilihan lagi hanya ada belokan ke kiri, hmm ya sudahlah ikutin aja Inova silver di depan. Jalan itu hanya cukup satu mobil dan ketika ada gerobak sayur lagi mangkal terpaksa lah menunggu hingga ia jalan dan melewatinya setelah jalan lowong. Tiga menit kemudian, tuwiwing kedua, Inova itu berhenti agak lama, sang pengemudi turun, membuka pintu pagar dan masuk rumah. Yiuk marii, aku tinggal sendiri, tak ada mobil di belakang ku, hanya ada beberapa motor. Pede aja deh ikutin jalan itu, toh hanya satu satunya, pikirku.

Sampai di suatu persimpangan, aku bertanya pada beberapa remaja yg asyik ngerumpi di jalan, mereka menyarankan aku ambil jalan yg lurus karena yg kekanan jalannya rusak. Okelah aku lurus. Jalannya memang bagus tapi sempit, pas aja dua mobil, tak ayal spionku sempat senggolan sama spion taxi yg diparkir agak menjorok ke tengah jalan. Untunglah ga banyak mobil yg lewat. Hmm. Bertemu lagi satu persimpangan, aku bertanya serius kepada seorang Ibu, ia menyarankan aku ambil jalan ke kiri yg tembus ke Ciganjur. Okay aku belok kiri. Then, jalan yg kulewati semakin lama semakin aneh, udah ga ada rumah lagi, ladang, perkebunan, tanah kosong, hanya ada beberapa bangunan semi permanen yg aku ga berani nengok juga apakah jenisnya, jalanan rusak, lubang menganga di mana-mana. Satu dua kali motor ngebut melewatiku. Sisanya sepi. Aku benar-benar panik. Tapi kusadari ga mungkin menelepon orang rumah atau kakakku, aku ga mau bikin mereka panik juga, lagi pula ga ada gunanya, lha wong aku aja ga tau berada di mana, kanan kiri kucari plang nama jalan juga ga ada.

Saat itulah aku benar-benar ngerasa putus asa, bingung, mau putar balik juga ga ada tempat yg cukup pas untuk memutar, lagi pula aku ga yakin bisa balik ke jalan yg benar. Mau jalan ngebut supaya cepat sampe tp jalan rusak, kalaupun cepat sampe kemana juga ga jelas. Mau jalan pelan takut juga karena jalan itu sepi sekali. Tak sadar aku menangis dan meraung sendiri sambil tetap menjalankan mobil. Hanya satu harapku, Tuhan, tolongin Ita. Aku benar-benar takut saat itu. Tak terbayang kalau si pica rewel atau habis bensin, Ya Allah, am in the middle of nowhere, bisikku putus asa.

Tapi Tuhan memang tidak pernah memberi ujian diluar batas kemampuan mahluknya, saat aku merasakan kakiku mulai melayang sakhing takutnya, rasanya jauh sekali jalan yg kulewati, tiba-tiba sampailah aku di perempatan, pilihan ke kanan tertutup juga, ada plang yg sama seperti yg kutemui di awal tersesatku, aku seperti berhalusinasi, jangan-jangan aku kembali ke jalan yg tadi. Pilihan ke muka jalanannya sama kecil seperti yg kulewati tadi. Reflek aku memilih belok ke kiri, jalan cukup besar dan agak mulus. Sebelah kiriku ada sungai yg cukup besar. Tapi aku belum juga sadar aku dimana. Hingga setengah kilometer baru aku lihat satu plang yg dibagian bawahnya tertulis, Krukut. Astaga dari Beji sudah hampir Jagakarsa kok bisa-bisanya aku nyasar sampai ke Krukut, daerah Cinere to Pondok Labu, yg jauhh buanget.

Aku terus mengikuti jalan itu, sambil meraba-raba, ini Krukut bagian mana yah. Tak berapa lama, di suatu tikungan bertemu dengan sebuah angkot merah. Alhamdulilah, akhirnya ketemu angkot juga. Rasanya senang sekali hatiku dan aku mulai menangis lagi, kali ini tangis bahagia. Tak sadar aku jalan lelet sekali karena sibuk menyeka air mata. Luntur sudah perona mataku. Rambut juga mulai berantakan. Baju basah penuh keringat. Hingga sebuah angkot lain melewatiku sambil mengomel-ngomel terganggu pelannya jalanku. Tapi entah kenapa aku senang aja mendapatkan cercaan itu. Kuikuti saja ia sampai aku bertemu jalan besar yg ku kenali dengan baik. Aku tahu tidak mungkin aku bisa menghadiri pernikahan Robert, acaranya pasti sudah selesai. Sedih, kecewa, kakiku masih gemetar, tapi aku bersyukur, setidaknya aku masih diberi keselamatan olehNya. Terima kasih Ya Allah.

Tiba di rumah, baru saja kututup gerbang dan byurrr hujan deras mengucur dari langit. Siang hingga sore itu, hujan tidak berhenti mengguyur Depok dan Jakarta, disertai angin, pohon tumbang, jalanan macet di mana-mana. Ternyata Tuhan punya maksud, Ia tak tega membiarkanku sendirian melalui semua itu. Ia mau aku tidur nyenyak di kamarku, ditemani si ganteng Afgan yg ku putar lamat-lamat, sadis benar caramu menyingkirkan diriku. Zzz. Melayang-layang mimpi bertemu Sitta. Protes ah, Sitta, kenapa sih Brama harus cepet mati. Takdir, Ta. Tau khan, hidup mati, jodoh, rejeki, semua itu suratan takdir. Yah. Sama seperti hari ini, tersesat dan terselamatkan, bagian dari takdirku juga.

Empat Orang yg Kamu Temui dlm Hidup

copy-paste dari milis :-)

-------------------------

Hidup adalah proses menemukan cinta, setiap orang perlu menemukan 4 orang dalam hidupnya:

Orang pertama adalah kamu,
Kedua adalah orang yang sangat kamu cintai,
Ketiga adalah orang yang sangat mencintai kamu,
Keempat adalah orang yang dengan siapa kamu menghabiskan sisa hidupmu.

Dalam hidup, pertama kamu akan bertemu dengan orang yang sangat kamu cintai dan belajar bagaimana rasanya cinta itu. Karena kamu sudah tau rasanya cinta, kamu dapat menemukan orang yang sangat mencintaimu.
Setelah kamu mengalami bagaimana rasanya mencintai dan dicintai, kamu akan tahu apa yang paling kamu inginkan. Kemudian kamu akan mencari orang yang cocok denganmu, yang dengan siapa kamu bisa menghabiskan sisa hidupmu.

Sedihnya, dalam kenyataan hidup, ketiga orang ini biasanya bukan orang yang sama.

Orang yang sangat kamu cintai tidak mencintaimu.
Orang yang sangat mencintaimu, bukan orang yang sangat kamu cintai.
Dan orang yang dengan siapa kamu menghabiskan sisa hidupmu, bukan orang yang sangat kamu cintai dan bukan orang yang sangat mencintaimu. Dia hanyalah orang yang kamu temukan *diwaktu dan di tempat yang tepat*.

Yang manakah kamu dalam kehidupan orang lain?

Tidak ada orang yang hatinya dengan sengaja berubah.
Pada saat dia mencintaimu, dia sungguh-sungguh mencintaimu.
Tapi saat dia tidak lagi mencintaimu, maka dia sungguh-sungguh tidak mencintaimu lagi.
Ketika dia mencintaimu, dia tidak bisa berpura-pura tidak mencintaimu.
Sama halnya saat dia tidak mencintaimu lagi, dia tidak mungkin berpura-pura mencintaimu.

Ketika seseorang tidak mencintaimu dan ingin meninggalkanmu, kamu harus bertanya pada dirimu apakah kamu masih mencintainya. Jika ternyata kamu juga tidak mencintainya lagi, jangan mempertahankannya hanya demi harga diri.
Jika kamu masih mencintainya, kamu harus mendoakan kebahagiaannya dan berharap dia akan bersama orang yang sangat dia cintai, jangan halangi dia. Jika kamu menghalanginya menemukan kebahagiaanya bersama orang yang dia cintai, itu sudah menunjukkan kalau kamu tidak mencintainya. Dan jika kamu tidak mencintainya, hak apakah yang kamu miliki untuk menyalahkannya atas perubahan hatinya?

Cinta tidak harus memiliki, jika kamu suka bulan, kamu tidak dapat mengambilnya begitu saja dan memasukkannya ke baskom. Tapi sinar rembulan masih bersinar untukmu.
Dengan kata lain, ketika kamu mencintai seseorang, kamu tidak bisa menggunakan cara lain untuk memilikinya. Biarkan dia menjadi memori permanen dalam hidupmu.
Jika kamu sungguh-sungguh mencintai seseorang, kamu harus mencintainya sebagaimana adanya. Cintailah sifat baik dan buruknya. Dengan alasan kamu mencintainya, kamu tidak bisa berharap dia menjadi seperti yang kamu inginkan Jika dia tidak bisa berubah menjadi seperti yang kamu inginkan, maka kamu tidak mencintainya lagi.

Ketika kamu sungguh-sungguh mencintai seseorang, kamu tidak bisa menemukan alasan kenapa kamu mencintainya. Kamu hanya tahu bahwa dimana pun dan kapan pun, saat baik atau buruk, kamu ingin orang tersebut berada didekatmu. Cinta sejati adalah saat dua orang yang dapat melalui masalah-masalah tersulit tanpa meminta janji atau daftar kriteria. Dalam satu hubungan, kamu harus berusaha dan memberikan waktu, tidak selalu di posisi penerima. Terpisah satu sama lain merupakan satu ujian, jika hubunganmu tidak kuat, kamu akan mengaku kalah.
Cinta sejati tidak akan pernah menjadi benci.

Ketika 2 orang saling jatuh cinta, mereka suka membuat janji dan sumpah.
Mengapa mereka saling meminta janji dan sumpah? Karena mereka tidak percaya satu sama lain, mereka tidak percaya pasangan mereka. Janji dan sumpah tidak ada gunanya; sampai langit rubuh, sampai laut kering, cintaku padamu tidak akan berubah. Semua orang tau kalau langit tidak akan pernah rubuh, laut tidak akan pernah kering, lagipula, saat itu terjadi apakah kita masih hidup?

Berhati-hatilah jika berjanji, jangan memberi janji yang tidak bisa kamu pegang, jangan bersumpah demi sesuatu yang tidak akan pernah terjadi. Karena sumpah itu tidak akan pernah terjadi, jadi tidak berbahaya jika menyebutnya begitu saja. Ingatlah, berjanji demi sesuatu yang tidak akan pernah terjadi adalah hal yang paling menyentuh perasaan!! Dalam satu hubungan, apa yang kamu katakan adalah satu hal, tapi apa yang kamu lakukan adalah hal lain.

PS: Kata-kata di atas sangat bermakna dan mudah dituliskan tapi sangat sulit untuk dilakukan.

 

US Embassy Girl

(pindahan dari blogspot, yg kuposting 17 Oktober 2008)

Once in a life time, hihi dongeng banget yaks.. My best friend Sisca pernah bete banget sama boss kita dulu, Pak Kumar Sankara, bukan karena apa-apa, lha wong P’Kumar ini orangnya baik banget, tapi cuma karena P’Kumar ga pernah panggil nama ke Sisca. P’Kumar selalu panggil dia dengan nama “The US Embassy Girl”, walaupun waktu itu Sisca udah pindah ke divisi Customer Care, udah ga jadi perwakilan kita lagi di US Embassy, teteuupp.

Bertahun-tahun kemudian, setelah menclok di dua Perusahaan lain, saat ini Sisca bekerja di US Embassy, bukan perwakilan lagi, but she herself works as permanent employee disana. Kebetulan? Dunno! Katanya khan di semesta raya ini ga ada sesuatu yg terjadi atas nama kebetulan, coz sehelai daun akan jatuh pun Tuhan pasti sudah mengetahuinya. So, apakah karena P’Kumar tanpa sengaja telah mendoakan Sisca selama bertahun-tahun dengan panggilannya itu? Dunno juga. Yang pasti, bekerja disana adalah salah satu cita-citanya Sisca, selain keliling Eropa, dan sejauh ini sahabat gue itu konsisten dengan cita-citanya.

Jadi inget lagunya Nidji, sountracknya Laskar Pelangi.. kalimat pertama.. mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia..

So, jangan berhenti bermimpi alias bercita-cita.. berdoa dan berusahalah mencapainya ! Tangan Tuhan begitu panjang, mudah saja bagi-Nya, hanya Kun Fayakun aja.. hal yg mustahil bagi kita, hanya sepersejuta dari sebuah titik debu bagiNya..

Menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga..

Copet

(pindahan dari blogspot, yg kuposting 14 Oktober 2008)

Udah bertahun-tahun ga ngeliat copet beraksi, baru kemarin ini ngeliat lagi di metromini 640 yg kami naiki dari depan Plaza BII menuju Stasiun Dukuh Atas, masih sama aja modus operandinya. Kayaknya copet tuh udah hafal kalau sebagian penumpang akan turun di halte Losari or Dukuh. Bis dalam keadaan tidak terlalu penuh, semua penumpang duduk. Sesudah bundaran HI, salah satu dari mereka berjalan dari bagian belakang dan ambil posisi di pintu depan, seperti mau turun, aku sempat mengamati, aneh orang ini, padahal pintu belakang kosong, tapi belum kepikir kalau dia copet.

Tampilannya sih biasa, laki-laki umur 35an lah, kayak orang kantoran juga, pakai tas cangklong warna hitam. Aku jadi ngeliatin orang ini, si A, dgn seksama karena ia pakai ikat pinggang coklat yg ga matching sama kemeja putih dan celana biru yg dipakai, padahal sepatunya udah bener hitam. Sakit mata. Terus, kenapa juga ini orang sudah berdiri dari tadi tapi belum turun-turun juga.

Mendekati sta Dukuh seorang bapak yg tadinya duduk di belakang sopir berdiri bersiap turun, tiba-tiba dia sibuk merogoh-rogoh celana si laki-laki aneh, entah dari mana datangnya, seorang pria lain, si B, langsung maju dari arah belakang dan mengomel, heh heh ada apa ini. Si bapak tadi berteriak “handphone saya!”, dan si pria yg baru muncul itu menunjuk, “itu handphone bapak jatuh”. Cepat sekali kejadian itu, hanya dalam hitungan detik. Kebetulan saya duduk persis di dekat pintu, jadi bisa mengamati semua kejadian itu tanpa terhalang sama sekali. Sementara di seberang sana tepat di samping keributan itu, seraut wajah hitam tampak pucat pasi, teman saya Paul.

Setelah kami turun di stasiun, bapak yg nyaris jadi korban bercerita, sewaktu dia bergerak ke arah pintu, si A dengan tangan berlindung pada tas cangklongnya mengambil handphone yg terletak di ikat pinggangnya, si bapak bisa merasakannya dan tahu bahwa si A pelaku, maka ia langsung merogoh kantong si A, si B adalah kawan yg bertugas mengacaukan perhatian si bapak, saat si B berteriak handphone jatuh itu si A melemparkan hasil curiannya ke bawah. Memang kalau melihat posisi tempat handphone di ikat pinggang si bapak, sangat tidak mungkin handphone bisa jatuh, lha wong ada tutup dan kuncinya. Menurut Paul, sewaktu si B berteriak memberi tahu handphone bapak jatuh, tercium bau alcohol dari mulutnya (untung bukan dari kethynya ya). Alamak mana ada orang kerja sempat minum-minum di jam kerja.

Dasar copet, uang mudah dicari yah mudah juga dihabiskannya. Buat kita, kemanapun kaki melangkah jangan lupa berdoa, dan WASPADALAH, kata bang Napi

Tes Lari

(pindahan dari blogspot, yg kuposting 06 Agustus 2008)

Sebenernya there is nothing special sama sebuah Tes Lari, biasa deh buat konsumsi anak sekolahan or di event-event 17Agustusan. Tapi tes lari yg saya ikuti di suatu hari yg cerah di bulan July jadi berkesan banget buat saya, secara tujuannya supaya bisa diterima bekerja di salah satu institusi milik pemerintah. Awalnya saya kira tes lari itu merupakan bagian dari tes kesehatan, alias lari di atas tredmill, di ruangan ber-AC dan kemudian diukur detak jantungnya. Ternyata oh ternyata, larinya beneran lari di lapangan atletik, 4x putaran, dan dilakukan di sore nan terik binti berdebu, jam 15.00 bow.

Mungkin, tes lari ini masih bisa jadi moment yg menyenangkan untuk saya kalau diadakan di Gelora Senayan or Ragunan. Tapi secara tes itu diadakan di lapangan depan kantornya siapa yaaa, jadilah tes lari tersebut menyiksa secara fisik dan psikis. Sepanjang berlari, sambil menikmati suwiwit-suwiwitnya anak-anak Persija yg juga sedang latihan, terputarlah di kepala saya lagunya Kristina, jatuh bangun aku mengejarmu.. ahahaha..

Walaupun akhirnya terselesaikan juga 4 putaran x 400 M itu dalam waktu 14 menit (well masih mayan deh, secara ada yg 15 and 16 menit juga ;-p), pegelnya tidak hilang sampai 2 hari, dan sukses pula lapangan berdebu itu membuat saya sakit flu berat selama seminggu. It’s so unforgetable.

Thanks buat Dony, Mardian, Temy, Febi, Reza, Rima, Suci yg udah jadi supporter yg baik. Am so lucky to meet you guys.

Ketika Ayam Jadi Binatang Langka

(pindahan dari blogspot, yg kuposting 27 April 2008)

Cukup banyak teman yg keheranan dengan pilihan nama ID saya CHICKENDUCK. “Aneh bener sih Ta, kenapa harus ayam sama bebek?” komentar mereka. Well, menurut saya, Ayam dan Bebek adalah binatang yg paling lucu bentuknya dan paling enak rasanya (ga ngebosenin deh buat nemenin nasi putih hangat, nyamm). Kebetulan saya punya pengalaman memelihara ayam yg cukup lama, sejak saya kecil lah tepatnya. Dulu sempat punya 40 ekor ayam sewaktu tinggal di pasar minggu, menyusut jadi 7 sewaktu pindah ke depok, dan akhirnya tahun 2006 lalu satu-satunya ayam yg tersisa terpaksa dipindahkan ke kuali alias dibinasakan karena telah menganiaya pembantu saya. Bagaimanapun saya ga mau lah kalau Eni pembantu saya yg baik hati itu akhirnya resign gara-gara dianiaya ’Si Putih’, malu juga sama tetangga.

Si Putih, ayam terakhirku, memang ayam jago yg nyentrik, dia suka bermain kasta. Ga mau bergaul sama ayamnya Pak Arifin, tetangga belakang yg ayam kampung biasa, dan maunya cuma main sama ayamnya Pak Hengky, tetangga depan yg ayam bangkok aduan. Padahal si Putih juga ayam kampung, tapi dia merasa kastanya lebih tinggi, karena rajin mandi setiap minggu dengan shampoo rejoice rich serta kakinya disikat, hehe. Setelah mandi dan handukan, bulunya harus dikeringkan dengan hair dryer, karena kalau ga begitu nanti dia kucluk kedinginan di pojokan dan udahannya ngambek, kalau dipanggil ga mau nengok. Si Putih ga mau makan makanan ayam biasa, maunya biskuit, potongan keju, roti tawar, beras ketan atau nasi yg dimakan sama kita (alias ga mau nasi sisa, maunya yg hangat keluar dari magic jar). Most of the days kerjaanya duduk di depan tivi, kadang pindah ke teras kalau bapak-ibuku lagi ngobrol disana, or kadang duduk diam-diam di ruang tamu saat bapak lagi main catur sama tetangga. Persis anjing.

Ayam-ayamku memang cenderung lulut seperti anjing daripada ayam kampung yg liar. Mereka punya nama dan ngerti dipanggil sesuai namanya, yg ga dipanggil yah santai aja tidak ikut mendekat. Kadang mereka main di dalam rumah, mengekor saat kami berjalan dari satu ruangan ke ruangan lain, duduk diam menunggui saya yg tertidur, atau duduk santai ikut nonton tivi. Walaupun otak mereka kecil (terlebih saat dikuali), tapi mereka ngerti banget kalau mereka disayang, kenangan saya sewaktu kecil kalau saya pulang sekolah dan berteriak memanggil ”naakkk..” maka mereka pun akan berhamburan lari mendatangi. Saat saya kos di cilandak dan pulang hanya akhir minggu saja, mereka akan langsung mengoceh mendengar suara mobil saya masuk ke garasi. Kokokokok.. Ada juga Si Jego, yg suka inisiatif naik ke atas genteng dan berkokok persis disamping jendela kamar saya kalau saya bangun kesiangan di hari sabtu atau minggu seakan membangunkan. Kukuruyukk.. sungguh mengharukan.

Kadang saya suka menimang sampai mereka merem melek, entah ngantuk atau kebauan. Yg kecil-kecil suka manja, terbang ke atas paha atau punggung saya. Hihi, paling abis itu Ibu yg marah-marah karena baju saya jadi kotor bikin susah yg nyuci. Kadang mereka saya tanyai, ”besok gede mau jadi apa? ayam bakar, ayam goreng atau opor ayam?” dan jawaban mereka selalu sama ”kokokok” mungkin artinya ”syumpee looo”. Suatu ketika, Sisca-Anna (teman di G4S) dan Endah (teman kos) menginap di rumah kami di depok, mereka terlongong-longong melihat saya memandikan salah satu ayam dan ayam lain duduk diam nonton tivi. ”ya ampun, baru kali ini gue liat sales manager multinational company mandiin ayam” keluh Sisca. Hehehe.

Kalau bebek, walaupun belum pernah memelihara atau berhasil memegangnya, saya sangat suka keluarga donal bebek dan daffy duck. Pantat dan paruhnya sexy. Dan keusilannya itu lhow yg bikin jatuh cinta. Bebek juga hidangan yg a must disantap dimanapun dia tersedia, gurihhh, sayang kandungan kolesterol dan lemaknya cukup tinggi, jadi ga boleh sering-sering.

Unfortunately, sekarang ayam dan bebek udah mulai jadi binatang langka. Sejak krisis flu burung, hampir semua peternakan unggas diratakan dgn tanah. Hiks. In a way, saya berpikir bahwa isue flu burung ini akal-akalan negara luar, tau donk siapa, coz hanya disanalah satu-satunya daerah yg ga pernah diberitakan ada kasus flu burung, even Eropa n Australia juga ada, apalagi di China. Sepertinya ini taktik mereka utk menghambat perekonomian di negara lain, jadi it's all about business. Apa susahnya mereka taruh virus itu di pakan ternak or even obat ternak yg mereka jual ke negara lain, ini eranya bacteria war khan. Then ketika krisis ini merebak, semua peternakan harus disterilisasi, ayam divaksinasi, lagi-lagi beli obatnya sama mereka, dan paling buruknya saat di negara kita unggas terutama ayam jadi langka karena dilarang dipelihara masyarakat, maka mereka akan berjaya selaku pengekspor sayap dan bagian tubuh ayam yg lain yg dianggap sampah disananya. Make sense khan. Kurang ajar aja kalau itu taktik mereka. Ggrrrhhh.

Dan ketika sosok ayam or bebek jadi langka, saya jadi berbinar-binar norak kalau bertemu mereka di jalan, inilah hasilnya, foto dua ekor ayam pelung milik tetangga kakak saya yg sedang bersantai di lapangan.